• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Saturday, 13 June 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

Efridus Rebo Ona by Efridus Rebo Ona
17 May 2026
in Puisi
0
Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

Sumber ilustrasi: Pinterest

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Bidikan Sangkar Baja

Bidikan sangkar baja,
Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas.
Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan

Bidikan sangkar baja,
Ujungnya pada langit biru.
Kau terlalu tinggal dalam rayuan pucuk awan,
Dan perlahan kau membiarkan Nasib datang.

Di suatu waktu yang kelam,
Kau terus hampiri Nasib yang salah.
Para pemburu memangkas ranting-ranting dedaunan,
Demi melihat penerbangan yang luas,
Dan menangkap burung-burung di udara yang jauh.

Burung-burung yang hidup dengan udara malam.
Kau melihat bulu-bulu dari dua mata udara,
Dengan sangkar baja kau membidiknya.
Suara bidikan menghampiri bulu duka.

Udara malam melepas napas yang elah.
Burung-burung meratapinya dengan sehelai bulu.
Kau menatap wajahnya dan tersaruk pergi.
Desar pun mengelilingi ranting dalam tangis.
Makin lama, tak terlihat.

 

Halaman Kosong

Aku hanya selembar kertas yang kusut,
Kosong halamannya.
Tapi kini kutulis syair-syair
Yang terus bersayembara.

Dan tak ada kata yang pertama
Dalam syair-syair itu.
Kini hanya sebuah tanda hitam
Menempel pada lembaran kusut itu.

Guyuran hujan berhamburan,
Menghilangkan syair-syair.
Aku hanya sebuah lembaran yang tak hilang,
Meskipun setetes jarum hujan
Terus mengkoyah,
Dan melacak semua syair-syair.

Pada saatnya semua akan kembali
Ke dalam permukaan.
Usai sudah semuanya.
Tiada lagi kata yang perlu kutulis.

Dalam lembaran kertas kusut,
Halamannya tinggal kosong.
Waktu sedang mencari untuk Kembali,
Sebagai kunang-kunang terbang merdeka
Kuasa malam.

Di dalam syair itu,
Telah kusiapkan ruang dan waktu untukmu.
Meskipun dari halaman kosong
Tak nyaman ditatap,
Kamu memiliki tatapan
Merusak syairku.

Coretan syair itu sempit
Menyapa bumi.

Sejumlah nama dan waktu kulukis
Untuk kukenang.

Waktu tak terkunci
Sejak awal mula.

Merdeka menaruh dalam sepih separuh.
Entah apa keluar dan masuk,
Padahal kau teramat sukar
Menempel pada lembaran kosong.

Tentulah lembaran jadi lengang.
Terasa, sebab waktu diam
Tak banyak bicara.

 

Benang Merah Kesunyian

Ibu, menggendong embun
Melintasi dermaga, merangkul kesunyian
Setelah hawa mengayomi duka,
Ia perlahan menggerakan tangan, menengok embun.

Menunggu langit biru
Menyentuh sehelai rambutnya.
Lalu bumi bergetar,
Menghilang di lubang telaga.

Menghembus napas petuah
Sebab awan kian bertebaran
Menangkap telinga yang memerah.
Di pinggir dermaga ia berhenti.

Menoleh pada wajah lesuh
Hingga sore tiba,
Matanya yang berkedip tetap bertahan di tepi sunyi.
Lalu ia meronta pada malam.

Kicau burung, bumi bergetar pada sunyi.
Melihat tubuh sebelum tali bergelung,
Menuntut kembali ke atap
Memberinya setapak benang merah,
Yang tak mengenal tubuh.

 

Tags: efridus rebo onametaforpuisisajaksastra
ShareTweetSendShare
Previous Post

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

Next Post

Manusia dalam Sengkarut Jejaring Informasi

Efridus Rebo Ona

Efridus Rebo Ona

Lahir di Nagekeo, Flores. Saat ini masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Di tengah kesibukan kuliah, ia berusaha untuk aktif dalam menulis sebagai bentuk ekspresi diri. Cerpennya telah dipublikasikan di media online, sementara puisi-puisinya juga telah dimuat di media daring serta dalam buku antologi puisi. Melalui karya-karyanya, ia berusaha mencoba menuangkan sudut pandang yang dapat dipubikasikan dan dibaca oleh banyak orang. Instagram: efen870

Artikel Terkait

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
Puisi

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

9 May 2026

Aku melihat ayah, di sana Aku melihat ayah pada setiap wanita yang terikat kakinya pada jalan-jalan mereka yang terjal dan...

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Kucing Liar

Kucing Liar

18 November 2020
Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar

Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar

21 October 2025
Gambar Artikel Aku dan Yogyakarta: Orang Kalah Berjubah Istimewa

Aku dan Yogyakarta: Orang Kalah yang Berjubah Istimewa

11 November 2020
Ada Apa dengan “Manusia Indonesia”?

Ada Apa dengan “Manusia Indonesia”?

22 March 2023
Bagaimana Laut Membuang Masa Kanak dan Remajamu?

Bagaimana Laut Membuang Masa Kanak dan Remajamu?

25 February 2021
Tadabbur via Momentum Hujan

Tadabbur via Momentum Hujan

6 March 2022
Pop Culture Buat Isti

Pop Culture Buat Isti

3 April 2021
Gambar Artikel Kasihan Manusia

Kasihan Manusia

4 November 2020
Pendidikan Psikosufistik dan Cara ‘Mengintip’ Kecerdasan Spiritual

Pendidikan Psikosufistik dan Cara ‘Mengintip’ Kecerdasan Spiritual

7 July 2021
Gambar Artikel Puisi Selamanya Laut. Kumpulan Puisi Faris Al Faisal

Selamanya Laut

14 January 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Di Teras St. Carolus
  • Manusia dalam Sengkarut Jejaring Informasi
  • Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
  • Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
  • Saung
  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (231)
    • Cerpen (59)
    • Puisi (147)
    • Resensi (24)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.