• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 09 October 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya

Salman Alade by Salman Alade
14 August 2025
in Puisi
0
Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya

Sumber ilustrasi: Pinterest

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya

setiap malam
ia menyetrika tubuhnya di depan kaca
mencari lipatan-lipatan
yang membuat lelaki itu malas pulang

dengan pelan
ia ratakan bekas luka persalinan
dan bekas jari lelaki yang kini hanya dikenangnya
di antara tumpukan sprei

namun tak ada setrika
yang bisa meluruskan
tubuh yang pernah dilipat oleh pengkhianatan

ia mencoba merapikan payudara kirinya
yang sudah lama tak dielus dengan cinta

lalu perutnya—
tempat anak-anak dulu tertidur,
kini hanya menjadi lembar kosong
tempat suaminya tak sudi menulis lagi

ia menyetrika,
seperti menahan air mata
yang hendak menguap
seperti suara lirih dalam dirinya
yang tak ingin lagi didengar

dan ketika akhirnya
tubuhnya terasa licin dan mulus kembali,
ia tahu—
cinta yang pulang
tidak pernah kembali
dengan pakaian yang sama.

—

 

Lubang yang Dikhianati

di ujung ranjang
ada lubang yang tidak ingin disentuh lagi
bukan karena ia bau
bukan karena ia longgar
tapi karena di dalamnya
tersimpan suara yang terus berkata:

“aku pernah kau sebut rumah.”

tapi kini kau lebih memilih
pelacur yang hanya tahu pintu,
bukan ruang tamu

—

 

Kenapa Mereka Tak Lagi Memandang Mata

karena mata
tidak bisa dilapisi krim pengencang
tidak bisa disuntik hormon
tidak bisa dibubuhi pewangi

mata
selalu menjadi saksi
tentang lelaki yang menjelajahi tubuh
tanpa pernah pulang pada hati

—

 

Pasangan di Ranjang Hotel

di kamar bernomor genap
seorang istri sah sedang ditiduri
oleh suaminya sendiri
tapi yang dipanggil bukan namanya

di ranjang itu,
mereka bukan pasangan
melainkan dua tubuh asing
yang saling berhutang orgasme

mereka tak saling bicara
karena hanya desah yang dibutuhkan
untuk menyamarkan
bahwa cinta telah lama keluar kamar

—

 

Obat Kuat Terbaik: Kejujuran

tidak ada yang lebih mengeras
dari hati yang mencinta sepenuhnya

tidak ada yang lebih basah
dari mata yang jujur menangisi
tubuh yang kian dijadikan komoditi

cinta tak butuh stamina
cinta hanya butuh keberanian
untuk tetap saling membuka diri
meski kulit mulai keriput
dan malam kian singkat

lelaki itu—
menyembunyikan pil di bawah bantal
seolah cinta bisa ditambah dosisnya
seperti menambah daya listrik
agar lampu tetap menyala sepanjang malam

perempuan itu—
menyemprotkan pewangi di celah paha
seolah surga bisa dibeli
dalam bentuk botol kecil berlabel “mawar putih”

padahal,
cinta sejati
tak pernah mempersoalkan
wangi atau tahan lama
tapi apakah setelah malam panjang,
kita masih mau saling melihat mata
tanpa merasa kalah?

dan bukankah
kejujuran adalah pelumas terbaik
dalam tubuh yang lelah
tapi tetap ingin pulang?

tak ada gel yang bisa mengganti percakapan
tak ada kapsul yang menyembuhkan diam

hanya kejujuran—
yang membuat tubuh rapuh
tetap ingin menyentuh
meski tak lagi sempurna

cinta,
seperti pohon tua
tak selalu rindang
tapi kau tetap ingin berteduh di bawahnya
karena rindunya tak dibuat-buat

 

(Yogyakarta, Juli 2025)

Tags: metaforpuisisajaksalman aladesastra
ShareTweetSendShare
Previous Post

Perjalanan Menuju Akar Pohon Kopi

Next Post

Merebut Kembali Kembang-Kembang Waktu dari Tuan Kelabu

Salman Alade

Salman Alade

Mahasiswa Doktoral Ilmu Pendidikan Bahasa, yang berasal dari Gorontalo dan sedang berdomisili sementara di Yogyakarta. Senang menulis puisi, sesekali menulis cerpen, esai, dan opini. Beberapa waktu terakhir, tertarik menulis dan meneliti buku cerita anak. Lebih sering menulis untuk bertanya daripada menjawab. Instagram: @salmenulis_

Artikel Terkait

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya
Puisi

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

26 August 2026

Kematian di Pulau Kosong Di pulau yang tak lagi mengenal jejak kaki kematian duduk serupa air pasang yang kehilangan laut...

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari...

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Di Balik Prokrastinasi: Naluri Purba Vs Tuntutan Zaman

Di Balik Prokrastinasi: Naluri Purba Vs Tuntutan Zaman

31 October 2025
Gambar Artikel Bias Kegelisahan dan Kenangan

Bias Kegelisahan dan Kenangan

17 November 2020

Temu Buku dan Sesi Bincang Editor di Yogyakarta

10 March 2024
Manusia dalam Sengkarut Jejaring Informasi

Manusia dalam Sengkarut Jejaring Informasi

31 May 2026
Gambar Artikel Kedalaman dan Sajak untuk Novel Baswedan

Kedalaman dan Sajak untuk Novel Baswedan

3 December 2020
Seni Memahami (Diri)

Seni Memahami (Diri)

11 April 2022
Membaca Rute Evolusi Otak Kita

Membaca Rute Evolusi Otak Kita

4 March 2026
Gambar Artikel Habis Sudah Setahun

Habis Sudah Setahun

31 December 2020
Gambar Artikel Kutukan Ilmu dan Tipologi Ulama Menurut Al-Ghazali

Kutukan Ilmu dan Tipologi Ulama Menurut Al-Ghazali

10 December 2020
Pencarian di Sudut Rindu

Pencarian di Sudut Rindu

1 December 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • 100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
  • Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya
  • Tuba dan Hal-Hal yang Mungkin Nanti
  • Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss
  • Tunggul

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (73)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (60)
  • Metafor (238)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (150)
    • Resensi (24)
  • Milenial (55)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (19)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.