• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Thursday, 15 October 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Kebiasaan Masa Kecil dan Puisi Lainnya

Supali Kasim by Supali Kasim
13 October 2026
in Puisi
0
Kebiasaan Masa Kecil dan Puisi Lainnya

"Young children fishing portrait" | Gallery cafe painting collections (Sumber: Wikicommons)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Kebiasaan Masa Kecil

masa kecil tak ingin kubayangkan lagi, menyesak tak berpihak
membuatku terus-menerus terpencil sebagai anak kecil
–hanya sebagai pendengar dongeng si kancil–
dan buku, dan membacanya, menjadi sesuatu yang jauh
jika berkata buku itu gudang ilmu, aku telah menggemboknya

masa kecil kemudian menyeretku dalam diam dan duduk
dalam dengar dan khusyuk membukakan pori-pori lebih terbuka
untuk menikmati segala senyap, dan sering kali terlelap

tak ada bacaan berarti, kecuali hanya mendengar
dan segala detak dan denyut membawaku pada kebiasaan
aliran darah seakan beku untuk sekadar berpikir atau membaca
menulis atau bicara, berhitung atau berwacana
jika kini aku duduk di atas, kupikir karena masa kecil itulah

masa kecil telah mengajarkan sedikit hal, bukan banyak hal
diam, duduk, dengar, khusyuk, tak ada buku dan wacana
kekuasaan, tak ada kalkulasi, kecuali membagi-bagi

2026

 

Dari Ayah kepada Anak-Anaknya

awalnya hanya anak-anak itik yang takut air
ciprat air, dingin air, permukaannya seperti menyimpan
kedalaman dan rahasia yang entah
aku pun menggigil, tapi tak kutunjukkan
ayah dan ibu agar bahagia

ketika anak-anak itik itu telah pandai mencebur, berenang,
menentang gelombang–pun tanpa ajaran ayah ibu–
aku mulai berandai-andai
betapa seluruh semesta bisa kulihat
dan gelombang apa pun bisa kulipat

2026

 

Jalan Menuju Puisi

puisi kemudian menemukan jalannya sendiri
kata-kata bahkan sering kali tak terkendali
dan aku, kembali bertani

suara-suara menuntut diksi lebih berdaya
tapi penaku sudah cangkul
lebih terayun membolak-balik tanah
meninggalkan hari-hari
perburuan majas, rima atau irama
tuts-tuts komputer bentangkan layar
tampilkan pranatamangsa

sejak benih-benih padi itu ditancapkan
lupa sudah, apakah rasa, apakah nada
seperti tipografi, yang tumbuh kemudian
baris-baris hijau tanaman

sejak itu pula tema yang kudapatkan
mengaliri irigasi sepanjang badan

ketika puisi bergelut dengan penyairnya
imaji dibangun hanya indra semata
wujud tak menyatu hakikat
tapi aku malah asyik masyuk
meracik pestisida dan fungisida alami

ketika puisi lebih percaya bahasa
tak tahu lagi di mana amanat
langkah kakiku pulang ke desa

puisi pun telah menemukan jalannya sendiri
aku pun telah menemukan diri kembali
bertani, menjadi petani, tetapi yang kutemui berpuisi
kata-kata menuliskan lakunya sendiri

2026

 

Memanen Ilalang Puisi

semua lupa siapa yang menanam
padi, jagung, labu, tumbuh ilalang
kata-kata termangu, daun-daun beterbangan

seberapa waktu, tanah dan air begitu mesra
pencetakan sawah-sawah baru
laman-laman puisi unggah janji

ada yang teringat swasembada pangan
lebih puitis swasembada puisi
tapi negara tak hadir, meski hanya mimpi

rimbun ilalang menemukan tanah airnya
lalat ganjur juga punya dalih dan cara
entah tipo, tertukar prefix-preposisi, kapital-kapitil

lalu puisi-puisi menulis dirinya sendiri
telah lama frasa dan klausa tercerabut akarnya
hingga para petani puisi kembali menanami

kelompok tani bersurat iuran, dan puisi tanpa seleksi
huruf-hurufnya bertumbuhan ilalang
siapa yang kemudian memanen puisi

2026

 

Merayakan Puisi

apalagi yang harus dirayakan
dentum salvo kemenangan atau kematian

sudah lama puisi terbaring
di bangsal-bangsal rumah sakit
terperkosa naikkan citra
panggung hiburan kata-kata
teramputasi karena tujuan dan beban
menjangkau bulan

apa lagi yang harus dirayakan
dengan lagu kebangsaan
atau doa untuk arwah para pahlawan

sudah lama puisi diperdaya
merasa telah melahirkan kata-kata
serupa algoritma
ruh puisi ke arah pragmatis, praktis

lebih baik siapkan sesaji
membakar kembali wujud dan hakikat
asap nilai-nilai membubung tinggi
—jagat gedhe, jagat cilik—
kemanusiaan dalam kemanusiaan
kemanusiaan dalam ketuhanan

2026

Tags: metaforpuisisajaksastrasupali kasim
ShareTweetSendShare
Previous Post

100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya

Supali Kasim

Supali Kasim

Supali Kasim, tinggal di Indramayu Jawa Barat. Menulis puisi dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah Jawa dialek Indramayu. Pernah menjadi Ketua DKI (Dewan Kesenian Indramayu) 2001-2003. Mendapatkan Hadiah Sastra Rancage (2021) dan Anugerah Seni dan Budaya dari Bupati Indramayu kategori Bahasa (2022) dan Sejarah (2025). Beberapa puisinya pernah di muat di media massa cetak, daring, maupun antologi bersama. Buku puisi tunggalnya, Bergegas ke Titik Nol (2008), Pergi ke Masa Silam Pulang ke Masa Depan (2023). Bisa disapa lewat Fb. Supali Kasim, email supalikasim123@gmail.com

Artikel Terkait

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya
Puisi

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

26 August 2026

Kematian di Pulau Kosong Di pulau yang tak lagi mengenal jejak kaki kematian duduk serupa air pasang yang kehilangan laut...

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari...

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Bentang dan Jet Lag Blues

Bentang dan Jet Lag Blues

31 August 2021
Gambar Artikel Jangan Baper!

Jangan Baper!

23 December 2020
Gambar Artikel Ternak Ilmu(wan)

Ternak Ilmu(wan)

1 December 2020
Balapan yang Dibudayakan

Balapan yang Dibudayakan

20 October 2021
Novelet Nirmakna & Pandemicthink

Novelet Nirmakna & Pandemicthink

25 July 2021
Gambar Artikel Cintaku Urusan Orang Lain

Cintaku Urusan Orang Lain

2 November 2020
Gambar Artikel Senyuman Malaikat Maut

Senyuman Malaikat Maut

20 December 2020
Mawar Hitam Praja Buana

Mawar Hitam Praja Buana

29 April 2021
Soledad

Soledad

7 September 2021
Gambar Artikel Sajak Asal Njeplak

Sajak Asal Njeplak

20 December 2020
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Kebiasaan Masa Kecil dan Puisi Lainnya
  • 100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
  • Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya
  • Tuba dan Hal-Hal yang Mungkin Nanti
  • Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (73)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (60)
  • Metafor (239)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (151)
    • Resensi (24)
  • Milenial (55)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (19)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (71)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (20)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.