• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Saturday, 03 October 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

Januara by Januara
9 May 2026
in Puisi
0
Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

Sumber ilustrasi: Pinterest

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Aku melihat ayah, di sana

Aku melihat ayah
pada setiap wanita yang terikat kakinya
pada jalan-jalan mereka
yang terjal dan panjang.

Aku melihat ayah
pada jemari wanita
yang terluka
dan penuh kapalan;
yang hangat
dan menenangkan.

Aku melihat ayah
pada punggung wanita yang rapuh
tapi gemar berpura-pura tangguh,
dan pada tangis yang mengalir halus
meliuk molek di balik punggung.

 

Leila, 1

Aku melihat seorang wanita
yang bibirnya kehitaman
sebab tak pernah diberi
kecupan oleh kebahagiaan

Dari kepalanya
yang kebocoran
keluar angka-angka;
berhamburan
ke wajahnya
yang kesepian

 

Puisi hari ini

Sehabis berkehidupan
biasanya aku mampir ke taman kota
duduk berdua dengan puisi

Tapi
puisi tak hadir hari ini.

Kutanya pada tukang parkir,
“Ke mana puisi hari ini?”

“Sudah jadi pegawai negeri,
karena tak dapat gaji
dari menemani orang-orang yang bersedih.”

 

Teduh-berteduh

Andai
kau terlempar ke masa lalu
dan tak punya tempat untuk berteduh

Datanglah ke rumahku,
biar aku bisa berteduh
di bawah kedua kaki
yang ‘kan kupeluk dan kucium

 

Meromantisasi hujan di kota Medan

Saat ingin
bercumbu mesra
dan menghiasi hujan
dengan metafora

Seorang tukang becak
menabrak sopir angkot
di lampu merah.

Dan begitulah
seanjing hujan
yang kimak-kimak
tercipta.

 

Tak enak(an)

Aku tak enak
untuk menolak usik
dan berisik
yang kusimpan di kepala,
karena semua kantungku
sudah terisi
dengan sejenisnya.

Ke mana aku bisa pulang
dan membuangnya
tanpa dilihat siapa-siapa?

Di mana lagi
aku bisa bersembunyi
dari mereka
jika pintu-Mu
hanya untuk mereka
yang penuh dengan cinta.

 

Tags: januarametaforpuisisajaksastra
ShareTweetSendShare
Previous Post

Saung

Next Post

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

Januara

Januara

Penulis asal Medan, Sumatera Utara. Bisa disapa via Instagram @ja.nuara

Artikel Terkait

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya
Puisi

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

26 August 2026

Kematian di Pulau Kosong Di pulau yang tak lagi mengenal jejak kaki kematian duduk serupa air pasang yang kehilangan laut...

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari...

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Puasa Puisi: Perayaan Sastra Lintas Bahasa

Puasa Puisi: Perayaan Sastra Lintas Bahasa

31 March 2024
Gambar Artikel Lewat Tulisan Aku BerTuhan

Lewat Tulisan Aku BerTuhan

18 December 2020
Seni Memahami (Diri)

Seni Memahami (Diri)

11 April 2022
Anak-anak Afrika Sedang Makan di Warung Tegal

Anak-anak Afrika Sedang Makan di Warung Tegal

18 February 2024
Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

26 August 2026
Dalam Buku untuk Bersikap Mangap

Dalam Buku untuk Bersikap Mangap

11 February 2021
Gambar Artikel Tindak Korupsi di Mata Ahmad Hassan

Tindak Korupsi di Mata Ahmad Hassan

11 January 2021
Gambar Artikel Menemui Aku yang Aku

Menemui Aku yang Aku

5 November 2020
Gambar Makanan dan Orang Jawa

Makanan dan Orang Jawa

4 February 2021
Perihal Kelahiran

Perihal Kelahiran

26 November 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya
  • Tuba dan Hal-Hal yang Mungkin Nanti
  • Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss
  • Tunggul
  • Matinya Ratu Adil?
  • Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (72)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (59)
  • Metafor (238)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (150)
    • Resensi (24)
  • Milenial (54)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (18)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.