• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 17 April 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Kalaulah Sebab Langit Tergelar Kembali

Yusran Hadi by Yusran Hadi
16 April 2021
in Puisi
0
Kalaulah Sebab Langit Tergelar Kembali

https://unsplash.com/photos/BCuxVP5WEsU

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

kalaulah sebab langit  tergelar kembali

adalah rona pipimu

maka tatapan yang menyaru ini

adalah larik-larik pelik

sajak yang tak henti minta kau teliti

agar yang tampak sayup ini

sampai pada garis

di raut senyummu

 

kalaulah sebab langit  tergelar kembali

adalah sekejap tatapmu

maka getar yang kurahasiakan ini

adalah bait-bait sakit

puisi yang tak jemu meminta tafsirmu

agar yang tampak remang ini

terbaca oleh lembut

getar matamu

 

Lombok Utara, 2021

 

Hikayat Sepi

aku pun lalu mandi

tak kunjung merasai suci

selepas membakar puisi puisi

sekeping dingin di ulu hati

 

di tungku tak kulihat ada

sisa nyala lagi

semua yang bisa kembali

tak pernah terjadi

 

hanya dingin

yang benar benar abadi

terkurung dalam tempurung

sehabis panas membakar

puisi puisi

 

Lombok Utara, 2021

 

Gairah

gairah adalah yang tak akan kau jelaskan

kepada perdu yang mencegat kakimu

saat berjalan di rimbu hutan itu

yang tak akan bertanya

tentang seseorang yang ingin kau temui

di ujung lorong itu

yang selalu berharap dapat seperti rerumputan itu,

menjeratmu!

 

gairah adalah yang mestinya bisa kau bawakan

kepada dahan lengan yang merentang itu

yang lapuk menahan lebam dan lumutan

yang tak akan bertanya

tentang pelukan yang pernah kau berikan

kepada seseorang di pojok taman itu

yang rela menunggu dipanjati

kenakalanmu!

 

Lombok Utara, 2019

Tags: puisi cintapuisi gairahpuisi tentangmusebab langit tergelar
ShareTweetSendShare
Previous Post

Burung Pipit

Next Post

Stanza di Stasiun Juanda

Yusran Hadi

Yusran Hadi

Lahir di Lombok Timur, 3 Maret 1981. Merampungkan studi pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Mataram. Menulis puisi dan naskah drama yang terangkum dalam beberapa buku antologi bersama seperti Panggung Zaman (2008), Kumpulan Drama Remaja (2009), Simpang Lima (2009), Dari Takhalli sampai Temaram (2012). Bekerja sebagai pengajar, tinggal di Lombok Utara. Ig: hdyusran. 

Artikel Terkait

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Tabiat Arunika dan Kotak Pandora

Tabiat Arunika dan Kotak Pandora

24 November 2020
Alam Pikiran

Alam Pikiran

9 June 2021
Gambar Artikel El Diego di Luar Lapangan Hijau

El Diego di Luar Lapangan Hijau

30 November 2020
Mimpi Reyot

Mimpi Reyot

2 July 2021
Kisah Penjual Jamu dan Hukum yang Aneh

Kisah Penjual Jamu dan Hukum yang Aneh

29 May 2021
Gambar Artikel Sunyi dalam Kerinduan

Sunyi dalam Kerinduan

29 December 2020
Rumit Melilit Silit

Rumit Melilit Silit

24 January 2022
Dari Rongsokan ke Cambridge dan Harvard

Dari Rongsokan ke Cambridge dan Harvard

4 September 2022
Ruang Tunggu: Puisi-puisi Habib Muzaki

Ruang Tunggu: Puisi-puisi Habib Muzaki

26 December 2022
Perempuan yang Menghapus Namanya

Perempuan yang Menghapus Namanya

30 November 2025
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (226)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (145)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.