• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Saturday, 10 October 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Kasihan Manusia

Puisi-Puisi Madno Wanakuncoro

M. Naufal Waliyuddin by M. Naufal Waliyuddin
4 November 2020
in Puisi
0
Gambar Artikel Kasihan Manusia

Sumber Gambar : https://id.pinterest.com/pin/404198135302148346/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Ketukan Pintu Dariku

ingin ke manakah hatiku berlabuh
jika tak ada pintu yang terbuka

pelarianku menyusuri pagi yang lain
berderu ombak di karang batin

masih adakah sejengkal halaman
yang sudi menadahiku
sebagai hujan
di saat sandyakala semakin muram

kau mungkin adalah ingatan
atau barangkali persimpangan
ruang pertemuan para musafir
yang haus dan kelaparan

semusim lagi, aku akan tiba
di teras sedihmu
akan kuketuk pintu
menjemput rindu
dan menjerit dalam kebisuanmu.

Kembangsore, 23 Jan 2019

 

Kasihan Manusia

ada yang berlaga seperti waktu
menyusupi ruang-ruang basah
tempat orang buangan sepertiku
ringkuh mendekap resah

kesadaran hanyalah palsu
seperti kelinci di topi pesulap
atau lelucon para pejabat
mirip suara nurani yang tersekap

linangan nasib mengaliri sekujur tubuh pertiwi
becek lumpur mengotori sanubari
dan sampah-sampah plastik khusyuk merasuki
pencernaan kami

cukup ingatkah kau
pada kenangan hangat
semasih di rahim ibu?
rasa aman dan waktu
belum menipu kita

tak ada peluru dan perundungan para pembenci
sosmed belum kau kenal
dan politik adalah alien

tapi di sana kau tak berpikir, sayang

: hanya gumpalan malam yang kedap suara
dan tak pernah merasa ada.

Yogyakarta, 2020

Titik yang Sama

hutan sedang layu
saat kau tatap senja
di buritan perahu bunga

dada mendayung angin sepi
menyonsong sarang mentari
dan kau tiba-tiba berpaling
dari jingga yang emas
menuju mataku

lantas berucap, “mungkin kecewa adalah
hela napas yang panjang.”

aku menyahut tanpa kedip
dan tempias suara cicit burung
isyarat menguping perbincangan kita
“dan putus asa barangkali adalah hujan deras
yang ingin menghibur si buta.”

kita kembali menatap titik yang sama
dan pandangan kita
bersipeluk di ufuk renjana.

Pacet, 2019

Tags: ibu pertiwiilusikasihan manusiakecewakesadaranmanusianasibpuisiputus asasajaksastra
ShareTweetSendShare
Previous Post

Ketika Seorang Perempuan Membaca Nawal el-Saadawi

Next Post

Puisi-Puisi Kemas Ferri Rahman

M. Naufal Waliyuddin

M. Naufal Waliyuddin

Tim Redaksi Metafor

Artikel Terkait

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya
Puisi

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

26 August 2026

Kematian di Pulau Kosong Di pulau yang tak lagi mengenal jejak kaki kematian duduk serupa air pasang yang kehilangan laut...

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari...

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Menulis Puisi

Menulis Puisi

31 March 2021
Khaled Abou El Fadl: Islam Puritan atau Islam Moderat?

Khaled Abou El Fadl: Islam Puritan atau Islam Moderat?

16 June 2021
Dua Jam Sebelum Bekerja

Dua Jam Sebelum Bekerja

21 September 2025
Aku Merangkum Desember

Aku Merangkum Desember

30 March 2024
Gambar Artikel Puisi Dengan Angin

Dengan Angin

19 January 2021
Dari Jakarta ke Borobudur: 20 Hari Jalan Kaki

Dari Jakarta ke Borobudur: 20 Hari Jalan Kaki

8 August 2026
Gambar Artikel Sepasang Mata

Sepasang Mata

10 November 2020
Menjadi Perempuan Berparas Cantik, Prioritas-kah?

Menjadi Perempuan Berparas Cantik, Prioritas-kah?

11 September 2021
Hikayat Seorang Lelaki yang Bersikejar dengan Matahari

Hikayat Seorang Lelaki yang Bersikejar dengan Matahari

16 February 2021
Gambar Artikel Tiga P, Uraian Sajak Rendra Kesaksian Bapak Saijah

Tiga “P”

24 January 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • 100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
  • Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya
  • Tuba dan Hal-Hal yang Mungkin Nanti
  • Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss
  • Tunggul

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (73)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (60)
  • Metafor (238)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (150)
    • Resensi (24)
  • Milenial (55)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (19)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.