• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Tuesday, 28 July 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Buku-buku Ompong

Ardhi Ridwansyah by Ardhi Ridwansyah
27 January 2021
in Puisi
0
Gambar Artikel Puisi Tentang Nenek, Buku Buku Ompong dan Lainnya

Sumber Gambar : https://unsplash.com/photos/bmvLnHMQVWg

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

PUISI BUKU BUKU OMPONG

Buku-buku ompong, 

Kehilangan giginya dan menua, 

Tak ada kata yang lahir dari kepala, 

Yang penuh luka. 

 

Ia merintih, lalu mengaduh, 

Pada puisi yang terserak di mejanya; 

Kusam, lunglai, mati gairah. 

O, ke mana jiwaku pergi? 

 

Terjebak, terpenjara dalam alunan, 

Orkestra begitu rumit. Pening di dahi, 

Segumpal rindu yang menumpuk seperti sampah, 

Buat diri semakin hampa. 

Jakarta, 2020 

 

PUISI SEBUAH PESTA 

sayang, raga kita adalah sebuah pesta, 

di mana orang-orang ramai di lantai dansa, 

saling menari, saling bercumbu dalam ingar-bingar, 

musik yang jauh dari kata sendu. 

 

namun, ada di sudut ruang, 

para tubuh layu dan mata sayu, 

mabuk kepayang setelah menikam malam, 

dengan minum lima gelas air matanya sendiri. 

lalu merapal doa agar bising lekas pergi. 

Jakarta, 2020 

 

PUISI TENTANG NENEK 

duduk termenung, 

di sebuah bangku usang, 

hitam warnanya bagai seisi dunia 

penuh misteri. 

 

dan nenek ada di sana, 

menyapa kembang kemboja, 

yang menua dan layu.

 

sedang anak cucu gembira, 

bermain dengan kata-kata yang dipersembahkan, 

untuk nenek, untuk kasihnya yang dulu, 

kerap membuat dada seorang bocah, 

meronta minta dipeluk, 

nenek tersenyum malu. 

Jakarta, 2020 

 

PUISI CAPUNG DAN KITA YANG TERTAWA 

Kita pergi ke ladang sepi,

Disambut udara sore, langit biru,

Seperti matamu adalah kesejukan 

Yang buatku tenteram. 

 

Ilalang tumbuh, bersuka cita, 

Saat kita berlari, liar. 

Memburu capung yang merenung, 

Di tubuh dedaunan. 

 

Kepak sayap lincah, serta, 

Nyalang matanya memantau gerak, 

Lekas minggat, tak sisakan bekas. 

Kita tertawa. 

 

Kembali langkah pelan. 

“Satu, dua, tiga, hap!” 

Kita terkam angin, sedang capung, 

Terlalu pintar untuk dijebak, 

Kita terbahak. 

Jakarta, 2020 

 

PUISI MONDAR-MANDIR SANG TIKUS

Sampah-sampah berserakan, 

Baunya menyengat ketika, 

Masing-masing dari kita bicara, 

Tentang tikus yang mondar-mandir, 

Di bawah meja para pejabat negeri. 

 

Menggigit uang dari kantong rakyat, 

Yang sebagiannya masih melarat, 

Sedang tikus tetap keren dengan necis, 

Rambut klimis, dan jabatan strategis. 

Bergumul cipta siasat dari senyum bengis, 

Kebijakan sekadar retoris. 

Jakarta, 2020 

 

PUISI PARAS CITRA 

Aku tertular oleh flu, 

Selepas kau unggah gaya,  

Dengan mentega yang dioleskan ke rambutmu, 

Dan jaket maskulin kau gantungkan, 

Di tubuh kekar membakar mata kaum hawa. pamp

 

Beandai-andai diri selepas tonton televisi, 

Sebagai sandiwara paripurna penuh emosi, 

Di mana tukang cendol berparas tampan, 

Dan kernet metromini begitu seksi. 

 

Jakarta, 2020 

 

PUISI MALAM PANJANG 

Ranjang mesra, 

Malam terasa panjang, 

Kau dekap keluhku ke lengan kukuh, 

Usap gelisah dengan keringat yang luruh, 

Dari tubuh yang menyimpan ragu. 

 

Tebar janji terserak dari bibir yang melumat waktu, 

Pejamkan mata kala jemari bermain liar di pangkal rindu, 

Rasamu bersua rasaku, rahasiamu melebur di rahasiaku, 

Tangis sirna terbilas tawa, segala gundah termaktub, 

Dalam legam yang tewas di tangan sang fajar. 

Jakarta, 2020 

Tags: bukucapungmalamnenekrindu
ShareTweetSendShare
Previous Post

Aku (Telah) Bermimpi

Next Post

Telur, Susu, dan Viagra di Cafe Puisi Mbeling

Ardhi Ridwansyah

Ardhi Ridwansyah

Kelahiran Jakarta, 4 Juli 1998. Tulisan esainya dimuat di islami.co. terminalmojok.co, tatkala.co, nyimpang.com, nusantaranews.co, pucukmera.id, ibtimes.id., dan cerano.id. Puisinya “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi “Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019” dan lain-lain. Instagram: @ardhigidaw.

Artikel Terkait

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari...

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
Puisi

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

9 May 2026

Aku melihat ayah, di sana Aku melihat ayah pada setiap wanita yang terikat kakinya pada jalan-jalan mereka yang terjal dan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Lirih Menangis

Lirih Menangis

17 January 2021
Gambar Artikel Kedalaman dan Sajak untuk Novel Baswedan

Kedalaman dan Sajak untuk Novel Baswedan

3 December 2020
Gambar Artikel Puisi Tentang Pandemi : Puisi-Puisi Fajar Sedayu (Yogyakarta)

Puisi-Puisi Fajar Sedayu (Yogyakarta)

31 October 2020
Gambar Artikel Mengapa Jamie Vardy Layak Jadi Guru Untuk Kaum Pekerja?

Mengapa Jamie Vardy Layak Jadi Guru untuk Kaum Pekerja?

20 November 2020
Fenomena ‘Ngapak’

Fenomena ‘Ngapak’

26 November 2021
Proses Menuju dan Lika-Liku Menjalani Hidup di Jerman

Proses Menuju dan Lika-Liku Menjalani Hidup di Jerman

17 December 2021
Di Atas Sebuah Kertas

Di Atas Sebuah Kertas

13 September 2021
Saung

Saung

28 April 2026
Gambar Artikel El Diego di Luar Lapangan Hijau

El Diego di Luar Lapangan Hijau

30 November 2020
Kalaulah Sebab Langit Tergelar Kembali

Kalaulah Sebab Langit Tergelar Kembali

16 April 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Pustakawati dan Puisi Lainnya
  • Ruang Mimpi
  • Jalan Keluar Atas Jebloknya Matematika
  • Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
  • Di Teras St. Carolus
  • Manusia dalam Sengkarut Jejaring Informasi
  • Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
  • Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
  • Saung
  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (71)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (58)
  • Metafor (234)
    • Cerpen (60)
    • Puisi (149)
    • Resensi (24)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.