• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Wednesday, 14 October 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Kepalamu dan Isinya

Puisi Ruhma Ruksalana Huurul’in

Ruhma Ruksalana Huurul’in by Ruhma Ruksalana Huurul’in
3 April 2021
in Puisi
0
Kepalamu dan Isinya

https://unsplash.com/photos/UHTkXf1Mrb4

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Ruang di kepalamu,

isinya kelana,

minta diajak jelajah angkasa,

menyusuri sungai sambil identifikasi

spesies melata sekitarnya,

beli jajanan pinggir jalan

tanpa turun dari mobil

dibacakan dongeng paling bahagia

satu isi bumi.

 

Aduh

 

Ruang di kepalamu,

terlalu kembara,

untuk aku yang canggung dan himpun

dalam satu bingkai citra

 

Keras Kepala

Seseorang akan terhenti

pada sembap yang sama,

sebab yang lain

tempat yang lain,

orang yang sama

 

Tango

Kau sendiri

Berdiam diri, habis berdoa

dan siap menari

Musik dimulai

Di panggung

Tanpa cahaya

Tanpa pengunjung

Tanpa milongueros

 

“well, it takes two, to tango”

 

Bohong

Bahwa Ucap adalah doa

Bahwa ucap adalah Doa

 

Di Loka

Kamu yang murung

Meniru warna mendung

Mengundang tubuhku

Ikut nampak satu dalam abu

sisa sigaret Jepangmu

 

Kos-kosan Bebas

bukan tempat yang begitu nyaman

catnya norak

kuning tidak, putih apalagi

sempit, berantakan pula

 

waktu berjalan lambat di tempat ini

membatasi ruang pikiranku

yang kelana, porak poranda

dihimpun dalam 3×3 m2

 

Kenangan

kenangan  mengonsumsi banyak waktuku saat ini

memaksaku terbangun lebih lama dari biasa

membatasi gerak dan aktivitas fisik lainnya

di lorong aku dipaksa berbaris rapi

menunjukkan senyum terbaik,

berdiri tegak, dagu diangkat.

kenangan perlahan menyantap waktu,

kemudian tubuh dan kami menjadi satu

 

Malaikat Magang

tuan tak akan pernah ditakdirkan

bersama orang yang paling tuan cintai

malaikat magang yang menulis takdir tuan

ia baru belajar mengarang

mengumpulkan tugasnya, tergesa-gesa

Tags: kepalamu dan isinyapuisipuisi keras kepalapuisi malaikatpuisi tango
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pop Culture Buat Isti

Next Post

Membakar Usia

Ruhma Ruksalana Huurul’in

Ruhma Ruksalana Huurul’in

Lahir di Mataram, Lombok, 19 Mei 1994. Alumbus jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Malang. Sejak sekolah menengah terlibat dalam aktivitas seni, terutama teater dan sastra. Kini selain mengerjakan proyek-proyek berbasis lingkungan, juga menjabat wali kelas untuk Akarpohon Offschool.

Artikel Terkait

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya
Puisi

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

26 August 2026

Kematian di Pulau Kosong Di pulau yang tak lagi mengenal jejak kaki kematian duduk serupa air pasang yang kehilangan laut...

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari...

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Di Bandara Boston ke Jenewa dan Puisi Lainnya

Di Bandara Boston ke Jenewa dan Puisi Lainnya

21 December 2023
Revolusi Kurikulum

Revolusi Kurikulum

13 December 2021
Novel “Heaven”: Perundungan dan Pergulatan Hidup Penyintas

Novel “Heaven”: Perundungan dan Pergulatan Hidup Penyintas

28 March 2024
Pergi

Pergi

25 March 2021
Gambar Artikel Ibnu Al-Haitham adalah Ilmuwan Muslim, Tokoh Penemu Lensa, Optik, Kamera

Kilas Balik Tokoh Penemu Lensa: Ibnu al-Haitham

26 May 2021
Anjing dan Kupu-kupu

Anjing dan Kupu-kupu

27 April 2021
Gambar Artikel Kemarin dan Rindu

Kemarin dan Rindu

31 October 2020
Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

26 August 2026
Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

9 May 2026
Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • 100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
  • Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya
  • Tuba dan Hal-Hal yang Mungkin Nanti
  • Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss
  • Tunggul

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (73)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (60)
  • Metafor (238)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (150)
    • Resensi (24)
  • Milenial (55)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (19)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.