• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 06 November 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Ada yang Tetap Kuat

Puisi-Puisi Adnan Al-Ghifary

Adnan Alghifary by Adnan Alghifary
3 November 2020
in Puisi
0
Gambar Artikel Ada yang Tetap Kuat

Sumber Gambar : https://id.pinterest.com/pin/486529565989505457/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Puisi Ada yang Tetap Kuat

ada yang tetap kuat dalam hati
sungai tak berhenti mengalir
dan tak ambil pusing
meski kau lempari batu
setiap waktu

nada-nada harapan tetap kunyanyikan
biar tetap bergetar
pada nadi-nadimu

masa lalu telah diketahui
masa depan belum terjadi
aku tak ambil peduli
kau seorang yang akan kujadikan istri

 

Supaya pada Akhirnya Nanti

akan kutanamkan pohon di hampar jilbabmu,
supaya pada akhirnya nanti
kau teduh ketika panas rusuh
kau tenang ketika hujan datang

ingin kutulis puisi di wajahmu,
tapi huruf demi hurufnya berguguran
jatuh ke tanah sampai melemah
menguap kepercayaan diri mereka
dan ingin segera pergi

 

Mata Angin

mata angin itu makin kabur penglihatannya
liukannya makin terombang-ambing
jatuh ke angan-angan angin.
kubeli kompas untuk kusimpan di mataku
agar aku tahu selalu alamat menujumu:
kota purba yang dibangun di tubuhmu
yang sekejap ada, sekejap tiada
yang sekejap yakin, sekejap angin
yang sekejap malu, sekejap tak ragu

 

tenanglah, nona
kau terlalu indah untuk ditinggalkan

 

 

Tags: anginhatihujanketenanganperasaanpuisisajak
ShareTweetSendShare
Previous Post

Keyakinan

Next Post

Ketika Seorang Perempuan Membaca Nawal el-Saadawi

Adnan Alghifary

Adnan Alghifary

Penulis bernama lengkap Adnan Al-Ghifary, dilahirkan di Bandung pada tanggal 12 November 1996, dan sampai sekarang masih tinggal di Bandung. Kini tengah menempuh S1 jurusan Bahasa dan Sastra Arab di Universitas Islam Negeri Bandung. Bisa menemui puisi-puisinya dengan #pujanggapencarituhan.

Artikel Terkait

Lelaki yang Menyimpan Hujan di Saku dan Puisi Lainnya
Puisi

Lelaki yang Menyimpan Hujan di Saku dan Puisi Lainnya

30 October 2026

Kamar yang Terlalu Penuh kita memasukkan terlalu banyak hal ke dalam kamar: buku, baju, koper, foto, dua gelas, tiga tanaman,...

Kebiasaan Masa Kecil dan Puisi Lainnya
Puisi

Kebiasaan Masa Kecil dan Puisi Lainnya

13 October 2026

Kebiasaan Masa Kecil masa kecil tak ingin kubayangkan lagi, menyesak tak berpihak membuatku terus-menerus terpencil sebagai anak kecil --hanya sebagai...

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya
Puisi

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

26 August 2026

Kematian di Pulau Kosong Di pulau yang tak lagi mengenal jejak kaki kematian duduk serupa air pasang yang kehilangan laut...

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Facebook, Penyair, dan Lunatisme

Facebook, Penyair, dan Lunatisme

17 February 2021
4 Nilai Humanistik dalam Film “Hotel Transylvania: Transformania”

4 Nilai Humanistik dalam Film “Hotel Transylvania: Transformania”

1 March 2022
Retorika Lucu

Retorika Lucu

11 August 2021
Heliofilia: Narasi Psikopat dan Kemuraman Berlapis

Heliofilia: Narasi Psikopat dan Kemuraman Berlapis

22 July 2021
Doa

Doa

18 June 2021
Gambar Makanan dan Orang Jawa

Makanan dan Orang Jawa

4 February 2021
Fenomena Narsisisme Religius Kaum Milenial

Fenomena Narsisisme Religius Kaum Milenial

3 May 2021
Gambar Artikel Jempolmu, Harimaumu

Jempolmu, Harimaumu

2 November 2020
Perilaku Umat Beragama Kiwari: Sebuah Ironi

Perilaku Umat Beragama Kiwari: Sebuah Ironi

29 March 2021
Gambar Artikel Puisi Dengan Angin

Dengan Angin

19 January 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Lelaki yang Menyimpan Hujan di Saku dan Puisi Lainnya
  • Memikirkan Tubuh di Era Kecerdasan Buatan
  • Kebiasaan Masa Kecil dan Puisi Lainnya
  • 100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
  • Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (73)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (60)
  • Metafor (241)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (152)
    • Resensi (25)
  • Milenial (55)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (19)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (71)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (20)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.