• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 28 August 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Pelabuhan Terakhir dan Puisi Buatmu

Puisi-Puisi Henny Purnawati

Henny Purnawati by Henny Purnawati
27 July 2021
in Puisi
1
Pelabuhan Terakhir dan Puisi Buatmu

https://www.artisticmoods.com/elisa-talentino/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

LELAKI YANG MEMAINKAN GITAR

aku lagi jatuh cinta
pada seorang lelaki yang memainkan gitar
denting suara gitarmu
perlahan menyelinap
mengisi ruang hampa dalam batinku
menembus sudut terdalam yang tak terjangkau
lenyapkan nelangsa relung sukmaku

aku lagi jatuh cinta
pada seoarang lelaki yang memainkan gitar

denting suara gitarmu
kau petik dengan perlahan
nyanyikan serenande cinta yang merdu
entah untuk siapa

lelaki yang memainkan gitar
bantu aku wujudkan
keinginanku yang tak pernah terwujud
meski hanya lewat petikkan gitarmu

 

PELABUHAN  TERAKHIR

di pelabuhan kecil ini
aku mendekap sunyi
di antara tali temali yang teronggok bisu
tiang kapal rapuh  perlahan berayun
sebentar lagi hiruk pikuk
lalu lalang akan berakhir

kapal terakhir telah tertambat
satu per satu terpal selesai ditutup
jala-jala terpasang rapi
tali-tali lasing ditarik
diikat hingga ke ujung

burung camar terbang menjauh
langit berubah warna
siluet jingga menampakkan dirinya
kerlip lampu kapal mulai terlihat
senja membawa hening

pelabuhan kecil ini
pelabuhan terakhir
tempatku menghentikan pencarian
ada kelegaan datang menjemput
ketika tersadar semua tentangmu adalah kesia-siaan

 

PUISI BUATMU

puisi buatmu
hanyalah rangkaian kata bersahaja
kutulis dengan bahasa sederhana
tanpa diksi dan faksi yang rumit
sehingga bisa kau pahami
dengan mudahnya
puisiku hanyalah ungkapan sederhana
tentang rasa yang kita punya

puisi buatmu
adalah catatan kecil yang tercecer
dari sebuah perjalanan bersama
kucoba rangkai
dalam sebuah aksara sederhana
sebagai kenangan
tentang rasa milik kita

Tags: Pelabuhan Terakhir dan Puisi Buatmupuisisajak
ShareTweetSendShare
Previous Post

Violinis Caitlin

Next Post

Fenomena #MacanTernak

Henny Purnawati

Henny Purnawati

Lahir di Pontianak. Membaca, menulis dan seni kreatif lainnya adalah hobinya sejak kecil. Menikah dan memiliki 3 orang anak, berkarir di swasta dan menulis di sela waktu luang. Saat ini bergabung dengan Forum Lingkar Pena Kalimantan Barat. Beberapa karya ; Antalogi Cerpen Pertama Tahun 2015, 5 Antalogi Puisi dan 12 Antalogi Cerpen bersama Azkiya Publishing, Aktif menulis Puisi dan Cerpen di Ruang Apresiasi Koran Pontianak Post. Email: purnawatihenny1@gmail.com

Artikel Terkait

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya
Puisi

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

26 August 2026

Kematian di Pulau Kosong Di pulau yang tak lagi mengenal jejak kaki kematian duduk serupa air pasang yang kehilangan laut...

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari...

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Comments 1

  1. Maman Suparman says:
    5 years ago

    Puisi yang indah

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Gerakan Mosi TIdak Percaya: Sumpah dan Nasionalisme (Tertinggi) Pemuda

Gerakan #MosiTidakPercaya : Sumpah dan Nasionalisme (Tertinggi) Pemuda

5 November 2020
Sebungkus Sunyi

Sebungkus Sunyi

20 November 2021
Bintang Kecil Tetaplah Bernyanyi

Bintang Kecil Tetaplah Bernyanyi

17 March 2021
Sambatan Orang yang Pakai Behel

Sambatan Orang yang Pakai Behel

7 February 2021
Gambar Artikel Mandiri Jalur Indomie

Mandiri Jalur Indomie

2 November 2020
Gambar Artikel Aku dan Yogyakarta: Orang Kalah Berjubah Istimewa

Aku dan Yogyakarta: Orang Kalah yang Berjubah Istimewa

11 November 2020
Kebanyakan Fafifu

Kebanyakan Fafifu

3 May 2021
Perempuan Sumba dan Budaya Kawin Tangkap

Perempuan Sumba dan Budaya Kawin Tangkap

23 June 2021
Di Balik Senyum Warga Desa

Di Balik Senyum Warga Desa

13 July 2021
Bekas Kecupan

Bekas Kecupan

28 April 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya
  • Dari Jakarta ke Borobudur: 20 Hari Jalan Kaki
  • Cik Dian
  • Pustakawati dan Puisi Lainnya
  • Ruang Mimpi
  • Jalan Keluar Atas Jebloknya Matematika
  • Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
  • Di Teras St. Carolus
  • Manusia dalam Sengkarut Jejaring Informasi
  • Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
  • Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
  • Saung

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (71)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (58)
  • Metafor (236)
    • Cerpen (61)
    • Puisi (150)
    • Resensi (24)
  • Milenial (53)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (17)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.