• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Thursday, 15 October 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Perihal Kelahiran

:untuk Emeline

Eri Setiawan by Eri Setiawan
26 November 2021
in Puisi
0
Perihal Kelahiran

https://unsplash.com/photos/ABrC7X4_gLY

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

telah masanya rahim sang ibu
tak lagi menjadi tempurung bagimu, kekasih
suara yang menggema dari ruang kecemasan
telah menyebabkan desahan paling manis
muncul dari mulut mataku
yang sempat mengatup,
membuka doa-doa paling albab
sepanjang perhelatan senja

kini, kekasih,
kau telah turun membawa sepotong cahaya dari dinding firdaus
beserta wewangian bunga-bunga zunaira
lalu mengembuskannya pada lorong-lorong pekat-sunyi
yang telah cukup lama bersemayam di ceruk batinku

aku pun tersungkur
sebidang keningku terbentur
kurekatkan syukur kepada sujud paling ilahi
beriringan dengan degup al-fatihah
yang menggebu-gebu serupa tangis jelitamu.

Purwokerto, Juni 2021.

 

Perihal Doa-Doa
: untuk Emeline

doa-doa untukmu, kekasih
adalah rayuanku yang paling kudus kepada Tuhan
tiadalah masygul, kurapalkan ayat-ayat
keselamatan, kegembiraan, kekuatan, dan ketidakresahan
lewat sujud yang menggelugut
pada tiap-tiap mengulur selembar sajadah

pun, pada kedua telingamu yang memerah serupa batinku yang rekah
jadilah sekuntum bunga segar di antara keringnya daun-daun
jadilah suara nyaring di antara senyapnya kesepian-kesepian
jadilah sehimpun hujan di antara tanah-tanah yang pecah
dan jadilah senyum di antara gugurnya bunga-bunga

sekali lagi, kekasih
doa-doa untukmu adalah rayuanku yang paling kudus kepada Tuhan
ialah mantra-mantra paling ilahi
yang tak pernah sempat kehabisan kata-kata.

Purwokerto, Juni 2021.

Tags: perihal doaperihal kesepianpuisi kesepian
ShareTweetSendShare
Previous Post

Upaya Menemukan Kepastian Hidup Ala Spinoza

Next Post

Fenomena ‘Ngapak’

Eri Setiawan

Eri Setiawan

Guru di SMPN 2 Pangadegan, Purbalingga. Pria kelahiran Banjarnegara ini aktif bergelut di KPI.

Artikel Terkait

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya
Puisi

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

26 August 2026

Kematian di Pulau Kosong Di pulau yang tak lagi mengenal jejak kaki kematian duduk serupa air pasang yang kehilangan laut...

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari...

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pencarian di Sudut Rindu

Pencarian di Sudut Rindu

1 December 2021
Sandalku Dicuri Tuhan | Puisi-puisi Widya Prayoga T.

Sandalku Dicuri Tuhan | Puisi-puisi Widya Prayoga T.

24 May 2023
Gambar Artikel Tuntunan atau Tips Merayakan Valentine untuk Jomblo

Tuntunan Merayakan Bulan Asmara ala Jomblo

17 February 2021
Apa Tidak Eman-eman?

Apa Tidak Eman-eman?

1 March 2021
Heliofilia: Narasi Psikopat dan Kemuraman Berlapis

Heliofilia: Narasi Psikopat dan Kemuraman Berlapis

22 July 2021
Kriminalitas Jalan Pintas Keterdesakan

Kriminalitas Jalan Pintas Keterdesakan

7 December 2021
Gambar Artikel Habis Sudah Setahun

Habis Sudah Setahun

31 December 2020
Gambar Artikel Flow di Era Sosmed Efek Dahsyat Mengikat Makna

Flow di Era Sosmed; Efek Dahsyat Mengikat Makna

6 November 2020
Istirahat dan Pelukan Ibu

Istirahat dan Pelukan Ibu

29 June 2022
Gambar Artikel Senyuman Malaikat Maut

Senyuman Malaikat Maut

20 December 2020
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • 100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
  • Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya
  • Tuba dan Hal-Hal yang Mungkin Nanti
  • Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss
  • Tunggul

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (73)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (60)
  • Metafor (238)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (150)
    • Resensi (24)
  • Milenial (55)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (19)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.