• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Sunday, 31 May 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Sandalku Dicuri Tuhan | Puisi-puisi Widya Prayoga T.

Widya Prayoga Triatmaja by Widya Prayoga Triatmaja
24 May 2023
in Puisi
0
Sandalku Dicuri Tuhan | Puisi-puisi Widya Prayoga T.

© Ilustrasi Owen Gent | owen-gent.squarespace.com

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

I.

rinduku merangkak
mengejarmu yang terus berlari
aku bisa apa tanpamu?
sedang senyum yang kau tinggal
ingin sekali kukembalikan.

II.

aku tetap berjudi
pada kisah kita
–yang terjeda

jika aku kalah
kaulah yang menang
jika aku menang
kau pun pemenang
sebab yang penting adalah
bahagiamu

: nasib biar jadi urusanku.

 

Pare, 12 Maret 2023

 

Bekalku

kejam dunia dalam pijar
apa yang orang kejar
selebar talas jadi rebutan
dan aku tak kebagian

aku hanya ingin di dekatmu
sebab kau duniaku
dan senyummu yang titisan Tuhan
merangkum segala keindahan

namun hidup terus berjalan
di antara kalah menang
dan doa yang terus kau basahi

Bu, adalah bekalku berlari berdikari.

 

Baca juga: Puisi-Puisi S. Fio Atmaja “Sunyi dalam Kerinduan”

 

Dalam Bis

Perjalanan yang jauh, tapi perhatianmu selalu dekat. Sikapmu hangat, selalu cukup melawan AC bis yang begitu dingin. Kita berteman dengan jarak, akrab dengan perpisahan, dikuatkan harapan. Bersimpul sebab temu, bertaut pada rindu, terikat oleh doa.

 

Jogja, 2022

 

Al, Namamu

rindu memuncak ketika malam hampir beranjak
sedang jarak yang kian memuai
belum mampu kusebrangi

jiwa bergejolak berbalas
penolakan
menjadi hilang
: sejejak langkah yang
tak punya pijakan

waktu masih meninggalkan kita
di dalam kisah
kasih yang seharusnya
tak perlu sudah

beribu tanya menjamur
sebab kita menuai pisah
menyingsing aku yang tengah
lalai dan lengah

raut wajahmu masih bintang bertebaran
senyummu merekah di cekung purnama
dan tubuhmu menjelma angin
menyapa gigil sendu malam itu
selagi aku khusyuk mengingatmu
di ujung inginku

kembali adalah jalan terjal ke kanan kiri
diapit jurang genggaman pasangan–yang erat sekali
sedang aku seorang diri
mendaki sepi
menuju puncak penyesalan
tanpa suara

temu dan sempat yang kuandai-andaikan
menjadi kangen akut
beranak sungai
mengalir ke hilir harapan yang nyata
meksi tak tergapai

Al, namamu terapal dalam doa
–yang terus kusemai

 

Ciputat, 2020

 

Baca juga: Puisi-Puisi Ahmad Yusam Tabrani “Aliran Sungai Maya”

 

Sandalku Dicuri Tuhan

di siang yang terik
gerimis menjenguk tanah
barisan hamba mulai panik
jalan dan aspal telanjur basah

siang makin menggelisahkan
ketika sandalku dicuri Tuhan
setelah jumatan

baru seminggu kubeli
hari ini ada yang ingin memiliki

siang yang becek
oleh genangan
ibu bumi disucikan lagi
sarung hitam tak kusingsingkan
kaki mungil memijak perlahan

siang–yang baru saja menetas
pulangku penuh kedamaian
sambil terus menggerutu,
“sandalku dicuri Tuhan!”

 

Matiku

pejam mata memelas
airku mengalir deras
kamu adalah alasan
harapan kehancuran

berkeping-keping menghambur
: hilang dan tak dianggap
–sunyi, sepi, sendiri
senyap
setengah koma
gila

sebelum kau renggut
semua
sayang
kecup aku di leher

: aku ingin mati di mulutmu

 

Baca juga: Puisi-Puisi Faris Al Faisal “Selamanya Laut”

 

Laki-laki Paling Pandai Melupakan

ia bahkan lupa
kapan terakhir kali berciuman
bahkan dengan siapanya

ia tiba-tiba lupa
pelacur yang padahal
menjadi langganannya

lupa rasanya senang
juga sedih itu
bagaimana

ia lupa apa pun
sebelum hari ini
ketika ingatannya kau curi

 

Tags: metaforpuisisajaksastrawidya prayoga
ShareTweetSendShare
Previous Post

Warna

Next Post

Truk Berlin: Bincang Cerpen Karya Hassan Blasim

Widya Prayoga Triatmaja

Widya Prayoga Triatmaja

Tenaga kesehatan alumni UIN Syarif Hidayatullah asal Kebumen. Suka bergurau dan senyum sok manis. Sekali waktu pernah dibotak hanya karena ketahuan memegang rokok (bukan merokok), dan kini memutuskan untuk merokok beneran. Bisa disapa di Instagram: @wiwidyapt

Artikel Terkait

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
Puisi

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

9 May 2026

Aku melihat ayah, di sana Aku melihat ayah pada setiap wanita yang terikat kakinya pada jalan-jalan mereka yang terjal dan...

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Perempuan yang Menghapus Namanya

Perempuan yang Menghapus Namanya

30 November 2025
Kalporina

Kalporina

18 June 2021
Mengeja Karya Hanna Hirsch Pauli di Museum Stockholm

Mengeja Karya Hanna Hirsch Pauli di Museum Stockholm

15 November 2025
Diam dan Merapal Hujan

Diam dan Merapal Hujan

6 July 2022
Hujan Menulis Air

Hujan Menulis Air

30 April 2021
Bentuk Cinta Paling Tenang dan Tak Ingin Jawab

Bentuk Cinta Paling Tenang dan Tak Ingin Jawab

11 July 2025
Bumi Rantau dan Hilangnya Pengharapan

Bumi Rantau dan Hilangnya Pengharapan

8 December 2021
Gambar Artikel Kucing Liar

Kucing Liar

18 November 2020
Gambar Artikel Komunikasi Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Ala Habermas

Komunikasi Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Ala Habermas

13 November 2020
Gambar Artikel Bahagia Menurut Aristoteles

Bahagia Menurut Aristoteles

28 December 2020
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
  • Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
  • Saung
  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (229)
    • Cerpen (58)
    • Puisi (147)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.