• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Thursday, 15 October 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Event Reportase

Membangun Literasi Peduli Bumi: Festival Buku Berjalan

Perayaan 4 Tahun Forum Buku Berjalan

Oktafiani Larasati by Oktafiani Larasati
5 May 2024
in Event, Reportase
0
Membangun Literasi Peduli Bumi: Festival Buku Berjalan

Festival Buku Berjalan di Gramedia Matraman (Oktafiani Larasati/dok.pribadi)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

JAKARTA – Minggu, 5 Mei 2024, Forum Buku Berjalan merayakan 4 tahun komunitasnya. Sejak berdiri, komunitas ini berperan sebagai media saling dukung sesama pembaca buku. Di ulang tahun kali ini, mereka mengadakan “Festival Buku Berjalan”. Acara diselenggarakan di Function Room, Gramedia Matraman, dengan tema: “Membangun Literasi Peduli Bumi”.

Di acara ini pula Forum Buku Berjalan mengadakan diskusi tentang Eko-Literasi, perihal lingkungan dan upaya mencari sudut pandang lain terkait hal-hal yang dekat dengan kehidupan kita.

Sebagai contoh, saya menyimak hal baru: ternyata di bumi yang sudah ada 7 Miliar manusia, masih banyak permasalahan sehari-hari yang kompleks. Salah satunya adalah tata cara pengelolaan sampah dan penggunaan barang atau benda yang menjadi kebutuhan pribadi maupun keluarga.

Poin pertama yang saya catat dalam diskusi ini: ada banyak cara kita mengelola sampah, bisa dimulai dengan memilih dan memilah. Memilih mana yang bisa didaur ulang, membuatnya menjadi bentuk lain (kompos atau eco enzyme). Kemudian yang memang tidak bisa digunakan lagi, masih bisa disetorkan kepada pengumpul sampah sejenis (contohnya popok sekali pakai yang sudah dibersihkan, dan sebagainya).

Selain itu, ada cara lain agar kita tidak ikut berkontribusi pada penumpukan sampah. Misalnya dengan memanfaatkan barang pakai sesuai kebutuhan. Jika bisa, utamakan barang yang masih ada dan layak digunakan. Kalau tidak bisa, atau memang butuh (contohnya baju acara tertentu atau barang yang dibutuhkan sementara seperti peralatan bayi berupa stroller, ayunan, sepeda balita), ada opsi untuk memakai jasa sewa. Ini akan berdampak langsung pada pengurangan konsumsi yang berimbas pada lingkungan.

Selanjutnya, kita perlu memikirkan residu dari sisa makanan, barang, atau dari barang bekas pakai. Dengan memikirkannya secara sadar, kita bisa lebih mawas diri dan mempertimbangkan langkah dalam mengambil keputusan sehari-hari.

Selain diskusi, di acara kali ini juga diadakan tukar buku antarpeserta yang hadir (Sumber: @bukuberjalan.id)

Di samping acara diskusi, Festival Buku Berjalan juga mengadakan Temu Buku Spesial. Para peserta diberikan waktu selama kurang lebih 1 jam untuk membaca dan memberikan ulasan dan menyampaikan isi buku yang sudah dibaca dalam waktu tersebut. Disediakan juga Drop Book untuk peserta yang membawa buku layak baca, dan Tukar Buku Spesial dengan peserta lain jika menghendaki untuk saling bertukar. Kegiatan yang berlangsung dimulai pukul 09.00 WIB selesai pada pukul 14.25.

Para peserta yang hadir dan beruntung, mendapatkan berbagai hadiah menarik. Isinya berupa buku catatan yang berdesain kustom seperti sampul buku nikah, voucher, dan buku-buku menarik. Kehadiran di Festival Buku Berjalan menjadikan saya sadar dan merasa ada sesuatu yang mengisi bagian kosong dalam diri saya.

Walau dengan kemudahan bersosialisasi melalui sosial media, kegiatan tatap muka dan acara secara langsung memberikan dampak positif dan lebih terasa efeknya dalam diri. Secanggih apapun teknologi, kegiatan-kegiatan semacam ini tetap perlu dan harus ada dalam kehidupan sosial manusia. [Okta – Depok, 5/05/2024]

Tags: eventfestival bukuforum buku berjalanliterasireportase
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kandang Menjangan Menggugat dan Puisi Lainnya

Next Post

Lelaki Tua yang Dipermainkan Nasib

Oktafiani Larasati

Oktafiani Larasati

Tim Media Sosial Metafor

Artikel Terkait

Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
Reportase

Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra

30 September 2026

Kukuh Basuki dan Etgar Gelegar maju ke panggung. Tata letak dan sorot lampu malam itu tampak seperti konser akan segera...

Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
Reportase

Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo

29 September 2026

“Kalau ingin tahu tentang saya, tanyalah ke Taufiq Ismail. Dia lebih tahu daripada anak-anak saya.” Begitu ucapan Mohammad Diponegoro, dalam...

Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
Reportase

Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”

28 September 2026

“Engkau memang diburu, tapi bukan pelarian. Aku memang dipenjara, tapi bukan manusia kurungan.” Luna Kharisma membacakan kalimat itu untuk menggambarkan...

Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
Reportase

Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus

27 September 2026

Kala itu, setiap keluarga orang Jepang mendapat jatah lima liter beras. Sementara bumiputera hanya kecipratan satu setengah liter. Lalu, dalam...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Kebanyakan Fafifu

Kebanyakan Fafifu

3 May 2021
Jalan Keluar Atas Jebloknya Matematika

Jalan Keluar Atas Jebloknya Matematika

23 June 2026
Membaca Pikiran Atheis Sam Harris: Manusia Bebas atau Terjajah Selera?

Membaca Pikiran Atheis Sam Harris: Manusia Bebas atau Terjajah Selera?

19 April 2022
Gambar Artikel Puisi Dengan Angin

Dengan Angin

19 January 2021
Public Speaking Bukan Hanya Keterampilan Orang Terpelajar

Public Speaking Bukan Hanya Keterampilan Orang Terpelajar

4 April 2023
Membaca Rute Evolusi Otak Kita

Membaca Rute Evolusi Otak Kita

4 March 2026
Kultur Musiman

Kultur Musiman

1 October 2021
Proses Menuju dan Lika-Liku Menjalani Hidup di Jerman

Proses Menuju dan Lika-Liku Menjalani Hidup di Jerman

17 December 2021
Gambar Artikel Kesetaraan atau Keadilan

Kesetaraan atau Keadilan?

31 December 2020
Aku Merangkum Desember

Aku Merangkum Desember

30 March 2024
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Kebiasaan Masa Kecil dan Puisi Lainnya
  • 100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
  • Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya
  • Tuba dan Hal-Hal yang Mungkin Nanti
  • Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (73)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (60)
  • Metafor (239)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (151)
    • Resensi (24)
  • Milenial (55)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (19)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (71)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (20)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.