• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 09 October 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Mawar Hitam Praja Buana

Nafi’ Syaifuddin by Nafi’ Syaifuddin
29 April 2021
in Puisi
0
Mawar Hitam Praja Buana

https://unsplash.com/photos/7hj3VwbdI_o

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Perdu hias yang menjalari peri persinggahanku

Tumbuh ranum menjadi bunga latar di bibir bahar

Berlayar mengarungi selat menyelisik silang siur perkotaan

Tunggang-langgang dari getirnya hilir kasta perkampungan

 

“Tak sudi ku jadi babu!” Tukasnya padaku tandas

 

Karena hidup di bawah tekanan seratus ribu

Laksana seonggok pendulang batu, berat dan terinjak sewaktu-waktu

Kiranya jua, termarginalkan dari ulayah sang adiwangsa

Aus diseret gelombang arus strata cendana

 

Berjibaku di malam yang paling buta

Adalah solusi durjana tawaran Ibu kota

Mengumbar suara guna membius tamu adigung yang kalap belaian

Demi carik rupiah bercoreng paras pahlawan

 

Dia bunga mawar yang tumbuh liar

Mekar di bawah siraman lampu dan gaungnya lagu

Mengajak sinuhun berdendang girang

Tatkala upah sawer kian tak terbilang

 

Raganya limbung, terhuyung-huyung irama musik tagar

 

Alkohol sebagai pemutus urat malu Kala goyang senggol kian beradu

Merayu paduka raja mendaki bukit nafsu Agar tarikan nafas terus memburu

 

Sukmanya tungkus lumus dalam lembah hitam kesangsian

 

“Aku ingin layu dari tangkai duriku.” Sesalnya padaku

 

Berjihad lepas landai meninggalkan puncak nista praja buana

Bersimpuh terpekur nan tersujud sungkur Tersedu-sedu meratapi sumpah serapah di hulu

Hingga aku mafhum, aku hanyalah anak Tuhan yang rantau

Tags: anak Tuhan yang rantaumawar hitampraja buanapuisi malam
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pekerja Malam

Next Post

Perjalanan Menuju Tarempa, Kepulauan Anambas

Nafi’ Syaifuddin

Nafi’ Syaifuddin

Lahir di Grobogan, 17 November 1995. Beralamat di Ds. Tegowanu kulon Kec. Tegowanu Kab. Grobogan. Media sosial @navisay_

Artikel Terkait

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya
Puisi

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

26 August 2026

Kematian di Pulau Kosong Di pulau yang tak lagi mengenal jejak kaki kematian duduk serupa air pasang yang kehilangan laut...

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari...

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Cerpenis Itu Bernama Raa

Cerpenis Itu Bernama Raa

15 September 2021
Gambar Artikel Filsuf yang Curhat dan Nasehat Seorang Jomblo

Filsuf yang Curhat dan Nasehat Seorang Jomblo

11 January 2021
Gambar Artikel Bukan Cuma Positive Thinking, Negative Thinking Juga Perlu Cuks

Bukan Cuma Positive Thinking, Negative Thinking Juga Perlu, Cuks!

10 November 2020
Menyulut Api Literasi dari Kediri: Mahanani Book & Art Festival

Menyulut Api Literasi dari Kediri: Mahanani Book & Art Festival

21 May 2024
Gubuk Sajak

Gubuk Sajak

16 March 2021
Sisa Subuh

Sisa Subuh

14 September 2021
Violinis Caitlin

Violinis Caitlin

26 July 2021
Beruntung Kita Selalu Bisa Melihat Sisi Baik dari Setiap Bencana

Beruntung Kita Selalu Bisa Melihat Sisi Baik dari Setiap Bencana

2 July 2021
100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya

100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya

4 October 2026
Seorang Indigo dan Suara-Suara Bertubuh Kupu-Kupu

Seorang Indigo dan Suara-Suara Bertubuh Kupu-Kupu

4 April 2022
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • 100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
  • Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya
  • Tuba dan Hal-Hal yang Mungkin Nanti
  • Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss
  • Tunggul

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (73)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (60)
  • Metafor (238)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (150)
    • Resensi (24)
  • Milenial (55)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (19)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.