• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 17 April 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Event Reportase

Membangun Literasi Peduli Bumi: Festival Buku Berjalan

Perayaan 4 Tahun Forum Buku Berjalan

Oktafiani Larasati by Oktafiani Larasati
5 May 2024
in Event, Reportase
0
Membangun Literasi Peduli Bumi: Festival Buku Berjalan

Festival Buku Berjalan di Gramedia Matraman (Oktafiani Larasati/dok.pribadi)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

JAKARTA – Minggu, 5 Mei 2024, Forum Buku Berjalan merayakan 4 tahun komunitasnya. Sejak berdiri, komunitas ini berperan sebagai media saling dukung sesama pembaca buku. Di ulang tahun kali ini, mereka mengadakan “Festival Buku Berjalan”. Acara diselenggarakan di Function Room, Gramedia Matraman, dengan tema: “Membangun Literasi Peduli Bumi”.

Di acara ini pula Forum Buku Berjalan mengadakan diskusi tentang Eko-Literasi, perihal lingkungan dan upaya mencari sudut pandang lain terkait hal-hal yang dekat dengan kehidupan kita.

Sebagai contoh, saya menyimak hal baru: ternyata di bumi yang sudah ada 7 Miliar manusia, masih banyak permasalahan sehari-hari yang kompleks. Salah satunya adalah tata cara pengelolaan sampah dan penggunaan barang atau benda yang menjadi kebutuhan pribadi maupun keluarga.

Poin pertama yang saya catat dalam diskusi ini: ada banyak cara kita mengelola sampah, bisa dimulai dengan memilih dan memilah. Memilih mana yang bisa didaur ulang, membuatnya menjadi bentuk lain (kompos atau eco enzyme). Kemudian yang memang tidak bisa digunakan lagi, masih bisa disetorkan kepada pengumpul sampah sejenis (contohnya popok sekali pakai yang sudah dibersihkan, dan sebagainya).

Selain itu, ada cara lain agar kita tidak ikut berkontribusi pada penumpukan sampah. Misalnya dengan memanfaatkan barang pakai sesuai kebutuhan. Jika bisa, utamakan barang yang masih ada dan layak digunakan. Kalau tidak bisa, atau memang butuh (contohnya baju acara tertentu atau barang yang dibutuhkan sementara seperti peralatan bayi berupa stroller, ayunan, sepeda balita), ada opsi untuk memakai jasa sewa. Ini akan berdampak langsung pada pengurangan konsumsi yang berimbas pada lingkungan.

Selanjutnya, kita perlu memikirkan residu dari sisa makanan, barang, atau dari barang bekas pakai. Dengan memikirkannya secara sadar, kita bisa lebih mawas diri dan mempertimbangkan langkah dalam mengambil keputusan sehari-hari.

Selain diskusi, di acara kali ini juga diadakan tukar buku antarpeserta yang hadir (Sumber: @bukuberjalan.id)

Di samping acara diskusi, Festival Buku Berjalan juga mengadakan Temu Buku Spesial. Para peserta diberikan waktu selama kurang lebih 1 jam untuk membaca dan memberikan ulasan dan menyampaikan isi buku yang sudah dibaca dalam waktu tersebut. Disediakan juga Drop Book untuk peserta yang membawa buku layak baca, dan Tukar Buku Spesial dengan peserta lain jika menghendaki untuk saling bertukar. Kegiatan yang berlangsung dimulai pukul 09.00 WIB selesai pada pukul 14.25.

Para peserta yang hadir dan beruntung, mendapatkan berbagai hadiah menarik. Isinya berupa buku catatan yang berdesain kustom seperti sampul buku nikah, voucher, dan buku-buku menarik. Kehadiran di Festival Buku Berjalan menjadikan saya sadar dan merasa ada sesuatu yang mengisi bagian kosong dalam diri saya.

Walau dengan kemudahan bersosialisasi melalui sosial media, kegiatan tatap muka dan acara secara langsung memberikan dampak positif dan lebih terasa efeknya dalam diri. Secanggih apapun teknologi, kegiatan-kegiatan semacam ini tetap perlu dan harus ada dalam kehidupan sosial manusia. [Okta – Depok, 5/05/2024]

Tags: eventfestival bukuforum buku berjalanliterasireportase
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kandang Menjangan Menggugat dan Puisi Lainnya

Next Post

Lelaki Tua yang Dipermainkan Nasib

Oktafiani Larasati

Oktafiani Larasati

Tim Media Sosial Metafor

Artikel Terkait

Mempersenjatai Trauma: Strategi Jahat Israel terhadap Palestina
Reportase

Mempersenjatai Trauma: Strategi Jahat Israel terhadap Palestina

27 November 2025

—Selama lebih dari tujuh dekade, rakyat Palestina hidup dalam realitas yang suram. Mereka mengalami perpaduan maut antara pendudukan militer, pemutusan...

Antony Loewenstein: “Mendekati Israel adalah Kesalahan yang Memalukan bagi Indonesia”
Reportase

Antony Loewenstein: “Mendekati Israel adalah Kesalahan yang Memalukan bagi Indonesia”

24 November 2025

YOGYAKARTA— Genosida Israel terhadap Palestina kembali menjadi pusat perhatian global setelah gelombang kekerasan pasca 7 Oktober 2023. Serangan Israel memicu...

Going Ohara #2: Ketika One Piece Menjelma Ruang Serius Ilmu Pengetahuan
Reportase

Going Ohara #2: Ketika One Piece Menjelma Ruang Serius Ilmu Pengetahuan

29 July 2025

Sulit dibayangkan sebelumnya bahwa sebuah manga asal Jepang bisa menjadi bahan diskusi serius dalam forum akademik luar ruangan dan komunitas,...

Siasat Bersama Wong Cilik dan Upaya Menginsafi Diri: Sebuah Perjamuan dengan Sindhunata
Reportase

Siasat Bersama Wong Cilik dan Upaya Menginsafi Diri: Sebuah Perjamuan dengan Sindhunata

15 June 2025

"Rasionalitas mitos itu jangan disepelekan." —Sindhunata, Mahanani, 4 Juni 2025 Saat Romo Sindhu mengucapkan itu, seketika saya terhenyak. Sedikit merinding....

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Jejak Akhir Tahun Menuju Tahun Baru Api. Kasus di Akhir Tahun

Jejak Akhir Tahun Menuju Tahun Baru Api

12 January 2021
Menyikapi Pemikiran Barat Seperti Jamaluddin al-Afghani

Menyikapi Pemikiran Barat Seperti Jamaluddin al-Afghani

31 January 2022
Gambar Artikel Tabiat Arunika dan Kotak Pandora

Tabiat Arunika dan Kotak Pandora

24 November 2020
Menulis sebagai Aktivitas Produksi Pengetahuan

Menulis sebagai Aktivitas Produksi Pengetahuan

30 January 2021
Pelabuhan Terakhir dan Puisi Buatmu

Pelabuhan Terakhir dan Puisi Buatmu

27 July 2021
Surat dari Sekar

Surat dari Sekar

10 November 2021
Sastra: Sebuah Jalan Ritmis Menjadi Manusia

Sastra: Sebuah Jalan Ritmis Menjadi Manusia

1 September 2021
Ketipu Diri Sendiri Saat Bermedsos

Ketipu Diri Sendiri Saat Bermedsos

12 September 2021
Melankolia Perjalanan Musim

Melankolia Perjalanan Musim

5 July 2021
Beberapa Adegan di Balik Pintu yang Tak Terkunci

Beberapa Adegan di Balik Pintu yang Tak Terkunci

7 February 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (226)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (145)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.