• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 17 April 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Revolusi Kurikulum

Umam Hudaya by Umam Hudaya
13 December 2021
in Puisi
0
Revolusi Kurikulum

https://blush.design/illustration/s/fnh4oXsxg

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Apakah kami kuliah dijadikan
kuli sawah? atau bisa jadi
kuli babu? atau bisa jadi
kuli bangunan? atau bisa jadi
kuli buruh? atau bisa jadi
kuli pabrik? atau bisa jadi
kuli pendidik? atau bisa jadi
kuli rebahan? atau bisa jadi
kuli pengangguran? atau bisa jadi
salahkah kami berbakat usaha? atau bisa jadi
salahkah kami berbakat bisnis? atau bisa jadi
salahkah kami berbakat dagang? atau bisa jadi
mimpi kami dibunuh kurikulum berpatok kuli

Bongkol, 21

Kuliah Jadi Kuli
Mahasiswa membabi buta
tak ada masa selain membaca
letih pun tak juga tiba
tak lama sadar telah wisuda
menghitung apa yang telah terlewat
di lawang taubat

teringat: “kampus tidak mendidik menjadi penguasa. kampus mendidik menjadi kuli terdidik. menjadi bawahan terpelajar”

ku terbangun hidup kian sulit
kebutuhan semakin menghimpit
jiwaku makin terjepit
ku mati di antara celah-celah sempit

Bongkol, 21

Pengemis Terdidik
Apa bedanya kami dengan peminta-minta di seberang jalan sana?
sama-sama mengarahkan kedua tangan untuk meminta belas kasihan
apa bedanya kami dengan pengemis di sela-sela bilik jembatan?
sama-sama merintih pada si pemilik uang yang berpesta dengan gelimang kekayaan

kami tak jauh berbeda
kaum pelajar peminta-minta
bedanya mereka tidak sekolah
sedang kami terdidik

kami masih tak jauh berbeda dengan segerombolan pengemis muda di antara redupnya lampu jalanan kota. bermimpi ada segelintir manusia melempar koin di kantong kosong melompong
bedanya…
kami menodong di gedung ber AC
kami menodong di gedung tinggi
kami menodong di gedung mewah
kami menodong secara terdidik
kami menodong dengan lembaran kertas

ketika kami dicerai berai interogasi
apa gerakan selepas itu?
kami menjawab,
“susah, recehan tidak ada…” atau mungkin
“susah, patron tidak ada..” atau mungkin
“susah kampus tidak mau memberi recehan..”

kami seumpama golongan peminta-minta bermental proposal
apa bedanya kami dengan pengemis bermental kasihan?
apakah demikian?
mahasiswa dididik bagaikan pengemis terdidik
berharap kelak kantong kami penuh recehan berlimpah, usah menabur proposal di gedung akademik.

Bongkol, 21

Tags: pengemis terdidikpuisi kritik pendidikanpuisi pendidikanrevolusi kurikulum
ShareTweetSendShare
Previous Post

Metropolis Berduli

Next Post

Buku Mengajak Bicara dengan Diri Sendiri

Umam Hudaya

Umam Hudaya

Lahir pada 1 Maret 2000. Kalau bisa menjadi orang yang luar biasa kenapa harus jadi orang biasa Kunjungi: IG Pribadi @umam.hudaya.

Artikel Terkait

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Rumit Melilit Silit

Rumit Melilit Silit

24 January 2022
Telur, Susu, dan Viagra di Cafe Puisi Mbeling

Telur, Susu, dan Viagra di Cafe Puisi Mbeling

27 January 2021
Berada di Kota Antah-Berantah

Berada di Kota Antah-Berantah

5 May 2021
Ihwal Mawat

Ihwal Mawat

7 February 2021
Gambar Artikel Kenapa Bahasa Inggris untuk Anak SD tidak boleh Dianggap enteng

Kenapa Bahasa Inggris untuk Anak SD Tidak Boleh Dianggap Enteng

25 April 2021
Gambar Artikel Wartawan Ala Cak Rusdi

Wartawan Ala Cak Rusdi

30 April 2021
Perihal Kelahiran

Perihal Kelahiran

26 November 2021
Narasi tentang Rahmah dan Gaza

Narasi tentang Rahmah dan Gaza

30 May 2021
Puisi Siap Saji

Puisi Siap Saji

22 February 2021
M. Kasim: Pembuka Jalan Cerpen Indonesia

M. Kasim: Pembuka Jalan Cerpen Indonesia

25 February 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (226)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (145)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.