Kematian di Pulau Kosong
Di pulau yang tak lagi mengenal jejak kaki
kematian duduk serupa air pasang yang kehilangan laut
Angin melipat nama-nama ke dalam pasir
hingga sunyi menjadi satu-satunya penghuni yang setia
Tak ada lonceng, tak ada pelayat
hanya langit yang perlahan menurunkan warna dari matanya
Barulah kupahami, yang benar-benar tenggelam bukan tubuh
melainkan suara yang tak sempat menemukan telinga
Nontotera, 2025
–
Menghitung Umur Bulan
Setiap malam seseorang menghitung umur bulan
dengan jari-jari yang tak pernah mampu menyentuh cahaya
Angka-angka jatuh menjadi embun di rerumputan
sementara langit diam menyimpan rahasianya
Bulan tak pernah bertambah tua
ia hanya pandai berganti wajah di hadapan waktu
Kitalah yang perlahan menjadi senja
meski merasa masih berjalan di pagi yang sama
Maka berhentilah menghitung umur bulan
Hitunglah denyut yang masih setia mengetuk dadamu
sebab cahaya selalu tahu kapan harus pulang
sedang manusia hanya meminjam langit untuk sesaat
Nontotera, 2025
–
Pulang Terlalu Cepat
Pagi bahkan belum selesai membuka jendelanya
namun langkahmu telah lebih dahulu memilih senja
Di beranda, secangkir waktu masih mengepulkan hangat
menunggu tangan yang tak lagi sempat kembali
Kami masih menyebut namamu kepada angin
barangkali ia tahu jalan yang kautempuh
Tetapi yang datang hanya gugur daun
membawa sunyi yang tak pandai diterjemahkan
Kini kusadari, tak semua kepulangan berarti tiba
Ada yang pulang sebelum peluk sempat menemukan bahunya
meninggalkan langit yang terus memelihara cahaya
agar kenangan tidak kehilangan tempat untuk bernapas
Nontotera, 2025
–
Khutbah Ibu Sebelum Tidur
Setiap malam ibu menutup hari dengan suara yang pelan
seperti embun mengajari daun menerima fajar
Tak ada kitab yang dibukanya
hanya sepasang mata yang menyimpan langit paling teduh
Katanya, manusia tak diukur dari tingginya langkah
melainkan dari jejak yang ditinggalkan di hati sesamanya
Lalu ia meniupkan doa ke rambutku
seperti angin menitipkan harum kepada bunga yang belum mekar
Kini ibu telah menjelma jarak yang tak dapat kupeluk
tetapi setiap kali malam mengetuk jendelaku
suaranya tumbuh kembali di dalam sunyi
menjadi pelita yang tak pernah kehabisan minyak di lorong ingatanku
Nontotera, 2025














