• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Wednesday, 21 January 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Milenial

Perbedaan Sikap dan Budaya Orang Jerman dan Indonesia

Paskalis Andana Trivida Putra by Paskalis Andana Trivida Putra
24 March 2022
in Kelana, Milenial
0
Perbedaan Sikap dan Budaya Orang Jerman dan Indonesia

Sumber gambar: dw.com (taken by Hendra Pasuhuk)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Sebelumnya saya pernah menulis tentang bagaimana proses panjang perjuangan menuju Jerman dan menjalani kehidupan di sana–teman saya juga pernah menuliskan kisah perjuangannya ke Jerman di sini. Nah, kali ini, di samping karena dikirimi sejumlah pertanyaan dari tim redaksi metafor, saya akan menyajikan hal baru mengenai pengalaman yang saya kenyam di Jerman selama beberapa tahun ke belakang. Boleh jadi ada beberapa orang yang mungkin juga ingin tahu bagaimana perbedaan budaya dan watak antara orang Jerman dan Indonesia. Mari simak poin-poin di bawah ini:

Perbedaan Sikap Orang Jerman dan Indonesia

Orang Jerman itu:

  • Lebih berani dan lebih terbuka (jujur) ketimbang orang Indo.
  • Semua direncanakan. Semua butuh Termin (janjian waktu temu). Bahkan terkadang kalau ingin main atau berkunjung ke rumah orang pun juga begitu.
  • Lebih peduli pada lingkungan. Rumah di Jerman yang pasang AC itu sedikit banget, walaupun di sini sedang Summer, otomatis ya bisa panas banget. Suatu kali suhu ketika musim panas di sini pernah sampai 40 derajat. Di samping itu juga, mereka mantap sekali lah recycling-nya: sampah dipisah-pisah, dipilah sesuai kategori sampah organik atau anorganik.
  • Lebih tepat waktu. Mereka juga, kalau punya janji, biasanya datang 15 menit sebelum jam kegiatan atau acara dimulai. Ini layak diteladani.

Orang Indo itu:

  • Lebih sopan. Kalau dalam istilah kita, “tau unggah ungguh”-lah kata orang Jawa.
  • Lebih ramah dan murah senyum. 
  • Lebih peduli ke tetangganya, kalau posisi di rumah, bukan apartemen. Di Jerman soalnya kebanyakan orang yang tinggal di apartemen jadi lebih individualis.
  • Lebih mau bekerja keras kalau di sini. Kita orang Indonesia banyak yang dicap rajin, lho.

 

Kemudian untuk perbedaan kultural yang saya amati, sebenarnya ada banyak. Namun, ada beberapa yang bagi saya menonjol dan ingin saya kemukakan di bawah ini.

Perbedaan Budaya:

  • Budaya baca orang Jerman: saya rasa orang rajin membaca di Jerman itu adalah hal biasa. Mereka bisa cuma keluar di taman dan baca buku di taman sambil nge-teh atau minum kopi. Atau juga di kereta, terutama kereta jarak jauh, banyak orang baca buku atau bawa Kindle buat baca.
  • Di angkutan umum, bus atau kereta kurang lebih mereka sama aja. Cuma kalau naik kereta, bedanya, sebelum naik kereta tiket kita tidak dicek sama sekali. Jadi sebenarnya bisa saja kita naik kereta tanpa beli tiket (hehe), tapi orang Jerman jarang sekali yang begitu. Kesadaran masing-masing: mereka tetap taat aturan dan beli tiket.
  • Terus kalau menyeberang di lampu merah, mereka benar-benar menunggu sampai lampu hijau dulu, baru menyeberang. Mereka juga mendahulukan pejalan kaki dan pesepeda kalau di sini.
  • Sebagai orang asing di Jerman, pasti kita perlu mengurus dokumen, kan? Nah, kita yang harus proaktif mengurus, tanya sana-sini, telpon sana-sini, bolak-balik sana-sini. Tapi kalau beruntung, ada yang bisa bantu.
  • Karena alkohol diperbolehkan di sini, banyak orang yang ngadain party di rumah mereka sekedar untuk minum, atau pergi ke bar atau disko untuk minum.
  • Kalau orang sini pacaran, mereka biasanya juga bakalan tinggal satu rumah. Di sini hal semacam itu merupakan hal yang biasa. Jika mereka punya anak, mereka juga tidak harus menikah.

 

Destinasi Wisata

Terakhir, saya kasih tahu buat teman-teman pembaca di sini barangkali nanti punya rezeki dan bisa berkunjung ke Jerman, ini daftar destinasi wisata di Jerman yang saya catat. Aslinya, jujur, banyak banget…. Tapi ini yang bisa saya rekomendasikan buat kalian:

  • Kalau suka naik gunung, sebaiknya pergi ke daerah Selatan, ke Pegunungan Alpen. Di sini kalian bisa mendaki banyak gunung. Hiking di sekitaran danau-danau, atau sekedar jalan kaki. Kalau di daerah Selatan, setiap kota pasti punya jalur pendakian sendiri, entah yang ke gunung, menyusuri sungai, atau keliling danau.
  • Kalau suka ke museum, saya punya saran ke Museum Insel di Berlin, itu mungkin museum terbesar di Jerman, dan koleksinya bagus-bagus.
  • Tapi selain itu, di Munich juga ada BMW Museum, bagus juga. Atau di Stuttgart ada Mercedes-Benz Museum.

Nah, untuk tulisan kali ini saya cukupkan dulu, ya. Mungkin nanti kalau ada pertanyaan lagi, silakan boleh DM Instagram saya. Kalau pas sempat dan tidak sedang kelelahan bekerja, kemungkinan akan saya share lagi cerita-cerita seputar Jerman. Selamat memburu cita-citamu.[]

Tags: AusbildungbudayaFSJIndonesiaJermanPerbedaan Sikap dan Budaya Orang Jerman dan Indonesiashock culture
ShareTweetSendShare
Previous Post

8 Film Dokumenter yang Akan Membuatmu Lebih Sadar Isu Lingkungan

Next Post

Tips Menulis Artikel Ilmiah yang Publishable di Jurnal Nasional Terakreditasi

Paskalis Andana Trivida Putra

Paskalis Andana Trivida Putra

Pemuda asal Jawa, tepatnya Purwokerto, yang kini tinggal di Tegernsee - Jerman. Hobi menggambar, nyanyi, dan jalan-jalan. Bisa disapa via ig: @pascalis_a

Artikel Terkait

Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
Kelana

Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal

27 December 2025

Pukul 18.00 matahari masih menyorot tajam, meski posisinya sudah agak condong ke barat. Kulihat banyak turis dunia menumpuk di sini....

Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul
Kelana

Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul

9 December 2025

Bagi warga negara yang pernah punya memori traumatis terhadap umat Muslim, kiranya bagaimana tanggapan mereka jika musti berjumpa kembali dengan...

Mengeja Karya Hanna Hirsch Pauli di Museum Stockholm
Kelana

Mengeja Karya Hanna Hirsch Pauli di Museum Stockholm

15 November 2025

Nama Hanna Hirsch Pauli mungkin terasa asing. Itu wajar. Bahkan, di negara asalnya, Swedia, banyak juga yang belum mengenalnya. Justru...

Di Balik Prokrastinasi: Naluri Purba Vs Tuntutan Zaman
Gaya Hidup

Di Balik Prokrastinasi: Naluri Purba Vs Tuntutan Zaman

31 October 2025

Menunda-nunda, atau prokrastinasi, adalah fenomena yang tampaknya sepele tetapi sesungguhnya sangat kompleks. Data menunjukkan bahwa 95% orang melakukannya pada tingkat...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Pendidikan Virtual : Belajar Mandiri di Tengah Pandemi

Pendidikan Virtual: Belajar Mandiri di Tengah Pandemi

20 November 2020
Gambar Artikel Abu Zayd Al-Balkhi: Ulama Psikologi yang Jarang Diketahui

Abu Zayd Al-Balkhi: Ulama Psikologi yang Jarang Diketahui

15 January 2021
Gambar Artikel Bulan yang Lahir dari Penderitaan

Bulan yang Lahir dari Penderitaan

30 December 2020
Perilaku Umat Beragama Kiwari: Sebuah Ironi

Perilaku Umat Beragama Kiwari: Sebuah Ironi

29 March 2021
Bentang dan Jet Lag Blues

Bentang dan Jet Lag Blues

31 August 2021
Nyala Lilin dan Puisi Lainnya

Nyala Lilin dan Puisi Lainnya

14 March 2022
Daftar Momen Saat Perempuan Minta Maaf dengan Tulus

Daftar Momen Saat Perempuan Minta Maaf dengan Tulus

26 December 2021
Malam Kutukan

Malam Kutukan

28 February 2021
Burung Pipit

Burung Pipit

6 April 2021
Proses Menuju dan Lika-Liku Menjalani Hidup di Jerman

Proses Menuju dan Lika-Liku Menjalani Hidup di Jerman

17 December 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
  • Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul
  • Perempuan yang Menghapus Namanya
  • Mempersenjatai Trauma: Strategi Jahat Israel terhadap Palestina
  • Antony Loewenstein: “Mendekati Israel adalah Kesalahan yang Memalukan bagi Indonesia”
  • Gelembung-Gelembung
  • Mengeja Karya Hanna Hirsch Pauli di Museum Stockholm
  • Di Balik Prokrastinasi: Naluri Purba Vs Tuntutan Zaman
  • Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar
  • Bersikap Maskulin dalam Gerakan Feminisme

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (67)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (54)
  • Metafor (219)
    • Cerpen (56)
    • Puisi (142)
    • Resensi (20)
  • Milenial (51)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (15)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.