• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 17 April 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Pelabuhan Terakhir dan Puisi Buatmu

Puisi-Puisi Henny Purnawati

Henny Purnawati by Henny Purnawati
27 July 2021
in Puisi
1
Pelabuhan Terakhir dan Puisi Buatmu

https://www.artisticmoods.com/elisa-talentino/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

LELAKI YANG MEMAINKAN GITAR

aku lagi jatuh cinta
pada seorang lelaki yang memainkan gitar
denting suara gitarmu
perlahan menyelinap
mengisi ruang hampa dalam batinku
menembus sudut terdalam yang tak terjangkau
lenyapkan nelangsa relung sukmaku

aku lagi jatuh cinta
pada seoarang lelaki yang memainkan gitar

denting suara gitarmu
kau petik dengan perlahan
nyanyikan serenande cinta yang merdu
entah untuk siapa

lelaki yang memainkan gitar
bantu aku wujudkan
keinginanku yang tak pernah terwujud
meski hanya lewat petikkan gitarmu

 

PELABUHAN  TERAKHIR

di pelabuhan kecil ini
aku mendekap sunyi
di antara tali temali yang teronggok bisu
tiang kapal rapuh  perlahan berayun
sebentar lagi hiruk pikuk
lalu lalang akan berakhir

kapal terakhir telah tertambat
satu per satu terpal selesai ditutup
jala-jala terpasang rapi
tali-tali lasing ditarik
diikat hingga ke ujung

burung camar terbang menjauh
langit berubah warna
siluet jingga menampakkan dirinya
kerlip lampu kapal mulai terlihat
senja membawa hening

pelabuhan kecil ini
pelabuhan terakhir
tempatku menghentikan pencarian
ada kelegaan datang menjemput
ketika tersadar semua tentangmu adalah kesia-siaan

 

PUISI BUATMU

puisi buatmu
hanyalah rangkaian kata bersahaja
kutulis dengan bahasa sederhana
tanpa diksi dan faksi yang rumit
sehingga bisa kau pahami
dengan mudahnya
puisiku hanyalah ungkapan sederhana
tentang rasa yang kita punya

puisi buatmu
adalah catatan kecil yang tercecer
dari sebuah perjalanan bersama
kucoba rangkai
dalam sebuah aksara sederhana
sebagai kenangan
tentang rasa milik kita

Tags: Pelabuhan Terakhir dan Puisi Buatmupuisisajak
ShareTweetSendShare
Previous Post

Violinis Caitlin

Next Post

Fenomena #MacanTernak

Henny Purnawati

Henny Purnawati

Lahir di Pontianak. Membaca, menulis dan seni kreatif lainnya adalah hobinya sejak kecil. Menikah dan memiliki 3 orang anak, berkarir di swasta dan menulis di sela waktu luang. Saat ini bergabung dengan Forum Lingkar Pena Kalimantan Barat. Beberapa karya ; Antalogi Cerpen Pertama Tahun 2015, 5 Antalogi Puisi dan 12 Antalogi Cerpen bersama Azkiya Publishing, Aktif menulis Puisi dan Cerpen di Ruang Apresiasi Koran Pontianak Post. Email: purnawatihenny1@gmail.com

Artikel Terkait

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Comments 1

  1. Maman Suparman says:
    5 years ago

    Puisi yang indah

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Dimensi Ketidakpastian

Dimensi Ketidakpastian

22 February 2021
Gambar Artikel Jasong Pengalaman Menjadi Pramusaji

Jasong

26 January 2021
Gambar Artikel Kehutanan yang Maha Hijau

Kehutanan yang Maha Hijau

20 November 2020
Dan Kita Asing di Depan Matahari

Dan Kita Asing di Depan Matahari

11 October 2021
Tips Menulis Artikel Ilmiah yang Publishable di Jurnal Nasional Terakreditasi

Tips Menulis Artikel Ilmiah yang Publishable di Jurnal Nasional Terakreditasi

25 March 2022
Fenomena Narsisisme Religius Kaum Milenial

Fenomena Narsisisme Religius Kaum Milenial

3 May 2021
Gambar Artikel Menghindari Kata Sibuk

Menghindari Kata Sibuk

22 January 2021
Novelet Nirmakna & Pandemicthink

Novelet Nirmakna & Pandemicthink

25 July 2021
Senja Carita

Senja Carita

24 April 2021
Haruskah Ulang Tahun Selalu Dirayakan?

Haruskah Ulang Tahun Selalu Dirayakan?

5 August 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (226)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (145)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.