• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Thursday, 15 October 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Event Reportase

Puasa Puisi: Perayaan Sastra Lintas Bahasa

Reportase pendek kegiatan kolaborasi Filosotoy dan Warung Sastra

Admin Metafor by Admin Metafor
31 March 2024
in Event, Reportase
0
Puasa Puisi: Perayaan Sastra Lintas Bahasa

sumber gambar: hasil tangkapan layar dari @warungsastra

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

METAFOR.ID – Jumat malam (29/03/2024) telah berlangsung kegiatan “Puasa Puisi feat Mantra-Mantra” hasil kolaborasi antara Filosotoy dan Warung Sastra di daerah Karangwaru, Yogyakarta. Acara tersebut berisi pembacaan puisi dari anggota komunitas Filosotoy maupun dari para audiens yang hadir di lokasi. Kegiatan tersebut bermaksud mengisi bulan puasa Ramadan dengan merayakan puisi bersama-sama.

Menariknya, komposisi lebih dari 30 tamu yang datang bukan hanya dari Yogyakarta saja, tetapi berasal dari banyak tempat, bahkan di luar Tanah Air. Ada yang dari Malang, Jakarta, Ciamis, Bekasi, Surabaya, hingga Portugal. Mayoritas kaum muda dan mahasiswa. Beberapa dari mereka menguji diri dengan maju untuk membacakan karya–baik gubahan sendiri maupun buah tangan sastrawan favorit.

perempuan maupun laki-laki ikut meramaikan acara “Puasa Puisi” diiringi alunan biola (gambar: dok.pribadi/mnw)

Sajak-sajak dan puisi-puisi yang dibacakan pun bersifat lintas-bahasa. Puisi bahasa Indonesia menjadi porsi paling banyak. Namun begitu, ada yang melantunkannya dalam bahasa Jawa dan bahasa Portugal. Juga dalam setiap pembacaan, para penampil akan ditemani oleh instrumen biola syahdu yang disekondani Kukuh Basuki.

Baik laki-laki maupun perempuan sama berkontribusi memeriahkan malam itu. Sebagian dari mereka mengaku baru pertama kali membacakan puisi di depan umum–sesuatu yang membuat tuan rumah mengapresiasi urun-suara dari mereka.

“Senang sekali perhelatan malam puisi bisa kembali berlangsung ramai. Ada banyak sekali puisi yang dilantunkan. Mulai dari puisi Indonesia, puisi Arab, puisi Portugal, sampai puisi Jawa. Apresiasi untuk teman-teman yang berani membaca puisi untuk pertama kali. Sungguh malam yang syahdu!” Tulis akun @warungsastra di unggahan Instagram.

Sumber: hasil tangkapan layar di Instagram @warungsastra

Komunitas Filosotoy sendiri (akun: @klubfilosotoy), sebagai informasi, adalah lingkar komunitas berbasis di Yogyakarta yang menjadi ruang berkumpul membedah buku, isu, wacana dan fenomena di meja tongkrongan. Acara “Puasa Puisi” kali ini adalah yang kedua–perhelatan pertama berlangsung 15 Maret 2024.

 

suasana dari sudut Warung Sastra (dok.warungsastra)

Sedangkan Warung Sastra adalah toko buku yang berdiri sejak 2017 dan memulai usahanya dari jual-beli buku secara daring. Kini toko buku yang dirintis Andre dan Bagus sedari fase akhir perkuliahan sarjana itu sudah memiliki tempat untuk dikunjungi dan menyediakan juga hidangan makanan, kopi, dan penyetan. Tagline usaha mereka: “buku, kopi dan penyetan”. Ruang temu yang cocok untuk bersitukar ide, menjalin kolaborasi, dan kerja-kerja literasi dan kebudayaan. Itu karena kita teringat tulisan Tan Malaka:

“Selama toko buku ada, selama itu pustaka bisa dibentuk kembali. Kalau perlu, dan memang perlu, pakaian dan makanan dikurangi”.

Tapi, ya, kalau sedang ada rezeki, mbok ya boleh banget beli kopi atau penyetan, biar perut sedikit terisi dan lebih kuat baca buku atau puisinya. Heuheu.*[MnW/29-03-2024]

 

Tags: filosotoykegiatan sastrapembacaan puisipuisireportasewarung sastrayogyakarta
ShareTweetSendShare
Previous Post

Aku Merangkum Desember

Next Post

Diri yang Tak Bersih dan Sejumlah Tegangan – Bagian 1

Admin Metafor

Admin Metafor

Artikel Terkait

Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
Reportase

Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra

30 September 2026

Kukuh Basuki dan Etgar Gelegar maju ke panggung. Tata letak dan sorot lampu malam itu tampak seperti konser akan segera...

Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
Reportase

Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo

29 September 2026

“Kalau ingin tahu tentang saya, tanyalah ke Taufiq Ismail. Dia lebih tahu daripada anak-anak saya.” Begitu ucapan Mohammad Diponegoro, dalam...

Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
Reportase

Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”

28 September 2026

“Engkau memang diburu, tapi bukan pelarian. Aku memang dipenjara, tapi bukan manusia kurungan.” Luna Kharisma membacakan kalimat itu untuk menggambarkan...

Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
Reportase

Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus

27 September 2026

Kala itu, setiap keluarga orang Jepang mendapat jatah lima liter beras. Sementara bumiputera hanya kecipratan satu setengah liter. Lalu, dalam...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Takbiran Buruh, Hardiknas Ki Hadjar Dewantara dan Lebaran Pascapandemi

Takbiran Buruh, Hardiknas Ki Hadjar Dewantara dan Lebaran Pascapandemi

2 May 2022
Puasa dalam Pandangan Budaya Pop dan Gejala Pseudo-Spiritualisme

Puasa dalam Pandangan Budaya Pop dan Gejala Pseudo-Spiritualisme

6 April 2022
Pengakuan

Pengakuan

11 March 2022
Gambar Artikel Romantisme Kopi Sachet Angkringan

Romantisme Kopi Sachet Angkringan

11 November 2020
Gambar Artikel Puisi Maret, Masihkah Kau Ingat Namaku

Maret, Masihkah Kau Ingat Namaku?

28 January 2021
Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains

Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains

12 February 2026
Istirahat dan Pelukan Ibu

Istirahat dan Pelukan Ibu

29 June 2022
Gambar Artikel Kritik dan Karya adalah Sebuah Niscaya

Kritik dan Karya adalah Sebuah Niscaya

1 December 2020
Gambar Artikel Jempolmu, Harimaumu

Jempolmu, Harimaumu

2 November 2020
Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • 100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
  • Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya
  • Tuba dan Hal-Hal yang Mungkin Nanti
  • Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss
  • Tunggul

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (73)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (60)
  • Metafor (238)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (150)
    • Resensi (24)
  • Milenial (55)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (19)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.