• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Tuesday, 28 April 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Episodik: Depresi

Moch Aldy MA by Moch Aldy MA
5 April 2021
in Puisi
0
Episodik: Depresi

https://unsplash.com/photos/5grMSn1ZNrY

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Dan di sana, seorang, orang asing berdiri dipeluk sunyi:

Di tikam redup bulan, terbias sela-sela kayu usang dan kaca yang renta

Matanya dingin, sedikit remuk, berkaca-kaca menerka anomi

Pecah relai kilau pelangi, redam lenyap, melahap distorsi dari kepala

 

Perlahan bibirnya merapal suara:

Sesak sempit bunyi-bunyi mencari tempat bersembunyi

Bisik-bisik yang kian berisik berdesakan mengeja bahasa

Bertaut ragu, raganya ringkih menyilam malam yang muram sepi

 

Aku tak mau dihantui empedu kedua kalinya, berjubah tanya:

Aku kembali menoleh, menatap enigma yang menutup si orang asing

Dan ia masih berdiri, bahkan awan gelap masih memeluk pundaknya

Aku memandangnya sekali lagi, beku membeku, berdenting bising aku bergeming

 

Sial, ternyata, orang asing itu adalah aku:

Bayang membayangi bayangannya, mati terhunus cahaya

Tatapnya tajam menggores langit, setengah buram layaknya disleksia

Minor mayor nada pesimisnya optimis, stagnan konstan menuju biru

 

Apa yang harus aku lakukan untuk menerima masa depan? Ucapnya

Semasih darah berwarna ungu di bibir pucatnya membelenggu lara

Tangannya terayun lemah, meraba bentangan nikotin di sakunya

Lalu membakarnya dengan pasti, hingga sekarnya layu berjelaga

 

Ia mengembuskan napasnya, naas kacau tergagau berkata:

Oh diriku yang menyedihkan!

Seperti debu yang berdebu, untuk kembali utuh, sulit rasanya

Berkelindan duka, dimanakah Lithium, Olanzapine dan segala Antidepresan?

 

(manuskrip, 2021)

 

Episodik: Mania

Dan yang terlahir di awal saat berakhir:

Adalah frasa-frasa Nietzsche, Amor dan Fati!

Mungkin, aku memang harus menerima takdir yang getir

Mungkin aku, aku harus merakit patahan makna, sekali lagi

 

Hidup memang berjalan begitu acak:

Tak menentu, tapi tetapi tentu lari bukanlah pilihan

Dan, sisa-sisa yang tersisa di otak

Hanyalah memberontak, menyulut api insureksi!

 

Hidup memang berjalan begitu licik:

Tapi sesuatu dalam jiwaku lebih kuat

Lebih brengsek, lebih culas dan tengik

Niscaya merobek selaput absurditas, dengan pasti, bangsat!

 

Pada akhirnya aku menyerahkan:

Segenap keberanianku kepada hidup

Secuil ketakutanku kepada harapan

Dan seberkas cahaya matahari pun jatuh menimpa hidupku yang basah kuyup

 

Ku sulut pembuluh hasratku

Ku tantang kedua kutub sialan

Ku seduh kopiku yang telah membeku

Ku terima kehadiran malam dan bulan

 

Aku telah terlahir kembali

Dan akan tetap terlahir kembali

Aku kembali hidup

Dan tak akan ditelan sayup-sayup, lalu mati meredup!

 

(manuskrip, 2021)

 

Fi(k)sikawan: Perang Bintang dan Dingin

Dari satelit Sputnik yang diluncurkan Kosmodrom Baykonur ala Soviet ke orbit bumi hingga tiga belas, empat puluh delapan, dan lima puluh butir bintang berkibar di bulan.

 

Dari Vostok dan Soyuz hingga Mercury, Gemini, dan Apollo yang menandai eksplorasi antariksa yang penuh bualan.

 

Dari perang Korea, perang Vietnam, perang saudara Cina, Krisis Kuba, hingga Hanoi dan Saigon, Pakta Warsawa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara.

 

Dari awal memanas hingga dingin mereda, nyatanya, dingin telah menjadi milik kita, sayang: kita adalah manifestasi Nebula! Debu, helium, hidrogen, dan plasma.

 

Dari atom netral dan molekul, partikel bermuatan ion dan elektron hingga ledakan sang bintang, melebur cinta dalam satu Supernova!

 

Dan betapa aku mencintaimu karena tiada dingin yang lebih dingin, yang paling rela kedinginan agar barisan matahari itu berpaling dari dingin hatinya.

Tags: episodik depresiepisodik maniaperang bintangpuisi depresipuisi langit
ShareTweetSendShare
Previous Post

Membakar Usia

Next Post

Burung Pipit

Moch Aldy MA

Moch Aldy MA

Lahir di Bogor, Jawa Barat—pada 27 Maret 2000. Pengarang; Founder Gudang Perspektif; Editor-Ilustrator Omong-Omong Media; & Penerjemah paruh-waktu. Bisa disapa melalui: email-genrifinaldy@gmail.com; instagram-@genrifinaldy; twitter-@mochaldyma

Artikel Terkait

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pencarian di Sudut Rindu

Pencarian di Sudut Rindu

1 December 2021
Jenis-Jenis Garangan Paling Berbahaya bagi Kaum LDR

Jenis-Jenis Garangan Paling Berbahaya bagi Kaum LDR

9 January 2022
Malam Kutukan

Malam Kutukan

28 February 2021
Cosmic Hospitality dan Puisi Lainnya

Cosmic Hospitality dan Puisi Lainnya

26 May 2025
Kalporina

Kalporina

18 June 2021

Temu Buku dan Sesi Bincang Editor di Yogyakarta

10 March 2024
Mengenali Karakter Orang Lewat Tulisan Tangan

Mengenali Karakter Orang Lewat Tulisan Tangan

27 February 2023
Gambar Artikel Kasihan Manusia

Kasihan Manusia

4 November 2020
Mengotak-atik Singkatan Merk Rokok

Mengotak-atik Singkatan Merk Rokok

5 March 2021
Transformasi Standar Berkat Gendurenan di Era Revolusi Industri 4.0

Transformasi Standar Berkat Gendurenan di Era Revolusi Industri 4.0

13 January 2022
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (226)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (145)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.