• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 17 April 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Ihwal Mawat

Aris Setiyanto by Aris Setiyanto
7 February 2021
in Puisi
0
Ihwal Mawat

https://unsplash.com/photos/t2Sai-AqIpI

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

riuh pengepul pahala. terdabik hati seusai obituari. bapakku masih di rumah. sementara kekawan melipat ambal beraroma penyesalan, betapa baru pun buah-buah itu ditinggal. ditanggal pula olehnya rindu, digantung di sudut-sudut harmoni. bapakku masih kecupi kerontang keretek nan nyala, bara. masih saja iman, bahwa kematian hanya untuk keriput senja. lantas, esok nanti. saat senja itu menggagahinya, ia jelang mesigit nan sepi. tetapi terbangun ia, ruang persegi terkelam. di mana aku, nak? di mana? di penantian paling akhir, jawabku. sendu. hanya doa dan larik ayatullah, semoga.

2021

 

Tuan 2

saat kuhitung lembaran itu

seperti terbantun ragawi

kauingatkan aku

kuingatkan engkau

tak lagi dapat kau ingat

apapun

dasar pikun!

2021

 

Subuh

aku berjalan di sudut pagi

hanyasanya gigil melindas diri

tak seorang anjing pun

masih lelap, masih indah menunggangi kuda-kuda mimpi

tak ada sudi mengisi ruang lengang

masih di rumah, masih ogah, masih, dingin mendekapnya seerat perpisahan. didekap oleh wanita, burung. tidur lagi saja, kau belum setua hujan ujung Januari, esok juga belum kiamat.

2021

 

Ladang Mimpi

kau datang ke ladang mimpiku. membunuh kesibukan. menggandeng tangan aku hala jalan aspal. di sana kita mengobrol, seolah tidak pernah ada pagar-pagar benci memberi jarak. senyummu yang rekah, aku menyimpannya hingga kini terjaga. mungkin aku tak benar-benar membenamkan engkau, mungkin tak benar jika kenangan itu aku larungkan, kutanggal menjadi masa yang lalu. terjaga aku, selimut kesumat ini mengangkangi relung. tinggallah jarak-jarak yang berarti—yang dengannya tanganku dengan kau tak bisa saling genggam. sekali lagi, mari kita daki gunungan mimpi. yang dengannya keagungan Tuhan, terhidang dan lagu-lagu alam terus kita senandungkan bersama nafas wirid.

2021

 

Pemberi (Tuhan)

kutilik setengah malam yang gelap

kucari engkau, tak juga kentara

di sebalik pagar besi menua

 

pada kebekuan ini

saling dekap adalah jalan

mengisi liang-liang rindu yang kerontang

 

tetapi, kau tetiba lahir di bibir altar

dari pohon angkara burung yang tegang

terbang, menapak langit tak terjamah

Maguwo, 22 Januari 2021

Tags: ihwal mawatKematianLadang mimpipemberipuisiSubuhTuhan
ShareTweetSendShare
Previous Post

Sambatan Orang yang Pakai Behel

Next Post

Beberapa Adegan di Balik Pintu yang Tak Terkunci

Aris Setiyanto

Aris Setiyanto

Penulis menyukai anime dan idol.

Artikel Terkait

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Perempuan Sumba dan Budaya Kawin Tangkap

Perempuan Sumba dan Budaya Kawin Tangkap

23 June 2021
Aku Merangkum Desember

Aku Merangkum Desember

30 March 2024
Latu

Latu

18 March 2021
Gelembung-Gelembung

Gelembung-Gelembung

19 November 2025
Gambar Artikel Jangan Baper!

Jangan Baper!

23 December 2020
Gambar Artikel Ketika Seorang Perempuan Membaca Nawal el-Saadawi. Resensi Buku Perempuan di Titik Nol

Ketika Seorang Perempuan Membaca Nawal el-Saadawi

4 November 2020
Doa Pengembara

Doa Pengembara

1 July 2022
Surat Terbuka untuk Sunyi

Surat Terbuka untuk Sunyi

15 February 2021
Gambar Artikel Kenapa Bahasa Inggris untuk Anak SD tidak boleh Dianggap enteng

Kenapa Bahasa Inggris untuk Anak SD Tidak Boleh Dianggap Enteng

25 April 2021
Gambar Artikel Habis Sudah Setahun

Habis Sudah Setahun

31 December 2020
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (226)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (145)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.