SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK
saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel
sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari alfabet
meski lara yang menggelinding ke lereng gunung itu
adalah penghuni kepala yang tak kunjung lenyap
siang dan malam menjelma arloji yang bersembunyi.
dari balik pohonan cemara, sebuah nyala perlahan jatuh
menimpa jalan becek dan dada yang berdebar kencang:
rindu telah bertemu tempat pulang
seekor burung jalak membaca sebuah sajak
di pucuk cantigi, nyaring suaranya menyisir hutan
dalam kepala yang sesak dan pepak
terbang seluruh bimbang, redam belenggu kemerahan
senyap batu-batu memeluk lenguh tubuh
sebuah perjalanan tinggal dalam musim paling bersemi
dan gigil yang mengapung di atas legam malam
senantiasa melumat setiap gumam dan dendam
2026
MATAMU BURUNG CAMAR
sebelum musim dingin
mengapung di pucuk desa
matamu sergap mencatat
ribuan kilometer jarak tempuh
gema angin adalah suara lonceng
yang mendarat
ke pinggiran danau
lalu di hari itu
sepotong peta melingkar
di tubuhmu yang bernasib batu
tatkala subuh telah rawuh
lengang dan teguh.
perjalanan pun luruh
dalam dadamu yang terisi
penuh
2026
SEBUAH BUKU YANG KUBELI DENGAN HARGA CINTA
wajahmu mirip sebuah buku
yang sedari lama ingin kubawa pulang
lalu setiap malam kutimang
agar bulan tak tumbang
di antara mimpi-mimpi yang kerontang
dalam saku kemeja
harga dan pajak buku yang mabuk
berceracau sepenuh malam
tentang cinta yang baru saja lahir
di pangkuanku dengan malu-malu
sebuah buku yang kubeli
tak segan menempuh jalan panjang
menuju pintu rumahmu
yang disemaki rumput liar
dan kabut tebal
lewat angin yang kekanakan
dan ketuk jemari pelan-pelan
sebuah buku hendak melahirkan banyak hutan:
mengalir bening sungai,
juga mengalun siur pepohonan
2026
MANIFESTO PISAU
seekor laba-laba di dapur tua
tangan kanannya menyibak ranjau
tangan kirinya mendongak pisau
ada tetes air laut dan getih bunga kamboja
dari lubang-lubang menuju jantungmu
barangkali kau lupa
pada sepasang bibir yang merangkai tajam duri
pada tetak jari-jari yang menggoyang jalur sunyi
rupa nganga daging di perutmu
ialah warisan sebuah sejarah
yang selalu disiram dengan sengap kepala
barangkali kau lupa
yang tersembunyi di balik dada
bisa pula membelah dengan penuh rencana
2026
ASA-ASA
rebak wangi kembang dalam siar kabar,
seorang laki-laki bermelati
menyusur panjang altar
menuju pusat debar
pucuk punar genap melingkar
kemudian alon langkah
adalah nglangen daun-daun basah
dalam lantun barzanji
malaikat-malaikat mendarat
di ranting-ranting pohon randu
mencatat gigil batu-batu
juga haru biru
rebak wangi kembang dalam siar kabar,
seorang laki-laki bermelati
sebentar lagi menancap janji
ke jantung langit, ke jantung bumi
2026














