• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Saturday, 31 October 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

S Mandah Syakiroh by S Mandah Syakiroh
13 June 2026
in Puisi
0
Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

Sumber ilustrasi: Pinterest

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK

saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel
sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari alfabet
meski lara yang menggelinding ke lereng gunung itu
adalah penghuni kepala yang tak kunjung lenyap

siang dan malam menjelma arloji yang bersembunyi.
dari balik pohonan cemara, sebuah nyala perlahan jatuh
menimpa jalan becek dan dada yang berdebar kencang:
rindu telah bertemu tempat pulang

seekor burung jalak membaca sebuah sajak
di pucuk cantigi, nyaring suaranya menyisir hutan
dalam kepala yang sesak dan pepak
terbang seluruh bimbang, redam belenggu kemerahan

senyap batu-batu memeluk lenguh tubuh
sebuah perjalanan tinggal dalam musim paling bersemi
dan gigil yang mengapung di atas legam malam
senantiasa melumat setiap gumam dan dendam

2026   

 

MATAMU BURUNG CAMAR 

sebelum musim dingin
mengapung di pucuk desa
matamu sergap mencatat
ribuan kilometer jarak tempuh

gema angin adalah suara lonceng
yang mendarat
ke pinggiran danau

lalu di hari itu
sepotong peta melingkar
di tubuhmu yang bernasib batu

tatkala subuh telah rawuh
lengang dan teguh.
perjalanan pun luruh
dalam dadamu yang terisi

penuh

2026

 

SEBUAH BUKU YANG KUBELI DENGAN HARGA CINTA

wajahmu mirip sebuah buku
yang sedari lama ingin kubawa pulang
lalu setiap malam kutimang
agar bulan tak tumbang
di antara mimpi-mimpi yang kerontang

dalam saku kemeja
harga dan pajak buku yang mabuk
berceracau sepenuh malam
tentang cinta yang baru saja lahir
di pangkuanku dengan malu-malu

sebuah buku yang kubeli
tak segan menempuh jalan panjang
menuju pintu rumahmu
yang disemaki rumput liar
dan kabut tebal

lewat angin yang kekanakan
dan ketuk jemari pelan-pelan
sebuah buku hendak melahirkan banyak hutan:
mengalir bening sungai,
juga mengalun siur pepohonan

2026

 

MANIFESTO PISAU

seekor laba-laba di dapur tua
     tangan kanannya menyibak ranjau
     tangan kirinya mendongak pisau 

ada tetes air laut dan getih bunga kamboja
dari lubang-lubang menuju jantungmu
barangkali kau lupa
pada sepasang bibir yang merangkai tajam duri
pada tetak jari-jari yang menggoyang jalur sunyi

rupa nganga daging di perutmu
ialah warisan sebuah sejarah
yang selalu disiram dengan sengap kepala
barangkali kau lupa
yang tersembunyi di balik dada
bisa pula membelah dengan penuh rencana

2026

 

ASA-ASA 

rebak wangi kembang dalam siar kabar,
seorang laki-laki bermelati
menyusur panjang altar
menuju pusat debar

pucuk punar genap melingkar
kemudian alon langkah
adalah nglangen daun-daun basah
dalam lantun barzanji

malaikat-malaikat mendarat
di ranting-ranting pohon randu
mencatat gigil batu-batu
juga haru biru

rebak wangi kembang dalam siar kabar,
seorang laki-laki bermelati
sebentar lagi menancap janji
ke jantung langit, ke jantung bumi

2026

Tags: metaforpuisis mandah syakirohsajaksastra
ShareTweetSendShare
Previous Post

Di Teras St. Carolus

Next Post

Jalan Keluar Atas Jebloknya Matematika

S Mandah Syakiroh

S Mandah Syakiroh

Lahir di Cirebon. Buku kumpulan puisinya: Sabda Mendung (2022) dan Prigel (2025). Sejumlah puisi lainnya disiarkan di beberapa media cetak dan daring. Saat ini tengah belajar menjadi seorang guru di Buntet Pesantren Cirebon. Bisa disapa melalui Instagram @pramandah

Artikel Terkait

Kebiasaan Masa Kecil dan Puisi Lainnya
Puisi

Kebiasaan Masa Kecil dan Puisi Lainnya

13 October 2026

Kebiasaan Masa Kecil masa kecil tak ingin kubayangkan lagi, menyesak tak berpihak membuatku terus-menerus terpencil sebagai anak kecil --hanya sebagai...

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya
Puisi

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

26 August 2026

Kematian di Pulau Kosong Di pulau yang tak lagi mengenal jejak kaki kematian duduk serupa air pasang yang kehilangan laut...

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Berada di Kota Antah-Berantah

Berada di Kota Antah-Berantah

5 May 2021
Bintang Kecil Tetaplah Bernyanyi

Bintang Kecil Tetaplah Bernyanyi

17 March 2021
Apakah Koruptor Layak di Dor?

Apakah Koruptor Layak di Dor?

7 February 2021
Menjadi Perempuan Berparas Cantik, Prioritas-kah?

Menjadi Perempuan Berparas Cantik, Prioritas-kah?

11 September 2021

Takbiran Buruh, Hardiknas Ki Hadjar Dewantara dan Lebaran Pascapandemi

2 May 2022
Gambar Artikel Lirih Menangis

Lirih Menangis

17 January 2021

Temu Buku dan Sesi Bincang Editor di Yogyakarta

10 March 2024
Gambar Artikel Keraguan dalam Keyakinan

Keraguan dalam Keyakinan

2 December 2020
Gambar Artikel Jempolmu, Harimaumu

Jempolmu, Harimaumu

2 November 2020
Dua Jam Sebelum Bekerja

Dua Jam Sebelum Bekerja

21 September 2025
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Kebiasaan Masa Kecil dan Puisi Lainnya
  • 100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
  • Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya
  • Tuba dan Hal-Hal yang Mungkin Nanti
  • Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (73)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (60)
  • Metafor (239)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (151)
    • Resensi (24)
  • Milenial (55)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (19)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (71)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (20)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.