• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Wednesday, 28 January 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Di Bandara Boston ke Jenewa dan Puisi Lainnya

Fathurrozi Nuril Furqon by Fathurrozi Nuril Furqon
21 December 2023
in Puisi
0
Di Bandara Boston ke Jenewa dan Puisi Lainnya

Sumber ilustrasi: karya Elisa Talentino (https://www.elisatalentino.it/project/i-colori-del-sacro/)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Di Bandara Boston ke Jenewa

: Angels and Demons (Dan Brown)

Dulu orang tua bercerita
Akan tiba masa
Kita menertawakan jarak
Yang berusaha rekahkan rindu
Di dahi cakrawala
Juga memenggal masa
Yang semula sepanjang
Rambut keriting cahaya surya
Menjadi seuluran tangan saja

Saat itu barangkali tiba lebih awal
Dari list perencanaan,
Di bandara Boston
Prototipe Boeing X-33
Seperti datang
Dari mimpi-mimpi yang masih
Diperam telur jam
Lalu ada yang berdiri dalam tubuhmu;
Bulu-bulu gemetar
Seperti menunggu ajal
Saat kau jadi bola kasti
Melesat, meluncur, jauh

Sumenep, 2023


Baca juga: Puisi-Puisi Fajri Zulia Ramdhani “Mamak dan Kudapan Hina”

 

Mockingbird

Rei, bertemanlah dengan bantal dan guling
Tidak ada yang bakal memeluk lukamu
Selain mereka, yang begitu tabah
Jadi tempat sampah
Tempatmu membuang kesah
Yang senang bermukim
di tempat tersembunyi dari lisanmu

Lagu Mockingbird terus berdendang
Dari pengeras suara pojok kamar
Dan Eminem datang dengan cerita
Tentang bahagia
yang berakhir bunuh diri,
Bahagia yang kejang,
Lalu mati.

Kau berkata;
“Ia adalah pohon bakau,
terus berdiri kokoh
setelah digempur luka bergelombang”

Rumahmu yang lubang-lubang
Berbau belerang
Setelah dilempari arang
Oleh jam-jam jalang;
Jam yang membunuh seluruh doa
Jam yang membakar foto keluarga.

Dan kau ibaratkan dirimu Hailie
Atau Alaina
Yang selalu memasang pelangi
Walau di baliknya awan cumulonimbus
Bergulung-gulung, jadi musim dalam dirinya.

Sumenep, 2023

 

Baca juga: Puisi-Puisi Lina Septianasari “Tabiat Arunika dan Kotak Pandora”

 

YouTube

Membuka YouTube
Lalu di kolom pencarian
Kuketik Westlife.
Terputarlah lagu Soledad.
Setelahnya rindu padanya
Datang serupa hujan;
Tiada sejengkal pun di hati
Yang tidak diusap
Dengan tangan airnya.

Lalu kucari lagu Flashlight.
Setelahnya kubiarkan Jessie J
Mengajari betapa seseorang
Kadang bisa jadi senter
Yang menuntun seorang lainnya
Mengucapkan “good bye”
Pada waktu yang koyak oleh gulita.

Lalu kucari lagu In The End
Dan kubiarkan Chester Bennington
Bertamu ke sebuah ruang dalam telinga
Membiarkannya sejenak bercerita
Bahwa usaha tak selamanya
Bakal melukis bianglala di muka.

Begitulah YouTube
Menjadikan cuaca dalam tubuhku
Berubah-ubah, setiap kali
Simfoni datang-pergi.

Sumenep, 2023

 

Yang Melolong

Serigala dalam tubuhku
tak henti melolong,
melagukan malam mampus
Lewat lirik rindu bertalu-talu.
Dibakarnya rembulan
Dengan api yang bersumbu
Pada pangkal pohon maja.

Angin malam menderu
Memperjelas sebuah lubang
Yang sekian tahun menganga.
Bilangan rusuk ganjil
Adalah isyarat sebuah kehilangan
Yang sekian lama dera jiwa.

Serigala itu terus melolong
Sebab sakit ia dicambuk sunyi.
Pada siapa hendak ia tuntaskan
Gelisah yang makin tebal,
Juga gigil sunyi?
Pada malam seterusnya
Ia akan terus melolong
Dari kuil ke kuil
Agar datang sebuah nama
–Serupa bintang jatuh
Yang sengaja dijatuhkan para dewa
Sebagai tanda diterimanya doa.

 

Sumenep, 2023

Tags: metaforpuisisastra
ShareTweetSendShare
Previous Post

Perihal Wajah Asing di Kereta

Next Post

Anak-anak Afrika Sedang Makan di Warung Tegal

Fathurrozi Nuril Furqon

Fathurrozi Nuril Furqon

Lahir di Sumenep, 01 Agustus 2002. Alumnus TMI Al-Amien Prenduan 2021 yang sedang melanjutkan pendidikan di IDIA (Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan), sembari mengabdikan diri di almamater tercinta. Bisa dihubungi melalui Instagram: @zeal0108

Artikel Terkait

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya
Puisi

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya

7 September 2025

Ketika Kita Sama-Sama Telanjur Tinggal kau mengikat sepatumu di teras aku mengikat napas agar tidak membentur kalimatmu di antara kita...

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya
Puisi

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya

14 August 2025

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya setiap malam ia menyetrika tubuhnya di depan kaca mencari lipatan-lipatan yang membuat lelaki itu malas pulang...

Hisap Aku hingga Putih dan Puisi Lainnya
Puisi

Hisap Aku hingga Putih dan Puisi Lainnya

3 August 2025

Hisap Aku hingga Putih bulan merabun serbuk langit bebal pohon dan batu tak bergaris hitam coreng malam yang sumuk punggung...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Bahagia itu Sederhana

3 July 2021
Upaya Menemukan Kepastian Hidup Ala Spinoza

Upaya Menemukan Kepastian Hidup Ala Spinoza

25 November 2021
Gambar Artikel Membersihkan Luka dengan Alkohol Vs Air Bersih

Membersihkan Luka dengan Alkohol Vs Air Bersih

23 November 2020
Dari Nafas Malamku

Dari Nafas Malamku

11 May 2021
Resolusi Parmin

Resolusi Parmin

6 February 2021
Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025
Tips Memakai Kacamata Kehidupan

Tips Memakai Kacamata Kehidupan

20 February 2021
Retorika Lucu

Retorika Lucu

11 August 2021
Menjadi Perempuan Berparas Cantik, Prioritas-kah?

Menjadi Perempuan Berparas Cantik, Prioritas-kah?

11 September 2021
Promothean

Promothean

1 February 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
  • Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul
  • Perempuan yang Menghapus Namanya
  • Mempersenjatai Trauma: Strategi Jahat Israel terhadap Palestina
  • Antony Loewenstein: “Mendekati Israel adalah Kesalahan yang Memalukan bagi Indonesia”
  • Gelembung-Gelembung
  • Mengeja Karya Hanna Hirsch Pauli di Museum Stockholm
  • Di Balik Prokrastinasi: Naluri Purba Vs Tuntutan Zaman
  • Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (67)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (54)
  • Metafor (220)
    • Cerpen (56)
    • Puisi (142)
    • Resensi (21)
  • Milenial (51)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (15)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.