• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 17 April 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Kepalamu dan Isinya

Puisi Ruhma Ruksalana Huurul’in

Ruhma Ruksalana Huurul’in by Ruhma Ruksalana Huurul’in
3 April 2021
in Puisi
0
Kepalamu dan Isinya

https://unsplash.com/photos/UHTkXf1Mrb4

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Ruang di kepalamu,

isinya kelana,

minta diajak jelajah angkasa,

menyusuri sungai sambil identifikasi

spesies melata sekitarnya,

beli jajanan pinggir jalan

tanpa turun dari mobil

dibacakan dongeng paling bahagia

satu isi bumi.

 

Aduh

 

Ruang di kepalamu,

terlalu kembara,

untuk aku yang canggung dan himpun

dalam satu bingkai citra

 

Keras Kepala

Seseorang akan terhenti

pada sembap yang sama,

sebab yang lain

tempat yang lain,

orang yang sama

 

Tango

Kau sendiri

Berdiam diri, habis berdoa

dan siap menari

Musik dimulai

Di panggung

Tanpa cahaya

Tanpa pengunjung

Tanpa milongueros

 

“well, it takes two, to tango”

 

Bohong

Bahwa Ucap adalah doa

Bahwa ucap adalah Doa

 

Di Loka

Kamu yang murung

Meniru warna mendung

Mengundang tubuhku

Ikut nampak satu dalam abu

sisa sigaret Jepangmu

 

Kos-kosan Bebas

bukan tempat yang begitu nyaman

catnya norak

kuning tidak, putih apalagi

sempit, berantakan pula

 

waktu berjalan lambat di tempat ini

membatasi ruang pikiranku

yang kelana, porak poranda

dihimpun dalam 3×3 m2

 

Kenangan

kenangan  mengonsumsi banyak waktuku saat ini

memaksaku terbangun lebih lama dari biasa

membatasi gerak dan aktivitas fisik lainnya

di lorong aku dipaksa berbaris rapi

menunjukkan senyum terbaik,

berdiri tegak, dagu diangkat.

kenangan perlahan menyantap waktu,

kemudian tubuh dan kami menjadi satu

 

Malaikat Magang

tuan tak akan pernah ditakdirkan

bersama orang yang paling tuan cintai

malaikat magang yang menulis takdir tuan

ia baru belajar mengarang

mengumpulkan tugasnya, tergesa-gesa

Tags: kepalamu dan isinyapuisipuisi keras kepalapuisi malaikatpuisi tango
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pop Culture Buat Isti

Next Post

Membakar Usia

Ruhma Ruksalana Huurul’in

Ruhma Ruksalana Huurul’in

Lahir di Mataram, Lombok, 19 Mei 1994. Alumbus jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Malang. Sejak sekolah menengah terlibat dalam aktivitas seni, terutama teater dan sastra. Kini selain mengerjakan proyek-proyek berbasis lingkungan, juga menjabat wali kelas untuk Akarpohon Offschool.

Artikel Terkait

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Komunikasi Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Ala Habermas

Komunikasi Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Ala Habermas

13 November 2020
Homo Digitalis dan Kebutuhan Kita pada Filsafat

Homo Digitalis dan Kebutuhan Kita pada Filsafat

17 January 2022
Gambar Artikel Lelaki yang Melukis di Waktu Senggang

Lelaki yang Melukis di Waktu Senggang

4 December 2020
Gambar Artikel Air Terjun Temburun dan Pulau Temawan

Air Terjun Temburun dan Pulau Temawan

28 November 2020
Beruntung Kita Selalu Bisa Melihat Sisi Baik dari Setiap Bencana

Beruntung Kita Selalu Bisa Melihat Sisi Baik dari Setiap Bencana

2 July 2021
Surat dari Eretria

Surat dari Eretria

7 February 2021
Bekas Kecupan

Bekas Kecupan

28 April 2021
Transformasi Standar Berkat Gendurenan di Era Revolusi Industri 4.0

Transformasi Standar Berkat Gendurenan di Era Revolusi Industri 4.0

13 January 2022
Jam Operasional Korona

Jam Operasional Korona

5 February 2021
Daftar Momen Saat Perempuan Minta Maaf dengan Tulus

Daftar Momen Saat Perempuan Minta Maaf dengan Tulus

26 December 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (226)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (145)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.