• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 03 July 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

Aji Royan Nugroho by Aji Royan Nugroho
3 July 2026
in Puisi
0
Pustakawati dan Puisi Lainnya

Sumber ilustrasi: Pinterest

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

pustakawati

di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi
tersisa bertumpuk-tumpuk buku
di kaca-kaca kau temui tak ada suara
yang selama ini dikenali
bahkan yang sudah dikenali pun tak
selamanya membawa kehangatan

pembaca resah itu memikirkan kata
di kantung pena menuliskan bunyi sunyi
membawa satu judul untuk bisa diterima
seperti dalam rak-rak dan pilihan
meski satu buku pun belum jatuh
di pelukan

hari ini tak ada berita
yang sedikit begitu lama,
tak ada alasan untuk segera pergi
tapi menit sudah berbicara
melihat pembaca itu lagi seperti
menggali kehidupan dunia yang lain
dan mencoba menyetuhnya

semuanya tak ada yang lebih layak
dalam membacanya, pilihan hidup pantas
untuk bisa dijalani
–dirayakan resikonya
berhenti dan memikirkan tentang memulai
dari pilihan-pilihan sendiri

satu buku ini sudah cukup
untuk melewati sepotong sunyi
dan sisa detik-detik sendiri
pustakawati menyerahkan lagi
sampul biru muda serupa
kehidupan yang dicetak ulang

Bantul, 2025

 

buah pengetahuan

1/
sehabis kau tuang cerita
untuk waktu yang lengang
maukah kau memulihkan perhatian?

semestinya lebih pendek
dari rambutmu dibanding
panjang kehidupan

2/
kita mengukur jarak pengetahuan
di tengah kumpulan yang malas
di ruang berpendingin

antara buah ilmu yang ditangkap
mata dan pengetahuan
menahan dosa yang diulang

3/
kau menanyaiku tentang sesuatu
dan dunia yang telah kehilangan
kata-kata

mungkin kebenaran sedang dirahasiakan
di biru langit yang tak bisa
ditelan tebing cakrawala

4/
dunia kadang sudah menjawabnya
atas kebodohan-kebodohan
yang ditampakkan

tetapi pengetahuan yang melintas
perlu bekerja satu-satu
dan keyakinan melawat
takdirnya

5/
hingga nanti di penghujung kita
ia bercerita saat dewasa
saat semua menemukan
segalanya

tentang kita,
apakah kau mengerti kehidupan
dan kehidupan ialah tentang
menjalani hidup

Solo Raya, 2025

 

konstelasi pengetahuan

kau ingin mengulang kebahagiaan
dengan patahan-patahan lembar
dan sedikit keraguan dalam membaca
di halaman yang diabukan

sementara kepahitan
harus dipilih untuk mengalami
masa depan

di balik derita dini hari
menguap kata-kata yang terlentang
yang lupa ditanam dengan tinta
dari kepulan sunyi suara

satu jam berlalu
tapi kau sudah menyelami dunia
berkali-kali
mengguncang kepalamu
–yang sedang bising

kau akhirnya mengalami
dunia yang sangat kecil itu
dalam penampilan malam
yang paling menetes
sekalipun

Solo Raya, 2025

 

kiblat

ketika kau masih melekan
burung itu mengeja nama-nama pagi
kau datang dari kabut tebal
di antara dua pilihan
kau memilih di tengah: hati

satu hal yang kupelajari
kau lebih lama dari waktu
di kehidupan banyak orang
bilang cuma
namun kebiruan muda menimpa
larut pagi masih
berani menemanimu

Solo-Yogyakara, 2025

 

cerita di langit rahasia

ku menahan untuk turun
dan melingkar bersama penyayang waktu
yang masih berani bersinar
bintang-bintang yang dingin. menahan
malam dari selimut embun
seperti mengadu pada kekasih
langit yang diutarakan

malam bertepuk dan malaikat
jatuh di bumi
di peribadatan itu rahasia diteruskan
ia tidak tua, tidak juga muda
yang duduk di mimbar
mengurai batasan waktu
ketika harus dijabarkan

di serambi bependingin hujan
diusir pergi payung teduh wajah-wajah
bening matanya mengalir
santun di telinga, santun di penglihatan
dua waktu peribadahan
mengitung nama-namanya
seperti akal senja yang ditengahkan

Solo Raya, 2025

Tags: aji royanmetaforpuisisajak
ShareTweetSendShare
Previous Post

Ruang Mimpi

Aji Royan Nugroho

Aji Royan Nugroho

Penulis yang lahir dan tumbuh di Bantul tanggal 17 Januari. Saat ini tinggal di Yogyakarta dan Soloraya. Tahun 2021 akhir, ia lulus dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Seiring dengan hobinya menulis puisi, karya-karyanya telah dimuat di media-media online: omong-omong.com, diealektika.co.id, kelopak.id dan lainya. Pada kesempatan lain, ia juga menebitkan tulisan-tulisan akademik di sebuah jurnal nasional bereputasi di bidang kajian-kajian budaya dan sastra. Selain minatnya di bidang ilmu sastra, penulis memiliki aktivitas lain yaitu membaca, menulis dan mengulik dunia web3. Penulis dengan senang hati bisa disapa di ig: @arynroyan

Artikel Terkait

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari...

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
Puisi

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

9 May 2026

Aku melihat ayah, di sana Aku melihat ayah pada setiap wanita yang terikat kakinya pada jalan-jalan mereka yang terjal dan...

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Temu Buku dan Sesi Bincang Editor di Yogyakarta

10 March 2024
Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya

14 August 2025
Emas di Piring Elite dan Jualan Masa Depan Cerah yang Selalu Nanti

Emas di Piring Elite dan Jualan Masa Depan Cerah yang Selalu Nanti

26 September 2025
Surat dari Sekar

Surat dari Sekar

10 November 2021
Menemui Emosi dari Diri

Menemui Emosi dari Diri

20 August 2021
Gambar Artikel Tut Wuri Golek Rai

Tut Wuri Golek Rai

25 November 2020
Gambar Artikel Tabiat Arunika dan Kotak Pandora

Tabiat Arunika dan Kotak Pandora

24 November 2020
Kandang Menjangan Menggugat dan Puisi Lainnya

Kandang Menjangan Menggugat dan Puisi Lainnya

5 April 2024
Gelembung-Gelembung

Gelembung-Gelembung

19 November 2025
Gambar Artikel Pesona dan Kuliner Kepulauan Anambas

Pesona dan Kuliner Kepulauan Anambas

19 November 2020
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Pustakawati dan Puisi Lainnya
  • Ruang Mimpi
  • Jalan Keluar Atas Jebloknya Matematika
  • Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
  • Di Teras St. Carolus
  • Manusia dalam Sengkarut Jejaring Informasi
  • Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
  • Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
  • Saung
  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (71)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (58)
  • Metafor (234)
    • Cerpen (60)
    • Puisi (149)
    • Resensi (24)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.