• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 17 April 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Bagaimana Laut Membuang Masa Kanak dan Remajamu?

Hendy Pratama by Hendy Pratama
25 February 2021
in Puisi
0
Bagaimana Laut Membuang Masa Kanak dan Remajamu?

https://unsplash.com/photos/1-9nfcJ7-Zk

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

di lautan, selalu ada

segala sesuatu yang terbuang

setelah jemari sungai gemar

menyeretmu ke dunia baru

 

laut menangkap yunus

yang dibuang kaum jahlul

musa membelah perut laut

dan membuang firaun

 

tapi, laut, katamu

kelak akan mencuri segala

sesuatu yang mati-matian

kita jaga. membuang hal

terbaik atau terburuk

pada kedalaman diri kita

 

kini, laut memapahmu

melucuti masa kanak

membuang remajamu

 

dalam dirinya, kau jadi asing

menjadi seseorang yang tak

seperti tubuh dan dirimu

 

2020

kangen

 

siang ini

ada kangen yang meleleh

tumpah

ruah

mengalir

dari jendela mataku

menuju selokan yang mampat

 

2018-2020

 

 

stetoskop

 

alat medis itu gagal menerjemahkan

detak jantungku, juga kesadaranku

ketika sepasang matamu bertamu

ke lubuk hatiku yang sepi dan sunyi

 

2020

 

 

di balik jendela

 

di balik jendela,

seorang perempuan mengintip

isak gerimis. pecahpecah

 

burungburung camar berteduh

di reranting masa lalu

 

lalu, perempuan itu

mengembuskan irisan napasnya

mengembun di kaca jendela

bayangbayang dirinya

 

gerimis di matanya

tak pernah sudah

 

2020

 

 

sebelum tidur

: susi yanti

 

kelak, dunia akan terbenam

di balik tebing matamu

waktu menghulu dari muara

mengalirkan arus kenyataan

menuju tiada. namun,

 

kantuk adalah peti kemas

yang meringkus lelahmu

 

dan, pada sebentang jalan

mungkin saja, o mungkin saja

gelombang & batu karang

menjegal mimpi-mimpimu

mulut ombak mengulum

sekoci cita-citamu. tetapi,

 

malam mewujud dermaga

bagi kaki yang letih berlayar

 

dan, senandung nina-bobo

bakal melabuhkan gemanya

ke pesisir telingamu. sebagai lagu

pengantar lelapmu

pengantar aku

dalam tidurmu

 

2021

Tags: di balik jendelakangenlaut membuang masa kanak dan remajamupuisisebelum tidurstetoskop
ShareTweetSendShare
Previous Post

Dongeng Pak Tua Menjangkau Cahaya

Next Post

M. Kasim: Pembuka Jalan Cerpen Indonesia

Hendy Pratama

Hendy Pratama

Lahir, di Madiun, 3 November 1995. Pegiat komunitas sastra Langit Malam dan Laskar Sastra Muda. Heliofilia merupakan buku kumpulan cerpen mutakhirnya.

Artikel Terkait

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Lelaki yang Melukis di Waktu Senggang

Lelaki yang Melukis di Waktu Senggang

4 December 2020
Bintang Kecil Tetaplah Bernyanyi

Bintang Kecil Tetaplah Bernyanyi

17 March 2021
Gambar Artikel Syahadat 12 Bar, Puisi Blues

Syahadat 12 Bar

22 January 2021
Tamu

Tamu

10 July 2022
Ya Afu, Ya Jingan!

Ya Afu, Ya Jingan!

12 July 2021
Sandalku Dicuri Tuhan | Puisi-puisi Widya Prayoga T.

Sandalku Dicuri Tuhan | Puisi-puisi Widya Prayoga T.

24 May 2023
Aku Pernah Melihatmu Tertidur

Aku Pernah Melihatmu Tertidur

17 May 2021
Menulis sebagai Aktivitas Produksi Pengetahuan

Menulis sebagai Aktivitas Produksi Pengetahuan

30 January 2021
Ada Nafas Sahara di Hutan Amazon

Ada Nafas Sahara di Hutan Amazon

30 April 2023
Gambar Artikel Kutukan Ilmu dan Tipologi Ulama Menurut Al-Ghazali

Kutukan Ilmu dan Tipologi Ulama Menurut Al-Ghazali

10 December 2020
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (226)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (145)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.