• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Monday, 01 June 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Pelabuhan Terakhir dan Puisi Buatmu

Puisi-Puisi Henny Purnawati

Henny Purnawati by Henny Purnawati
27 July 2021
in Puisi
1
Pelabuhan Terakhir dan Puisi Buatmu

https://www.artisticmoods.com/elisa-talentino/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

LELAKI YANG MEMAINKAN GITAR

aku lagi jatuh cinta
pada seorang lelaki yang memainkan gitar
denting suara gitarmu
perlahan menyelinap
mengisi ruang hampa dalam batinku
menembus sudut terdalam yang tak terjangkau
lenyapkan nelangsa relung sukmaku

aku lagi jatuh cinta
pada seoarang lelaki yang memainkan gitar

denting suara gitarmu
kau petik dengan perlahan
nyanyikan serenande cinta yang merdu
entah untuk siapa

lelaki yang memainkan gitar
bantu aku wujudkan
keinginanku yang tak pernah terwujud
meski hanya lewat petikkan gitarmu

 

PELABUHAN  TERAKHIR

di pelabuhan kecil ini
aku mendekap sunyi
di antara tali temali yang teronggok bisu
tiang kapal rapuh  perlahan berayun
sebentar lagi hiruk pikuk
lalu lalang akan berakhir

kapal terakhir telah tertambat
satu per satu terpal selesai ditutup
jala-jala terpasang rapi
tali-tali lasing ditarik
diikat hingga ke ujung

burung camar terbang menjauh
langit berubah warna
siluet jingga menampakkan dirinya
kerlip lampu kapal mulai terlihat
senja membawa hening

pelabuhan kecil ini
pelabuhan terakhir
tempatku menghentikan pencarian
ada kelegaan datang menjemput
ketika tersadar semua tentangmu adalah kesia-siaan

 

PUISI BUATMU

puisi buatmu
hanyalah rangkaian kata bersahaja
kutulis dengan bahasa sederhana
tanpa diksi dan faksi yang rumit
sehingga bisa kau pahami
dengan mudahnya
puisiku hanyalah ungkapan sederhana
tentang rasa yang kita punya

puisi buatmu
adalah catatan kecil yang tercecer
dari sebuah perjalanan bersama
kucoba rangkai
dalam sebuah aksara sederhana
sebagai kenangan
tentang rasa milik kita

Tags: Pelabuhan Terakhir dan Puisi Buatmupuisisajak
ShareTweetSendShare
Previous Post

Violinis Caitlin

Next Post

Fenomena #MacanTernak

Henny Purnawati

Henny Purnawati

Lahir di Pontianak. Membaca, menulis dan seni kreatif lainnya adalah hobinya sejak kecil. Menikah dan memiliki 3 orang anak, berkarir di swasta dan menulis di sela waktu luang. Saat ini bergabung dengan Forum Lingkar Pena Kalimantan Barat. Beberapa karya ; Antalogi Cerpen Pertama Tahun 2015, 5 Antalogi Puisi dan 12 Antalogi Cerpen bersama Azkiya Publishing, Aktif menulis Puisi dan Cerpen di Ruang Apresiasi Koran Pontianak Post. Email: purnawatihenny1@gmail.com

Artikel Terkait

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
Puisi

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

9 May 2026

Aku melihat ayah, di sana Aku melihat ayah pada setiap wanita yang terikat kakinya pada jalan-jalan mereka yang terjal dan...

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Comments 1

  1. Maman Suparman says:
    5 years ago

    Puisi yang indah

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Perihal Kelahiran

Perihal Kelahiran

26 November 2021
Soledad

Soledad

7 September 2021

Jalan Sunyi dengan Ribuan Bunyi

24 October 2021
Sastra, Memancing, Bunuh Diri: Mengenang Ernest Hemingway

Sastra, Memancing, Bunuh Diri: Mengenang Ernest Hemingway

28 July 2025
Jumat Berkah dan Kelahiran

Jumat Berkah dan Kelahiran

18 March 2022
Membaca Pikiran Atheis Sam Harris: Manusia Bebas atau Terjajah Selera?

Membaca Pikiran Atheis Sam Harris: Manusia Bebas atau Terjajah Selera?

19 April 2022
Gambar Artikel Anomali Rokok dan Sepak Bola

Anomali Rokok dan Sepak Bola

8 January 2021
Upaya Menemukan Kepastian Hidup Ala Spinoza

Upaya Menemukan Kepastian Hidup Ala Spinoza

25 November 2021
Gambar Artikel Pendidikan Virtual : Belajar Mandiri di Tengah Pandemi

Pendidikan Virtual: Belajar Mandiri di Tengah Pandemi

20 November 2020
Gambar Artikel Kesetaraan atau Keadilan

Kesetaraan atau Keadilan?

31 December 2020
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
  • Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
  • Saung
  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (229)
    • Cerpen (58)
    • Puisi (147)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.