• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Monday, 26 October 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Milenial

Berteman dengan Kegagalan

Refina Elfariana D. by Refina Elfariana D.
7 May 2022
in Milenial, Tips dan Trik
0
Berteman dengan Kegagalan

Getty Images

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Hello sobat meta, tulisan ini untuk calon orang hebat yang saat ini masih gagal, siapapun kalian, saya yakin kalian adalah pemilik masa depan. Hehe, terkesan berlebihan, bukan? Tapi itu tidak masalah, terkadang semangat juga dipicu oleh kalimat-kalimat ngasal yang keluar saat lagi kesenengan.

Kalau bicara soal kegagalan, sepertinya semua orang pernah merasakannya. Dan setiap dari kita memiliki cara yang berbeda dalam menyikapinya. Tidak jarang kegagalan menjadi cambukan bagi sebagian orang agar mampu berlari lebih kencang, namun banyak juga yang masih menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk menghentikan langkah kaki mereka. Nah, di sini saya coba suguhkan buat sobat meta tips yang gampang diterapkan mengenai cara menyikapi sebuah kegagalan.

Tips Melihat Kegagalan

Untuk kita yang hari ini masih memandang kegagalan hanya memberikan dampak negatif dalam perjalanan hidup, mari menyelami kalimat-kalimat ini. Semoga bisa membuka hati dan membuat kita berani menghadapi banyak hal.

Pertama, kegagalan itu adalah sebuah kewajaran.  Bukankah sudah menjadi kodrat bahwa kehidupan selalu memiliki dua sisi? Baik dan buruk. Senang dan sedih. Kiri dan kanan. Aku dan kamu (misalnya, lho). Begitu pula sukses dan gagal. Mungkin slogan yang sudah tidak asing ini benar, bahwa “jika kita ingin menikmati sebuah kesuksesan, kita pun harus siap merasakan pedihnya sebuah kegagalan.”

Kedua, gagal adalah tanda bahwa kita sudah berani. Hei, kamu itu hebat! Karena kegagalan adalah milik mereka yang berani mengambil keputusan dan memanfaatkan kesempatan serta berani keluar dari zona nyaman. Bayangkan saja kalau kamu tidak memilih untuk mencoba, maybe kamu tidak akan pernah tau bagaimana caranya belajar hal baru. Karena sejatinya kegagalan adalah pelajaran.

Dan gagal itu bagian dari proses kita untuk tumbuh. Berani gagal itu artinya kita sudah selangkah lebih jauh dari mereka yang memilih berdiam diri di kamar sambil rebahan–umpamanya, lho.

Ketiga, kegagalan bukanlah penentuan akhir. Ya, masih seringkah kita berfikir kalau kegagalan adalah akhir? Jika hal itu ada di pikiranmu, coba ubah mindset-mu! Karena kamu akan kalah jika masih mudah terbawa perasaan dan berlarut-larut dalam menghadapi sebuah kegagalan, karena calon orang sukses hanya menganggap kegagalan sebuah batu kerikil di jalan, yang tidak memberi impact besar di perjalanan.

Kegagalan juga bukan penentu bagaimana akhir dari perjalananmu. Ibaratkan saja kegagalan itu memberi ruang untuk kamu sedikit mundur agar dapat berlari lebih kencang.

Keempat, jadikan kegagalan sebagai motivasi. Ini penting! Ternyata orang-orang hebat selalu menjadikan kegagalan sebagai batu loncatan. Mereka akan belajar dari sebuah kegagalan, karena jika terus-terusan berhasil kita tidak akan pernah tau caranya berdamai dengan diri ketika hasil tak sesuai ekspetasi.

Kegagalan sebagai Teman Perjalanan

Ya, ternyata gagal tidak akan jadi masalah besar ketika kita bisa melihatnya dari sisi positif. Gagal tidak akan jadi hal memalukan kalau kita tau caranya menyikapi keadaan. Dan ini hanya soal waktu. Kita hanya perlu terus berusaha. Buktikan kalau kegagalan adalah awal dari kesuksesan dalam setiap perjalanan hidup seseorang.

Jika hari ini kita masih menemui kegagalan yang membuat kita ingin marah dan menyalahkan diri, maka bernafaslah dengan panjang. Lalu katakan: “It’s okey, kamu sudah melalukan yang terbaik yang kamu bisa, kamu hanya perlu mencobanya lebih keras lagi.”

Percayalah orang sukses tidak tumbuh dari buaian kenyamanan maupun manisnya sebuah keberhasilan. Orang sukses adalah mereka yang tumbuh dari pahit-asam-garam-merica kehidupan (heuheu), termasuk naik dan turunnya volume kehidupan.

For everything you do, kamu tidak perlu menjadi yang terbaik, karena kamu tidak sedang berada di perlombaan hidup. Apalagi sampai membandingan diri dengan orang lain. Tidak usah. Ingatlah, bahwa yang pantas untuk jadi pembanding adalah dirimu di hari kemarin, demi menjadi dirimu di hari esok yang lebih baik lagi.

Tidak harus terburu-buru, pelan-pelan saja, tidak apa. Kita tidak sedang berlomba dengan siapa pun!

Sekarang, mari menjadikan kegagalan sebagai teman, yang tidak perlu khawatir jika bertemu di persimpangan jalan. Kalau perlu, boleh lah berjabat tangan sembari mengatakan, “senang bisa berjumpa, semoga setelah ini kau banyak memberi pelajaran.”

Let’s try! Berteman dengan kegagalan sebanyak-banyaknya. Karena setiap cerita sukses selalu ada part yang mempertemukan kita dengan sebuah kegagalan.[Ed. MnW]

Tags: kegagalanmilenialmotivasiself-developmenttips dan trik
ShareTweetSendShare
Previous Post

Takbiran Buruh, Hardiknas Ki Hadjar Dewantara dan Lebaran Pascapandemi

Next Post

Istirahat dan Pelukan Ibu

Refina Elfariana D.

Refina Elfariana D.

Penulis Asal Bojonegoro, Jatim. Sedang menempuh S1 di Ilmu Komunikasi UINSA. Kerap menulis di platform digital. Bisa disapa di IG: @rfn_ed.

Artikel Terkait

Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
Kelana

Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya

3 October 2026

Suapan pertama spaghetti di tanah kelahirannya justru membuat saya ingin buru-buru mencari air putih. Syukurnya, cappuccino asli Italia berhasil melipur...

Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss
Kelana

Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss

12 September 2026

Senin, 10 Agustus 2026, empat diaspora Indonesia di Swiss; LasmaKuhn Sihotang, Susie Lehmann, Krisna Diantha dan saya berziarah ke makam...

Dari Jakarta ke Borobudur: 20 Hari Jalan Kaki
Kelana

Dari Jakarta ke Borobudur: 20 Hari Jalan Kaki

8 August 2026

Akhir Juni 2026 lalu, aku menyeberang dari Swiss ke kota Konstanz di tepi Bodensee, Jerman, untuk bertemu Mohammad Zaim. Sebelumnya...

Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
Kelana

Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven

27 February 2026

Awal Februari 2026, saya berkesempatan untuk menjajakan kaki di benua biru, tepatnya di negara yang begitu terkenal akan produk cokelatnya:...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Surat Terbuka untuk Sunyi

Surat Terbuka untuk Sunyi

15 February 2021
Di Balik Prokrastinasi: Naluri Purba Vs Tuntutan Zaman

Di Balik Prokrastinasi: Naluri Purba Vs Tuntutan Zaman

31 October 2025
Gambar Artikel Pengarang Feminis

Pengarang Feminis

9 January 2021
Gambar Artikel Monolog : Bersama Sangkala, Menuju Tiada

Monolog: Bersama Sangkala, Menuju Tiada

1 November 2020
Menemui Emosi dari Diri

Menemui Emosi dari Diri

20 August 2021
Jika Pulang Selalu Tentang Pergi

Jika Pulang Selalu Tentang Pergi

22 June 2021
Saung

Saung

28 April 2026
Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss

Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss

12 September 2026
Konsep Cahaya Menurut Suhrawardi dalam Epistimologi Ishraqi (Tasawuf Falsafi)

Konsep Cahaya Menurut Suhrawardi dalam Epistimologi Ishraqi (Tasawuf Falsafi)

20 April 2022
Di Bandara Boston ke Jenewa dan Puisi Lainnya

Di Bandara Boston ke Jenewa dan Puisi Lainnya

21 December 2023
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Kebiasaan Masa Kecil dan Puisi Lainnya
  • 100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
  • Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya
  • Tuba dan Hal-Hal yang Mungkin Nanti
  • Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (73)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (60)
  • Metafor (239)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (151)
    • Resensi (24)
  • Milenial (55)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (19)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (71)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (20)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.