• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Thursday, 15 October 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Tabiat Arunika dan Kotak Pandora

Puisi-Puisi Lina Septianasari

Lina Septianasari by Lina Septianasari
24 November 2020
in Puisi
0
Gambar Artikel Tabiat Arunika dan Kotak Pandora

Sumber Gambar: https://www.behance.net/gallery/71204999/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Tabiat

Dunia tanpa sekat itu indah
Tapi sedikit rentan karena mudah dijarah
Karenanya benteng kubangun agar tak mudah goyah

 

Manusia lalu-lalang silih berganti
Ada yang datang dan pergi
Ada yang terusir dan tak kan pernah kembali

 

Sejak kapan jiwa ini menjadi begitu pendendam?
Ah, mungkin sejak terlalu lahap kutelan nasihat ibu
Katanya, “Jangan khianat! Sekali kau khianat, tak seorang kan percaya.”
Karena ini, giat kujaga percaya
Karena ini, setiap terkhianati
Dendam menjadi bara yang tak akan padam

 

Bandung, 23 Oktober 2020

 

Arunika

Mari bercinta dengan semesta
Mencumbui angin
Membelai bumi
Dan merindui-Nya

 

Yogyakarta, 18 Oktober 2020

 

Pekat

Matinya hati
Adalah ketika ia
Tak mampu memuja kekasih

 

Adalah benar ujaran sajak Rumi
Di hatiku pun ada bara
Maka seperti Rumi
Aku menantang duka cita

 

Pada kepekatan
Buah dari lara, pun duka
Tak ada yang dirasa
Kecuali dendam dan kehampaan

 

Yogyakarta, 18 Oktober 2020

 

Kotak Pandora

Aku bisa menjelma madu
Pada tetes-tetes embun yang kau hisap
Lalu lenyap ke dalam tubuhmu
Menyatu dengan napas yang kau hirup

Pada saat yang sama
Aku juga bisa menjadi racun
Perlahan mematikanmu
Tanpa sedikit ampun

 

Yogyakarta, 12 Oktober 2020

Tags: dendamkepercayaanpuisitabiat
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pahlawan Bukan Hanya tentang Sejarah, Tapi Juga Pemuda

Next Post

Ketan Memang ‘Keraketan’

Lina Septianasari

Lina Septianasari

Seorang penikmat leksikon dan pengagum karya Pablo Neruda yang biasa menyibukkan diri mengkaji bahasa dan puisi. Perempuan kelahiran Lampung ini, saat ini tengah menetap di Bandung. Menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mendongeng perihal kata dan frasa.

Artikel Terkait

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya
Puisi

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

26 August 2026

Kematian di Pulau Kosong Di pulau yang tak lagi mengenal jejak kaki kematian duduk serupa air pasang yang kehilangan laut...

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari...

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Jasong Pengalaman Menjadi Pramusaji

Jasong

26 January 2021
Gambar Artikel Mengapa Jamie Vardy Layak Jadi Guru Untuk Kaum Pekerja?

Mengapa Jamie Vardy Layak Jadi Guru untuk Kaum Pekerja?

20 November 2020
Menjajaki Belanda: Dekapan Mimpi yang Jadi Nyata

Menjajaki Belanda: Dekapan Mimpi yang Jadi Nyata

5 July 2022
Gambar Makanan dan Orang Jawa

Makanan dan Orang Jawa

4 February 2021
Salam Forum dan Strategi Dakwah di Medsos

Salam Forum dan Strategi Dakwah di Medsos

4 May 2021
Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya

14 August 2025
Tunggul

Tunggul

9 September 2026
Buron dan Segelas Es Teh

Buron dan Segelas Es Teh

26 March 2022
Fenomena ‘Ngapak’

Fenomena ‘Ngapak’

26 November 2021
Pustakawati dan Puisi Lainnya

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • 100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
  • Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya
  • Tuba dan Hal-Hal yang Mungkin Nanti
  • Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss
  • Tunggul

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (73)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (60)
  • Metafor (238)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (150)
    • Resensi (24)
  • Milenial (55)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (19)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.