• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Wednesday, 29 April 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Buku-buku Ompong

Ardhi Ridwansyah by Ardhi Ridwansyah
27 January 2021
in Puisi
0
Gambar Artikel Puisi Tentang Nenek, Buku Buku Ompong dan Lainnya

Sumber Gambar : https://unsplash.com/photos/bmvLnHMQVWg

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

PUISI BUKU BUKU OMPONG

Buku-buku ompong, 

Kehilangan giginya dan menua, 

Tak ada kata yang lahir dari kepala, 

Yang penuh luka. 

 

Ia merintih, lalu mengaduh, 

Pada puisi yang terserak di mejanya; 

Kusam, lunglai, mati gairah. 

O, ke mana jiwaku pergi? 

 

Terjebak, terpenjara dalam alunan, 

Orkestra begitu rumit. Pening di dahi, 

Segumpal rindu yang menumpuk seperti sampah, 

Buat diri semakin hampa. 

Jakarta, 2020 

 

PUISI SEBUAH PESTA 

sayang, raga kita adalah sebuah pesta, 

di mana orang-orang ramai di lantai dansa, 

saling menari, saling bercumbu dalam ingar-bingar, 

musik yang jauh dari kata sendu. 

 

namun, ada di sudut ruang, 

para tubuh layu dan mata sayu, 

mabuk kepayang setelah menikam malam, 

dengan minum lima gelas air matanya sendiri. 

lalu merapal doa agar bising lekas pergi. 

Jakarta, 2020 

 

PUISI TENTANG NENEK 

duduk termenung, 

di sebuah bangku usang, 

hitam warnanya bagai seisi dunia 

penuh misteri. 

 

dan nenek ada di sana, 

menyapa kembang kemboja, 

yang menua dan layu.

 

sedang anak cucu gembira, 

bermain dengan kata-kata yang dipersembahkan, 

untuk nenek, untuk kasihnya yang dulu, 

kerap membuat dada seorang bocah, 

meronta minta dipeluk, 

nenek tersenyum malu. 

Jakarta, 2020 

 

PUISI CAPUNG DAN KITA YANG TERTAWA 

Kita pergi ke ladang sepi,

Disambut udara sore, langit biru,

Seperti matamu adalah kesejukan 

Yang buatku tenteram. 

 

Ilalang tumbuh, bersuka cita, 

Saat kita berlari, liar. 

Memburu capung yang merenung, 

Di tubuh dedaunan. 

 

Kepak sayap lincah, serta, 

Nyalang matanya memantau gerak, 

Lekas minggat, tak sisakan bekas. 

Kita tertawa. 

 

Kembali langkah pelan. 

“Satu, dua, tiga, hap!” 

Kita terkam angin, sedang capung, 

Terlalu pintar untuk dijebak, 

Kita terbahak. 

Jakarta, 2020 

 

PUISI MONDAR-MANDIR SANG TIKUS

Sampah-sampah berserakan, 

Baunya menyengat ketika, 

Masing-masing dari kita bicara, 

Tentang tikus yang mondar-mandir, 

Di bawah meja para pejabat negeri. 

 

Menggigit uang dari kantong rakyat, 

Yang sebagiannya masih melarat, 

Sedang tikus tetap keren dengan necis, 

Rambut klimis, dan jabatan strategis. 

Bergumul cipta siasat dari senyum bengis, 

Kebijakan sekadar retoris. 

Jakarta, 2020 

 

PUISI PARAS CITRA 

Aku tertular oleh flu, 

Selepas kau unggah gaya,  

Dengan mentega yang dioleskan ke rambutmu, 

Dan jaket maskulin kau gantungkan, 

Di tubuh kekar membakar mata kaum hawa. pamp

 

Beandai-andai diri selepas tonton televisi, 

Sebagai sandiwara paripurna penuh emosi, 

Di mana tukang cendol berparas tampan, 

Dan kernet metromini begitu seksi. 

 

Jakarta, 2020 

 

PUISI MALAM PANJANG 

Ranjang mesra, 

Malam terasa panjang, 

Kau dekap keluhku ke lengan kukuh, 

Usap gelisah dengan keringat yang luruh, 

Dari tubuh yang menyimpan ragu. 

 

Tebar janji terserak dari bibir yang melumat waktu, 

Pejamkan mata kala jemari bermain liar di pangkal rindu, 

Rasamu bersua rasaku, rahasiamu melebur di rahasiaku, 

Tangis sirna terbilas tawa, segala gundah termaktub, 

Dalam legam yang tewas di tangan sang fajar. 

Jakarta, 2020 

Tags: bukucapungmalamnenekrindu
ShareTweetSendShare
Previous Post

Aku (Telah) Bermimpi

Next Post

Telur, Susu, dan Viagra di Cafe Puisi Mbeling

Ardhi Ridwansyah

Ardhi Ridwansyah

Kelahiran Jakarta, 4 Juli 1998. Tulisan esainya dimuat di islami.co. terminalmojok.co, tatkala.co, nyimpang.com, nusantaranews.co, pucukmera.id, ibtimes.id., dan cerano.id. Puisinya “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi “Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019” dan lain-lain. Instagram: @ardhigidaw.

Artikel Terkait

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Seorang Indigo dan Suara-Suara Bertubuh Kupu-Kupu

Seorang Indigo dan Suara-Suara Bertubuh Kupu-Kupu

4 April 2022
Puisi Siap Saji

Puisi Siap Saji

22 February 2021
Gambar Artikel Kutukan Ilmu dan Tipologi Ulama Menurut Al-Ghazali

Kutukan Ilmu dan Tipologi Ulama Menurut Al-Ghazali

10 December 2020
Menyulut Api Literasi dari Kediri: Mahanani Book & Art Festival

Menyulut Api Literasi dari Kediri: Mahanani Book & Art Festival

21 May 2024
Bulan Memancar di Rambutmu

Bulan Memancar di Rambutmu

8 March 2021
Gambar Artikel Aliran Sungai Maya

Aliran Sungai Maya

10 December 2020
Menulis sebagai Aktivitas Produksi Pengetahuan

Menulis sebagai Aktivitas Produksi Pengetahuan

30 January 2021
Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven

Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven

27 February 2026
Senja Carita

Senja Carita

24 April 2021
Alasan Kenapa Self-Love Sulit Dilakukan

Alasan Kenapa Self-Love Sulit Dilakukan

29 October 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (226)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (145)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.