• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Thursday, 30 July 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Pop Culture Buat Isti

Krisnaldo Triguswinri by Krisnaldo Triguswinri
3 April 2021
in Puisi
0
Pop Culture Buat Isti

https://unsplash.com/photos/p9C1ZEA0Lo4

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Pop Culture Buat Isti 1

Jl. H. agus salim ada hotel pullman

ada menteng & sejarah; rindang, mewah, & kaya

kalau kau ingin tahu hubungan internasional

kau bisa mencuri majalah the international herald tribune

di rumah orang besar dan pejabat

 

monas itu panas, emas dan ganas;

“bayangkan bila hitler di Jakarta”

ia pasti tinggal di menteng dan golkar

 

Pop Culture Buat Isti 2

kutulis sajak ini

kala embun pagi mengendap di perpustakaan;

“freud, oedipus complex, gantung diri pada kontrovesi psikoanalisis.”

 

kutulis sajak ini

kala terjebak di café tengah kota;

“seorang negro merafal mantra serupa kafka.”

 

kutulis sajak ini

kala api unggun menghanguskan tenda;

“goldman dan berkman minum scotch whisky dalam sleeping bag.”

 

kutulis sajak ini

kala bertengkar & curiga pada instagram

“bule, dalam postcolonialism, tidak cocok bagi kita yang asia.”

 

kutulis sajak ini

kala amorfati & gitar patah;

“kuingin membawamu pergi ke konser raisa.”

 

kutulis sajak ini

kala panas jakarta membakar marah;

“seekor kupu tewas oleh kecemburuan.”

 

kutulis sajak ini

kala isti, scoopy & comuter line tiba di pal merah;

“kuingin surat, bajaj & gerimis.”

 

Kutulis sajak ini

Kala menempel poster di dinding;

“kuingin kau jadi ibu anak-anakku.”

 

Pop Culture Buat Isti 3

            Your lips on mine making time stand still. Oh, halte…

hujan malam yang turun

mengingatkanku padamu

 

angin hujan itu

mengingatkanku

pada teduh bogor

daging & batagor

 

dingin hujan itu

mengingatkanku

pada mie rebus

teriyaki & kopi

 

bau hujan itu

mengingatkanku

pada anchor

tissu & kasur

 

daun yang basah itu

mengingatkanku

pada angkot

pengamen & taman

 

genangan air itu

mengingatkanku

pada jalan

rangkulan & kecupan

 

gemercik air itu

mengingatkanku’

pada burung

hutan dan rumput

 

ayolah, kita layarkan perahu kertasNya

bersama memori yang dibawa pulang kereta

 

Pop Culture buat Isti 4

komedi putar

origami & lamp shade

dibuat oleh pegasus

cinta & nemo

dalam ingatan kaligua

telaga ranjeng & waduk penjalin

masuk siaran national geographic

di jalan raya kalilangkap

di antara jalan lingkar & 1 senior high school

do you remember me, dear?

agar aku bisa mengenang hal-hal yang baik saja tentang dirimu

gadis cantik, masa remaja & sekolah

 

di kota kecil yang jauh itu

ada sejuta cerita

misalnya saja, pelarian seorang raja

adipati anom namanya, ia bersabda;

“kanjeng gusti, bumi berarti tanah & ayu berarti cantik.”

seperti gayatri, seperti ken dedes, seperti anarawati

indah serupa taman bunga berwarna di kota keukenhof

serupa queen alexandra birdwing butterfly yang memukau

 

sebelum musim dingin tiba

ya, hujan akan turun tiap menjelang sore

dengan mantel, ketan pencok & tegean

“hi, i’m isti wulandari

i’m native people.

whats going on, gringo?”

bibirnya akan bicara dengan logat asing

yang bukan mother tongue

yang bukan ideal speech situation a la jürgen habermas

jadi waktu raisa membuka lagunya

seperti petasan new year & halloween

ia akan menangis

seperti membagi makanan di jalan & filantropi

meniup lilin

& memakan strawberry cake

membuka tutup botol soju

& memutas musik

 

matahari akan bersinar lebih cerah besok pagi, bukan?

deep talk  & i hate twenty fifth y/o

 

Pop Culture buat Isti 5

di Hollywood Forever Cemetery tertulis sebuah orbituari;

 

jika kau

aku tetap

mencintaimu

 

jika aku

kau tetap

bersamaku

Tags: pop culture buat istipuisi asingpuisi pop culture
ShareTweetSendShare
Previous Post

Penjaring Ikan di Laut

Next Post

Kepalamu dan Isinya

Krisnaldo Triguswinri

Krisnaldo Triguswinri

Lahir di Jambi, Sumatra, pada 24 Oktober 1996. Sedang menempuh Pendidikan Pascasarjana di Departeman Administrasi Publik, Universitas Diponegoro, Semarang. Mengagumi David Graeber, Michel Foucault hingga Slavoj Zizek. Aktif menulis, meneliti dan berkolektif. Bukunya yang telah terbit Jazz Untuk Nada (2016), Tuguran, In Memoriam (2020) & Tidak Ada Pagi Revolusi, Sementara Ada Pagi Jatuh Cinta (2021). Zine yang ia terbitkan; Jambi City & Sub-Culture (2017), Ecology & Millenials Culture (2018),  Human Right Day (2018), Perempuan dan Lingkungan (2019). Yang Akan Aku Bakar Setelah Terbit (2021). Ig: Krisnaldotriguswinri_

Artikel Terkait

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari...

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
Puisi

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

9 May 2026

Aku melihat ayah, di sana Aku melihat ayah pada setiap wanita yang terikat kakinya pada jalan-jalan mereka yang terjal dan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Bagaimana Laut Membuang Masa Kanak dan Remajamu?

Bagaimana Laut Membuang Masa Kanak dan Remajamu?

25 February 2021
Panjang Sama Panjang

Panjang Sama Panjang

17 February 2021
Pasir Pantai

Pasir Pantai

16 May 2021
Gambar Artikel Gerakan Mosi TIdak Percaya: Sumpah dan Nasionalisme (Tertinggi) Pemuda

Gerakan #MosiTidakPercaya : Sumpah dan Nasionalisme (Tertinggi) Pemuda

5 November 2020
Burung Pipit

Burung Pipit

6 April 2021
Ada Apa dengan “Manusia Indonesia”?

Ada Apa dengan “Manusia Indonesia”?

22 March 2023
Minyak Goreng: Objek Doktrin Ekonomi Politik Klasik “Laissez-faire”

Minyak Goreng: Objek Doktrin Ekonomi Politik Klasik “Laissez-faire”

16 April 2022
Gambar Artikel Mandiri Jalur Indomie

Mandiri Jalur Indomie

2 November 2020
Upaya Menemukan Kepastian Hidup Ala Spinoza

Upaya Menemukan Kepastian Hidup Ala Spinoza

25 November 2021
Sisa Subuh

Sisa Subuh

14 September 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Pustakawati dan Puisi Lainnya
  • Ruang Mimpi
  • Jalan Keluar Atas Jebloknya Matematika
  • Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
  • Di Teras St. Carolus
  • Manusia dalam Sengkarut Jejaring Informasi
  • Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
  • Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
  • Saung
  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (71)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (58)
  • Metafor (234)
    • Cerpen (60)
    • Puisi (149)
    • Resensi (24)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.