• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Thursday, 21 May 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Di Balik Senyum Warga Desa

M. Naufal Waliyuddin by M. Naufal Waliyuddin
13 July 2021
in Puisi
0
Di Balik Senyum Warga Desa

Karya Paul Bond (http://www.paulbondart.com/paintings/gallery-1/)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Terlambat Sadar

ributlah dengan waktu
berdebat tentang mereka yang durhaka pada ibu
sedang isi kepala manusia
hanya ada kehampaan
di kala cerita
masih terbaring sendirian

tak ada gugur daun trembesi yang pergi berkelana
seperti kematian hati bagi mereka yang terlena
menyisir hari demi hari dengan berjalan
di atas gurun pasir tanpa seorang pun teman

betapa terasa sepi angin
menggulung pupus daun pisang
yang memeluk bayi kelelawar

diam-diam aku meringkuk bimbang
ragu mengeja tetes gerimis yang pasrah
saat tangan takdir menjamah dunia yang lelah

sekarang tak ada lagi gugur buah mahoni
yang nyangsang ke sanubari
seperti helai-helai kenangan
yang jatuh perlahan-lahan

bagiku yang sering lupa ingatan
baru sadar betapa napas terasa hambar
bagiku yang buta kiblat kerinduan
terlambat sadar betapa ajal tak lagi bisa ditawar

Umbulharjo, 2021

 

Di Balik Senyum Warga Desa

tanah becek dan kembang brambang
menyimak senandung bisu dari batu-batu kali
tentang rindang beringin Watu Anyang
yang memayungi rintik tangis ibu petani

adakah waktu masih menyisakan kesunyian
yang hangat menghangatkan
bagi gigil dingin gunung Welirang

sedang anak gembala tak sekolah
merasa bahagia di sawah
bersama lumpur, belut, emprit dan burung gereja

tiba saat pohon kersen menjamu anak gembala
gubuk gedhek dan kembang brambang khusyuk membaca
biru samudera dari sorot mata manusia
tentang ketabahan dan amarah
yang berperang panjang di balik senyum penduduk desa

Kembangsore, 2021

 

Setia Mengerjakan Cinta

ada pecahan genting
yang menyimpan hidup
dan bau gerimis
–seperti mata yang hening
: hanya gubuk lusuh bagi jiwa yang bisu

tepekur sepi dan letih di kebisingan waktu

kau mungkin kicau burung prenjak dan kepodang
isyarat alam desa masih perawan
sebelum dijamah komplotan siluman
berwajah semua orang

sedang aku di sini bersama pohon ketapang
runyam mengunyah usia
dan angin hanya mendepak batu
tapi tak pecah

maka kupetik puisi di pohon qulhu
setia mengerjakan cinta
tanpa menyebutkannya
rela menjadi asing
bagi diri sendiri
tanpa kehilangan warna

Kembangsore-Umbulharjo, Maret-Juni 2021

Tags: desadi balik senyum warga desakerinduanpetanipuisisajaksepisetia mengerjakan cintaterlambat sadar
ShareTweetSendShare
Previous Post

Di Sepanjang Jarak antara Sepasang Kekasih

Next Post

Ritual Pulang Kerja dan Manusia yang Terlupakan

M. Naufal Waliyuddin

M. Naufal Waliyuddin

Tim Redaksi Metafor

Artikel Terkait

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
Puisi

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

9 May 2026

Aku melihat ayah, di sana Aku melihat ayah pada setiap wanita yang terikat kakinya pada jalan-jalan mereka yang terjal dan...

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Kenapa Bahasa Inggris untuk Anak SD tidak boleh Dianggap enteng

Kenapa Bahasa Inggris untuk Anak SD Tidak Boleh Dianggap Enteng

25 April 2021
Gambar Esai Advaitam Tagore dan Anasir Subtil D. Zawawi Imron Advaitam Te

Advaitam Tagore dan Anasir Subtil D. Zawawi Imron

14 January 2021
Gambar Artikel Syahadat 12 Bar, Puisi Blues

Syahadat 12 Bar

22 January 2021
Gambar Artikel Jasong Pengalaman Menjadi Pramusaji

Jasong

26 January 2021
Belajar Mengitari Israel

Belajar Mengitari Israel

19 April 2023
Perbedaan Sikap dan Budaya Orang Jerman dan Indonesia

Perbedaan Sikap dan Budaya Orang Jerman dan Indonesia

24 March 2022
Gambar Artikel Ternak Ilmu(wan)

Ternak Ilmu(wan)

1 December 2020
Doa Pengembara

Doa Pengembara

1 July 2022
Gambar Artikel Sali dan Suli.

Sali dan Suli

6 November 2020
Jumat Berkah dan Kelahiran

Jumat Berkah dan Kelahiran

18 March 2022
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
  • Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
  • Saung
  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (229)
    • Cerpen (58)
    • Puisi (147)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.