• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Wednesday, 14 October 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Sajak Asal Njeplak

M. Naufal Waliyuddin by M. Naufal Waliyuddin
20 December 2020
in Puisi
0
Gambar Artikel Sajak Asal Njeplak

Sumber Gambar: http://www.boumbang.com/icinori/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Sajak Asal Njeplak

ada yang asu di matamu
keringat zaman mendung di pelupuk raimu
hanya kedip suara hujan yang mencolot ke kandang babi
: tempat korupsi
beralamat di batinmu sendiri

langit cuma hampa
tidak ada celeng terbang di sana
tidak seperti di negeriku
celeng bisa naik haji dan makan jembatan
esok pakai peci dan kontan jadi rujukan

adakah yang kurang taek di negerimu?
redup tangis gelandangan ngeleset di tepi trotoar
pekik kalam bisu yatim piatu peradaban
sampai sepatu, kerah baju,
dan dasi yang jadi berhala

semua akan teletong pada waktunya
mulanya lezat, segar menggoda
masuk terlumat, dicerna jadi energi
sisanya kembali ke sangkan paraning dumadi: tai

siapa yang tidak gampang geram di negeri ini?
puisi asal njeplak ini pasti disebut bukan puisi
bahkan dituduh penista, narasi kebencian,
atau sekadar ludah kemarin pagi

anehnya, jika semua keteletongan dan peneletongan ini
tak cukup jancuk untuk menggedor sadarmu
maka dusta yang mana lagi yang akan kautuhankan?

Umbulharjo, 2 Desember 2020

 

–

 

Lagu Anak-Anak Bangsa yang Mati Sejak dalam Kandungan

pok ame-ame belalang kupu-kupu
elit ngumpul rame, kalo rakyat dipaidu

pok ame-ame belalang kupu-kupu
DPR makan sate, kalo rakyat mangan watu

pok ame-ame belalang kupu-kupu
rakyat nyambut gawe, kalo pejabat malah turu

hompimpah alaihom gambreng
wong cilik pake baju rombeng

hompimpah alaihom gambreng
koruptor podo koyok celeng

hompimpah alaihom gambreng
yang jujur pasti ditempeleng

hompimpah alaihom gambreng
ternak wong pinter tapi kaleng-kaleng

wo dhowo sing dhowo dadi
Edhy Prabowo hanya katut korupsi
asline yo ora mung siji

Sleman, 27 November 2020

Tags: korupsinjeplaksajakumpatanzaman
ShareTweetSendShare
Previous Post

Berkelana di Kota Kupang

Next Post

Senyuman Malaikat Maut

M. Naufal Waliyuddin

M. Naufal Waliyuddin

Tim Redaksi Metafor

Artikel Terkait

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya
Puisi

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

26 August 2026

Kematian di Pulau Kosong Di pulau yang tak lagi mengenal jejak kaki kematian duduk serupa air pasang yang kehilangan laut...

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari...

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven

Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven

27 February 2026
Di Sepanjang Jarak antara Sepasang Kekasih

Di Sepanjang Jarak antara Sepasang Kekasih

13 July 2021
Ada Nafas Sahara di Hutan Amazon

Ada Nafas Sahara di Hutan Amazon

30 April 2023
Gambar Artikel Gerakan Mosi TIdak Percaya: Sumpah dan Nasionalisme (Tertinggi) Pemuda

Gerakan #MosiTidakPercaya : Sumpah dan Nasionalisme (Tertinggi) Pemuda

5 November 2020
Salam Terakhir

Salam Terakhir

8 February 2026
Pendidikan Psikosufistik dan Cara ‘Mengintip’ Kecerdasan Spiritual

Pendidikan Psikosufistik dan Cara ‘Mengintip’ Kecerdasan Spiritual

7 July 2021
Sebuah Limerick yang Gagal

Sebuah Limerick yang Gagal

22 March 2022
Khaled Abou El Fadl: Islam Puritan atau Islam Moderat?

Khaled Abou El Fadl: Islam Puritan atau Islam Moderat?

16 June 2021

Angklung: Warisan Budaya Sunda

6 December 2021
Pergi

Pergi

25 March 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • 100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
  • Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya
  • Tuba dan Hal-Hal yang Mungkin Nanti
  • Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss
  • Tunggul

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (73)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (60)
  • Metafor (238)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (150)
    • Resensi (24)
  • Milenial (55)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (19)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.