• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 12 June 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Sambatologi Komentarium

Retorika Lucu

Afifatul Aimmah by Afifatul Aimmah
11 August 2021
in Komentarium, Sambatologi
0
Retorika Lucu

https://www.pexels.com/id-id/foto/anjing-hitam-berselapis-pendek-duduk-dekat-seni-dinding-305197/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Duhai… Aku tidak tahu siapa yang bisa kusebut.

Tidak mengapa PPKM diperpanjang. Barangkali hal itu memang teramat perlu demi keselamatan kami sebagaimana yang orang-orang bijak katakan perihal “itikad“. Pandemi ini sungguh nyata, dan konspirasi biarlah menjadi terkaan belaka. Bukankah kewajibanku sebagai rakyat biasa adalah sami’na wa atho’na?

Duhai, sungguh tidak mengapa. Barangkali keputusan itu pun diambil dengan hati iba yang berusaha ditegas-tegaskan. Meski aku bertanya, generasi emas yang digaung-gaungkan kemarin kemana? Bukankah diskusi-diskusi kemarin bicara soal metode ceramah yang kerap mendapat penghakiman membosankan? Lantas kenapa polemik ini menjadi sedemikian rumit? Bukankah video-video itu dulunya sebagai penunjang munculnya minat belajar? Tapi kenapa hari ini malah menjadi satu-satunya media pengajaran yang ditolak mentah-mentah?

Duhai, aku yang tidak tahu menahu mencoba untuk mencari tahu. Barangkali bapak/ibu guru di sekolah-sekolah itu telah berusaha seapik mungkin menata segala pernak-pernik pembelajarannya. Tapi sungguh, semuanya terasa serba salah. Meminimalisir tugas demi meminimalisir produksi kortisol dianggap tak pedulikan pendidikan anak didik. Memaksimalkan pembelajaran yang semaksimal apapun tetap berkutat pada pemberian video dan tugas, dianggap tidak menaruh iba pada anak didiknya.

Duhai, aku hanyalah gadis yang berada di transisi remaja menuju dewasa, yang hidup di era milenial serba digital, yang menyaksikan sendiri, seberapapun hebat dan canggihnya dunia digital, digitalisasi pendidikan teramat memilukan. Aku mendengar sedu sedan ibu yang terbirit-birit membagi waktu dan ponselnya, juga keluh anak cerdas perihal rindu berseragam dan membawa bekal.

Duhai, banyak yang kembali pada maqolah “Ibu adalah madrasah pertama.” Tapi barangkali beberapa ibu tidak mengenyam pendidikan memadai di waktu dulu. Barangkali sebagian besar ibu sebenarnya sudah menjadi bagian maqolah itu. Bukankah menggantikan popok, menyuapi makan sambil bilang “Aaa”, membimbing mengucap “Ibu”, dan hal lainnya bisa dikatakan pendidikan untuk anak? Bukankah berarti sudah ada ketuntasan bagi ibu untuk menjadi madrasah pertama bagi putra-putrinya? Lantas mengapa maqolah itu terdengar kurang bersahabat diucapkan di waktu genting seperti ini? Atau telingaku saja yang bermasalah? Tapi terangnya, mataku jelas melihat jatuh bangun para ibu yang berusaha mencukupi finansial anaknya, barangkali beberapa ibu yang tidak mampu menjadi madrasah pertama lagi. Tapi, duhai siapapun yang membaca ini, setiap dari ibu istimewa, bukan?

Duhai, aku tidak menyalahkan siapa-siapa. Maka tolong jangan salahkan aku yang tidak tahu kenapa sulit menghentikan banyaknya “kenapa” di kepala, yang hampir tiada beda dengan rumah laba-laba yang mungkin mendiami atap sekolah dengan lega karena tidak ada yang mengusirnya. “Kenapa” yang mungkin bagi kebanyakan orang sederhana sekali jawabnya, “Memang demikian adanya.”

Duhai, aku juga teringat dengan pepatah lama, “Ignorance is bliss” (ketidaktahuan adalah kebahagiaan). Tapi sayang, aku melihat kenyataan bagaimana geliat pendidikan hari ini berjalan menyedihkan tanpa tahu jalan tengah untuk kembali melariskan “generasi emas” untuk Indonesia 2045. Aduhai, terlampau jauh aku berpikir ke sana. Sekadar membantu memperbaiki mindset anak sekolah tetangga rumah mengenai “Belajar itu ya sekolah. Sekolah itu ya pakai seragam” saja aku tidak memiliki kuasa. Maka, sebab pengetahuan maupun ketidaktahuanku adalah ketidakbahagiaan, aku mencoba cara ini, menulis. Meski cara ini pun rasanya seperti mempermalukan diri. Betapa secara agama, aku adalah hamba sia-sia sebab menyadari atau mungkin tidak mau menyadari bahwa seluruh detail kehidupan adalah kehendak-Nya.

Jangan pedulikan tulisan ini, Duhai. Meski penuh dengan “kenapa”, tapi jawabannya tak kalah sederhana dari “memang demikian adanya”. Tanpa jawaban. Itu jawabannya, Duhai. Tiada tuntutan jawaban untuk retorikaku yang lucu.

Biarlah tulisan ini tertangkap indera penglihatan pembaca, selintas hinggap di kepala, lalu mengudara pada Sang Maha.

Lantas, aku melihat diriku yang penuh tanya kembali tenggelam dalam barisan aksara serta suara tujuh pemuda asal negeri ginseng sana, karena menuliskan saja sudah cukup membuatku lega. Tanpa lupa menyampaikan hal paling penting; bahwa aku menyayangi siapapun pembaca tulisan yang aku tidak berharap akan berguna.

Dan semoga Sang Maha meridai segala derap langkah kita.

Tags: afifatul aimmahharapankomentariumPPKMsambatologi
ShareTweetSendShare
Previous Post

Nona dan Seikat Bunga Merah

Next Post

Dari Pesisir

Afifatul Aimmah

Afifatul Aimmah

Mahasiswa IAIN Ponorogo yang biasa-biasa saja. Tinggal di Ponorogo. Buku pertamanya berupa kumpulan puisi berjudul Semesta dalam Diri (Laditri Karya, 2020). Selebihnya, bisa ditemui di akun instagram @afifatul_aimmah.

Artikel Terkait

Emas di Piring Elite dan Jualan Masa Depan Cerah yang Selalu Nanti
Komentarium

Emas di Piring Elite dan Jualan Masa Depan Cerah yang Selalu Nanti

26 September 2025

Ada sebuah kawasan yang tampak biasa di peta, namun warganya hidup dalam kepungan janji palsu yang manis. Mereka mendapat iming-iming...

Pemerintah Daerah Tidak Bisa Cari Uang, Rakyat yang Menanggung
Sambatologi

Pemerintah Daerah Tidak Bisa Cari Uang, Rakyat yang Menanggung

30 August 2025

Tiap hari, selalu saja ada berita yang buat perut sakit. Aktornya tiada lain tiada bukan adalah pihak pemerintah. Dari hulu...

Belajar Mengitari Israel
Cangkem

Belajar Mengitari Israel

19 April 2023

Kebetulan tulisan saya kemarin di rubrik ini bertali-singgung dengan Israel. Kebetulan juga saya seorang pemalas akut. Daripada cari bahan nyangkem...

Menguak Kebodohanmu Melalui Rekomendasi Netflix-ku
Cangkem

Menguak Kebodohanmu Melalui Rekomendasi Netflix-ku

29 March 2023

Saya ini sekarang suka nulis, tapi kalau disuruh. Disuruh empunya web ini, contohnya. Tiga tahun lalu saya nulis kayak orang...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

8 Film Dokumenter yang Akan Membuatmu Lebih Sadar Isu Lingkungan

8 Film Dokumenter yang Akan Membuatmu Lebih Sadar Isu Lingkungan

23 March 2022
Tamu

Tamu

10 July 2022
Gambar Artikel Lewat Tulisan Aku BerTuhan

Lewat Tulisan Aku BerTuhan

18 December 2020
Desas-Desus Ultraman

Desas-Desus Ultraman

11 November 2021
Merebut Kembali Kembang-Kembang Waktu dari Tuan Kelabu

Merebut Kembali Kembang-Kembang Waktu dari Tuan Kelabu

24 August 2025
Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara

Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara

3 April 2026
Truk Berlin: Bincang Cerpen Karya Hassan Blasim

Truk Berlin: Bincang Cerpen Karya Hassan Blasim

26 May 2023
Gambar Artikel Puisi Semua Semau

Semua Semau

7 January 2021
Puasa Puisi: Perayaan Sastra Lintas Bahasa

Puasa Puisi: Perayaan Sastra Lintas Bahasa

31 March 2024
Narasi tentang Rahmah dan Gaza

Narasi tentang Rahmah dan Gaza

30 May 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Di Teras St. Carolus
  • Manusia dalam Sengkarut Jejaring Informasi
  • Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
  • Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
  • Saung
  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (231)
    • Cerpen (59)
    • Puisi (147)
    • Resensi (24)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.