• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Sunday, 30 August 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Bumi Rantau dan Hilangnya Pengharapan

Puisi-Puisi Nadia Rahmatika

Nadia Rahmatika by Nadia Rahmatika
8 December 2021
in Puisi
1
Bumi Rantau dan Hilangnya Pengharapan

https://www.behance.net/xuanlocxuan

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Bumi Rantau

Seperti ada yang menyerah
Menghadapi bau parfum kota
Terbiasa melihat hamparan sawah
Kini memandang jalanan ibu kota

Senja yang kelam
Tak menampakkan puteri malam
Lonceng pagi pun tak terdengar
Membuat buncah seisi kamar

Manusia terkadang lupa
Untuk tangguh berkelana
Terasing dari griya
Energi harus membara

2021

 

Hilangnya Pengharapan

Terpecah belah karena pagebluk datang
Tak sedikitpun diberi persiapan
Anak Adam berebut disinfektan
Bertumpah ruah di balai pengobatan

Masker-masker tak melindungi
Suhu badan tak kami peduli
Mencari nafkah ke sana kemari
Tak diizinkan oleh sang punya negeri
Di rumah saja katanya
Rumah yang seperti apa?
yang berpenghuni dan hampir mati?
dan Anda tenang menonton televisi?
Kami lelah
Hidup di bumi sendiri tapi selalu dihakimi

2021

 

Jemu

Puluhan purnama bertahan
Menjaga jiwa raga tak berkesudahan
Harus isolasi mandiri

Terperangkap di balik ruang sepi
Membelakangi panas matahari
Jauh dari jangkauan bumi

Kita tersihir diam
Sulit untuk keluar
Sulit untuk tersadar
Hanya mampu menadah tangan
Demi kewarasan

2021

 

Semoga Kita Tak Mengalah pada Jarak

Lonceng kapal telah terdengar
Membawamu jauh dari dermaga
Langit menangis beri pertanda
Hati merindu segera melanda

Ombak-ombak yang bergoyang
Menjadi saksi perpisahan kita

Kau berjanji akan setia
Pulang kembali dengan suka cita
Walau jarak memisahkan kita
Kau dan aku akan tetap sama

2021

Diri yang Berbeda

Ini kisah si putri malu
Selalu diam membisu
Tak berbahana
Tak mau menyapa

Sang putri merasa hidup akan bahagia
Bagai Cinderella bertemu pangerannya
Tapi kenyataannya berbeda
Ia terjerembap oleh angan tak nyata

Tak terima dengan realita
Ia pergi membawa luka
Rasa takut mengepungnya
Dan amarah yang tak meredam
Membuat ia kehilangan dirinya

2021

Tags: Bumi Rantau dan Hilangnya Pengharapannadia rahmatikapuisi
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kriminalitas Jalan Pintas Keterdesakan

Next Post

Metropolis Berduli

Nadia Rahmatika

Nadia Rahmatika

Lahir di Tegal, 20 November 2000. Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Berdomisili di Tegal dan dapat dihubungi melalui ig: nrahmatika

Artikel Terkait

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya
Puisi

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

26 August 2026

Kematian di Pulau Kosong Di pulau yang tak lagi mengenal jejak kaki kematian duduk serupa air pasang yang kehilangan laut...

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari...

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Comments 1

  1. Ade Nurmansyah says:
    4 years ago

    Keren bgt kak nadia puisinya🫶

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Bahagia Menurut Aristoteles

Bahagia Menurut Aristoteles

28 December 2020
Menyuarakan Mereka yang Terbungkam

Menyuarakan Mereka yang Terbungkam

18 April 2022
Gambar Artikel Kenangan yang Kusimpan Dalam-dalam

Kenangan yang Kusimpan Dalam-dalam

2 November 2020
Rindu Bersaung di Senaru

Rindu Bersaung di Senaru

10 March 2021
Promothean

Promothean

1 February 2021
Sastra: Sebuah Jalan Ritmis Menjadi Manusia

Sastra: Sebuah Jalan Ritmis Menjadi Manusia

1 September 2021
Kidung Rindu

Kidung Rindu

11 June 2021
Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya

7 September 2025
Anjingaseo

Anjingaseo

5 February 2021
Main Tanah dari Langit

Main Tanah dari Langit

28 November 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya
  • Dari Jakarta ke Borobudur: 20 Hari Jalan Kaki
  • Cik Dian
  • Pustakawati dan Puisi Lainnya
  • Ruang Mimpi
  • Jalan Keluar Atas Jebloknya Matematika
  • Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
  • Di Teras St. Carolus
  • Manusia dalam Sengkarut Jejaring Informasi
  • Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
  • Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
  • Saung

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (71)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (58)
  • Metafor (236)
    • Cerpen (61)
    • Puisi (150)
    • Resensi (24)
  • Milenial (53)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (17)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.