• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Wednesday, 14 October 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Resensi

Ayangophobia pada Buku “Manusia Adimanusia”

Muhammad Habibullah by Muhammad Habibullah
6 March 2022
in Resensi
0
Ayangophobia pada Buku “Manusia Adimanusia”

Foto dari penulis

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Buku yang saya pegang ini berjudul lengkap “Manusia Adimanusia: Sebuah Komedi dan Sebuah Filsafat”, salah satu mahakarya Bernard Shaw yang begitu apik. Gaya penulisan Shaw menggunakan model dialog antartokoh dan menggunakan alur maju. Ada beberapa tokoh penting di dalamnya yaitu: Pak Ramsden, Octavius, Tanner, dan Annie.

Ramsden adalah teman lama ayahnya Annie dan seorang bapak-bapak yang kata dia sendiri berpikiran paling maju pada masa muda hingga masa tuanya. Sementara Octavius, Tanner, dan Annie adalah pemuda-pemudi dan sahabat karib dalam alur cerita. Pada putaran konflik pertama, Annie adalah sosok wanita yang baru saja yatim. Kemudian yang menjadi masalah adalah mendiang ayahnya mewasiatkan bahwa Pak Ramsden dan Tanner yang merupakan sahabat kecil Annie menjadi wali Annie.

Dalam hal ini, Pak Ramsden yang sejak awal sudah membenci Tanner ia mengajak diskusi Tanner dan Annie siapa yang berhak menjadi wali tunggal. Karena ini menyangkut kehidupan Annie, maka Pak Ramsden dan Tanner menyerahkan keputusan di tangan Annie, siapa yang berhak menjadi walinya. Namun rencana Pak Ramsden dan Tanner tidak berjalan mulus. Sebab si Annie ini tipikal perempuan yang taat, pasrah, dan berbakti kepada orang tuanya. Ia tidak sanggup memilih wali di antara keduanya, karena ini merupakan wasiat terakhir dari sang ayah.

Lalu pada putaran konflik yang kedua. Octavius si pemuda yang baik hati nan pintar ini, tergila-gila pada Annie. Dalam dialog dan gerak-gerik mereka berdua tampak sebagai dua insan yang saling mengasihi. Namun pada akhir ceritanya siapa yang menyangka bahwa si Annie lebih jatuh cinta pada Tanner.

Padahal, Tanner selalu mengatakan dan menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi di hadapan Annie bahwa Annie adalah sosok perempuan yang seperti ular boa yang suka memangsa, macan, gajah, dan laba-laba yang mengincar siapa saja untuk dimangsanya. Bahkan tak jarang Tanner adu debat dan menjelek-jelekkan Annie di hadapan Annie dan Octavius yang tergila-gila itu.

Tanner selalu mewanti-wanti Octavius agar tidak dimangsa oleh Annie. Tanner selalu mengungkapkan bahwa ia ingin menjadi manusia yang bebas (Adimanusia), tidak ada satu pun yang berhak memerintah atau memperbudaknya. Misalnya menikah. Ia menganggap bahwa pernikahan atau percintaan antara dua insan adalah sebuah belenggu.

Dia tidak pernah setuju dengan suatu ikatan pernikahan, karena ia merasa bahwa suatu pernikahan adalah suatu perangkap yang memperbudak dirinya dari sang kekasih. Ia harus mencari nafkah keluarga, tidak boleh main mata dengan perempuan lain, dan belenggu-belenggu lainnya yang ditimbulkan oleh sang kekasih. Karena itulah ia selalu menghindari sejauh mungkin perempuan-perempuan termasuk sahabatnya sendiri, Annie, terutama dalam urusan percintaan.

Pemikirannya yang demikian bukan tanpa dasar. Tanner pada masa remajanya adalah sosok yang gila cinta dan brutal. Dia selalu bercerita tentang kebejatannya pada Annie. Dan yang paling terakhir, Tanner berpacaran dengan salah satu sahabat Annie, dan yang mengacaukannya adalah si Annie karena diancam. Annie tahu betapa kebejatannya si Tanner, makanya ia berusaha menyelamatkan sahabat perempuannya itu dari tingkah polah Tanner.

Hingga kemudian, Tanner tahu bahwa yang mengacaukan percintaannya adalah Annie. Dan semenjak itulah ia sangat membenci Annie sekaligus dunia percintaan. Ia tidak mau lagi merasakan pedihnya sebuah percintaan. Ia hanya ingin merasakan keindahan-keindahan dan kenikmatan yang abadi. Ia juga mengatakan bahwa seorang kekasih pun yang cantik nan jelita, pada usia tuanya juga tidak akan cantik lagi. Dengan alasan itulah ia selalu lari dari sebuah percintaan itu.

Nah, dalam kisah ini si Tanner sebenarnya sedang mengalami Ayangophobia, yakni sebuah fobia yang ditimbulkan oleh ‘ayang’ (salah satu panggilan mesra kekinian). Ia mengidap penyakit ini sejak remaja hingga dewasa dan merubah jalan pikirnya secara total terhadap sebuah pertalian cinta. Namun siapa sangka, saya pun sebagai pembaca tidak pernah menduga bahwa pada akhir ceritanya Tanner dan Annie menikah.

Dan yang menjadi pemenang adalah Annie, karena saking kuatnya rasa cintanya pada Tanner yang selalu memperlakukannya dengan sangat tidak baik. Dan pada akhirnya Tanner mengaku kalah pada kuatnya cinta Annie. Lalu Octavius, dengan ke-gentle-annya, ia mengikhlaskan Annie pada sahabatnya sekalipun hatinya patah dan remuk.[]

 

Data Buku

Judul Buku: Manusia Adimanusia: Sebuah Komedi dan Sebuah Filsafat

Judul Asli: Man and Superman: A Comedy and A Philosophy

Penulis: George Bernard Shaw

Penerjemah: Akhmad Santoso

Penerbit: Narasi-Pustaka Promethea

Cetakan/Tahun/Tempat terbit: Cet. 1/ 2017/ Yogyakarta

Halaman: ii + 348 hlm.

Tags: Ayangophobia pada Buku “Manusia Adimanusia"bernard shawbukumanusia adimanusiaresensi
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pentingnya Literasi Kepribadian pada Buku Cerita Anak

Next Post

Tadabbur via Momentum Hujan

Muhammad Habibullah

Muhammad Habibullah

Penulis adalah Alumni PPM Al-Kautsar, Banyuwangi dan Mahasiswa Aqidah Filsafat Islam Uin Sunan Ampel Surabaya.

Artikel Terkait

Manusia dalam Sengkarut Jejaring Informasi
Resensi

Manusia dalam Sengkarut Jejaring Informasi

31 May 2026

Manusia, sebagai wujud paling aktual dari proses evolusi Homo sapiens, menjadi makhluk unggul di bumi era ini bukan karena ia...

Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
Resensi

Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara

3 April 2026

Memasuki tahun 2026 ini, kita sebagai bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan pelik. Lebih seperempat abad usia reformasi belum mampu...

Membaca Rute Evolusi Otak Kita
Resensi

Membaca Rute Evolusi Otak Kita

4 March 2026

Proses perkembangan otak dalam menghadapi adaptasi dari seleksi alam yang cukup kompleks satu per satu dapat dijelaskan oleh sains. Organ...

Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
Resensi

Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara

11 January 2026

Membaca Tango dan Sadimin (2019) karya Ramayda Akmal seperti menjelajah dari satu masalah ke masalah lainnya yang terserak dan tersebar...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Monolog Rayap Terbang di Lantai 13

Monolog Rayap Terbang di Lantai 13

18 May 2021
Gambar Artikel Aku dan Yogyakarta: Orang Kalah Berjubah Istimewa

Aku dan Yogyakarta: Orang Kalah yang Berjubah Istimewa

11 November 2020
Promothean

Promothean

1 February 2021
Minyak Goreng: Objek Doktrin Ekonomi Politik Klasik “Laissez-faire”

Minyak Goreng: Objek Doktrin Ekonomi Politik Klasik “Laissez-faire”

16 April 2022
Perjalanan Wahyu Nirwaktu

Perjalanan Wahyu Nirwaktu

11 January 2022
Stanza di Stasiun Juanda

Stanza di Stasiun Juanda

18 April 2021
Gambar Artikel Kenapa Bahasa Inggris untuk Anak SD tidak boleh Dianggap enteng

Kenapa Bahasa Inggris untuk Anak SD Tidak Boleh Dianggap Enteng

25 April 2021
Dalam Buku untuk Bersikap Mangap

Dalam Buku untuk Bersikap Mangap

11 February 2021
Nyala Lilin dan Puisi Lainnya

Nyala Lilin dan Puisi Lainnya

14 March 2022
8 Film Dokumenter yang Akan Membuatmu Lebih Sadar Isu Lingkungan

8 Film Dokumenter yang Akan Membuatmu Lebih Sadar Isu Lingkungan

23 March 2022
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • 100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
  • Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya
  • Tuba dan Hal-Hal yang Mungkin Nanti
  • Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss
  • Tunggul

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (73)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (60)
  • Metafor (238)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (150)
    • Resensi (24)
  • Milenial (55)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (19)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.