• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Saturday, 02 May 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Di Bandara Boston ke Jenewa dan Puisi Lainnya

Fathurrozi Nuril Furqon by Fathurrozi Nuril Furqon
21 December 2023
in Puisi
0
Di Bandara Boston ke Jenewa dan Puisi Lainnya

Sumber ilustrasi: karya Elisa Talentino (https://www.elisatalentino.it/project/i-colori-del-sacro/)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Di Bandara Boston ke Jenewa

: Angels and Demons (Dan Brown)

Dulu orang tua bercerita
Akan tiba masa
Kita menertawakan jarak
Yang berusaha rekahkan rindu
Di dahi cakrawala
Juga memenggal masa
Yang semula sepanjang
Rambut keriting cahaya surya
Menjadi seuluran tangan saja

Saat itu barangkali tiba lebih awal
Dari list perencanaan,
Di bandara Boston
Prototipe Boeing X-33
Seperti datang
Dari mimpi-mimpi yang masih
Diperam telur jam
Lalu ada yang berdiri dalam tubuhmu;
Bulu-bulu gemetar
Seperti menunggu ajal
Saat kau jadi bola kasti
Melesat, meluncur, jauh

Sumenep, 2023


Baca juga: Puisi-Puisi Fajri Zulia Ramdhani “Mamak dan Kudapan Hina”

 

Mockingbird

Rei, bertemanlah dengan bantal dan guling
Tidak ada yang bakal memeluk lukamu
Selain mereka, yang begitu tabah
Jadi tempat sampah
Tempatmu membuang kesah
Yang senang bermukim
di tempat tersembunyi dari lisanmu

Lagu Mockingbird terus berdendang
Dari pengeras suara pojok kamar
Dan Eminem datang dengan cerita
Tentang bahagia
yang berakhir bunuh diri,
Bahagia yang kejang,
Lalu mati.

Kau berkata;
“Ia adalah pohon bakau,
terus berdiri kokoh
setelah digempur luka bergelombang”

Rumahmu yang lubang-lubang
Berbau belerang
Setelah dilempari arang
Oleh jam-jam jalang;
Jam yang membunuh seluruh doa
Jam yang membakar foto keluarga.

Dan kau ibaratkan dirimu Hailie
Atau Alaina
Yang selalu memasang pelangi
Walau di baliknya awan cumulonimbus
Bergulung-gulung, jadi musim dalam dirinya.

Sumenep, 2023

 

Baca juga: Puisi-Puisi Lina Septianasari “Tabiat Arunika dan Kotak Pandora”

 

YouTube

Membuka YouTube
Lalu di kolom pencarian
Kuketik Westlife.
Terputarlah lagu Soledad.
Setelahnya rindu padanya
Datang serupa hujan;
Tiada sejengkal pun di hati
Yang tidak diusap
Dengan tangan airnya.

Lalu kucari lagu Flashlight.
Setelahnya kubiarkan Jessie J
Mengajari betapa seseorang
Kadang bisa jadi senter
Yang menuntun seorang lainnya
Mengucapkan “good bye”
Pada waktu yang koyak oleh gulita.

Lalu kucari lagu In The End
Dan kubiarkan Chester Bennington
Bertamu ke sebuah ruang dalam telinga
Membiarkannya sejenak bercerita
Bahwa usaha tak selamanya
Bakal melukis bianglala di muka.

Begitulah YouTube
Menjadikan cuaca dalam tubuhku
Berubah-ubah, setiap kali
Simfoni datang-pergi.

Sumenep, 2023

 

Yang Melolong

Serigala dalam tubuhku
tak henti melolong,
melagukan malam mampus
Lewat lirik rindu bertalu-talu.
Dibakarnya rembulan
Dengan api yang bersumbu
Pada pangkal pohon maja.

Angin malam menderu
Memperjelas sebuah lubang
Yang sekian tahun menganga.
Bilangan rusuk ganjil
Adalah isyarat sebuah kehilangan
Yang sekian lama dera jiwa.

Serigala itu terus melolong
Sebab sakit ia dicambuk sunyi.
Pada siapa hendak ia tuntaskan
Gelisah yang makin tebal,
Juga gigil sunyi?
Pada malam seterusnya
Ia akan terus melolong
Dari kuil ke kuil
Agar datang sebuah nama
–Serupa bintang jatuh
Yang sengaja dijatuhkan para dewa
Sebagai tanda diterimanya doa.

 

Sumenep, 2023

Tags: metaforpuisisastra
ShareTweetSendShare
Previous Post

Perihal Wajah Asing di Kereta

Next Post

Anak-anak Afrika Sedang Makan di Warung Tegal

Fathurrozi Nuril Furqon

Fathurrozi Nuril Furqon

Lahir di Sumenep, 01 Agustus 2002. Alumnus TMI Al-Amien Prenduan 2021 yang sedang melanjutkan pendidikan di IDIA (Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan), sembari mengabdikan diri di almamater tercinta. Bisa dihubungi melalui Instagram: @zeal0108

Artikel Terkait

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Kenapa Bahasa Inggris untuk Anak SD tidak boleh Dianggap enteng

Kenapa Bahasa Inggris untuk Anak SD Tidak Boleh Dianggap Enteng

25 April 2021
Fenomena Narsisisme Religius Kaum Milenial

Fenomena Narsisisme Religius Kaum Milenial

3 May 2021
Gambar Artikel Puisi Pengasingan

Pengasingan

27 January 2021
Depresi Besar, Kaum Pekerja, dan Hilangnya Harapan

Depresi Besar, Kaum Pekerja, dan Hilangnya Harapan

30 April 2021
Truk Berlin: Bincang Cerpen Karya Hassan Blasim

Truk Berlin: Bincang Cerpen Karya Hassan Blasim

26 May 2023
Suaka Rasa dan Derita

Suaka Rasa dan Derita

12 February 2021
Fenomena ‘Ngapak’

Fenomena ‘Ngapak’

26 November 2021
Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara

Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara

3 April 2026
Mengenal Thasykubro Zadah: Sejarawan Penulis Ensiklopedia Islam

Mengenal Thasykubro Zadah: Sejarawan Penulis Ensiklopedia Islam

10 March 2022
Ruang Tunggu: Puisi-puisi Habib Muzaki

Ruang Tunggu: Puisi-puisi Habib Muzaki

26 December 2022
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (226)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (145)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.