• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 17 April 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Sandalku Dicuri Tuhan | Puisi-puisi Widya Prayoga T.

Widya Prayoga Triatmaja by Widya Prayoga Triatmaja
24 May 2023
in Puisi
0
Sandalku Dicuri Tuhan | Puisi-puisi Widya Prayoga T.

© Ilustrasi Owen Gent | owen-gent.squarespace.com

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

I.

rinduku merangkak
mengejarmu yang terus berlari
aku bisa apa tanpamu?
sedang senyum yang kau tinggal
ingin sekali kukembalikan.

II.

aku tetap berjudi
pada kisah kita
–yang terjeda

jika aku kalah
kaulah yang menang
jika aku menang
kau pun pemenang
sebab yang penting adalah
bahagiamu

: nasib biar jadi urusanku.

 

Pare, 12 Maret 2023

 

Bekalku

kejam dunia dalam pijar
apa yang orang kejar
selebar talas jadi rebutan
dan aku tak kebagian

aku hanya ingin di dekatmu
sebab kau duniaku
dan senyummu yang titisan Tuhan
merangkum segala keindahan

namun hidup terus berjalan
di antara kalah menang
dan doa yang terus kau basahi

Bu, adalah bekalku berlari berdikari.

 

Baca juga: Puisi-Puisi S. Fio Atmaja “Sunyi dalam Kerinduan”

 

Dalam Bis

Perjalanan yang jauh, tapi perhatianmu selalu dekat. Sikapmu hangat, selalu cukup melawan AC bis yang begitu dingin. Kita berteman dengan jarak, akrab dengan perpisahan, dikuatkan harapan. Bersimpul sebab temu, bertaut pada rindu, terikat oleh doa.

 

Jogja, 2022

 

Al, Namamu

rindu memuncak ketika malam hampir beranjak
sedang jarak yang kian memuai
belum mampu kusebrangi

jiwa bergejolak berbalas
penolakan
menjadi hilang
: sejejak langkah yang
tak punya pijakan

waktu masih meninggalkan kita
di dalam kisah
kasih yang seharusnya
tak perlu sudah

beribu tanya menjamur
sebab kita menuai pisah
menyingsing aku yang tengah
lalai dan lengah

raut wajahmu masih bintang bertebaran
senyummu merekah di cekung purnama
dan tubuhmu menjelma angin
menyapa gigil sendu malam itu
selagi aku khusyuk mengingatmu
di ujung inginku

kembali adalah jalan terjal ke kanan kiri
diapit jurang genggaman pasangan–yang erat sekali
sedang aku seorang diri
mendaki sepi
menuju puncak penyesalan
tanpa suara

temu dan sempat yang kuandai-andaikan
menjadi kangen akut
beranak sungai
mengalir ke hilir harapan yang nyata
meksi tak tergapai

Al, namamu terapal dalam doa
–yang terus kusemai

 

Ciputat, 2020

 

Baca juga: Puisi-Puisi Ahmad Yusam Tabrani “Aliran Sungai Maya”

 

Sandalku Dicuri Tuhan

di siang yang terik
gerimis menjenguk tanah
barisan hamba mulai panik
jalan dan aspal telanjur basah

siang makin menggelisahkan
ketika sandalku dicuri Tuhan
setelah jumatan

baru seminggu kubeli
hari ini ada yang ingin memiliki

siang yang becek
oleh genangan
ibu bumi disucikan lagi
sarung hitam tak kusingsingkan
kaki mungil memijak perlahan

siang–yang baru saja menetas
pulangku penuh kedamaian
sambil terus menggerutu,
“sandalku dicuri Tuhan!”

 

Matiku

pejam mata memelas
airku mengalir deras
kamu adalah alasan
harapan kehancuran

berkeping-keping menghambur
: hilang dan tak dianggap
–sunyi, sepi, sendiri
senyap
setengah koma
gila

sebelum kau renggut
semua
sayang
kecup aku di leher

: aku ingin mati di mulutmu

 

Baca juga: Puisi-Puisi Faris Al Faisal “Selamanya Laut”

 

Laki-laki Paling Pandai Melupakan

ia bahkan lupa
kapan terakhir kali berciuman
bahkan dengan siapanya

ia tiba-tiba lupa
pelacur yang padahal
menjadi langganannya

lupa rasanya senang
juga sedih itu
bagaimana

ia lupa apa pun
sebelum hari ini
ketika ingatannya kau curi

 

Tags: metaforpuisisajaksastrawidya prayoga
ShareTweetSendShare
Previous Post

Warna

Next Post

Truk Berlin: Bincang Cerpen Karya Hassan Blasim

Widya Prayoga Triatmaja

Widya Prayoga Triatmaja

Tenaga kesehatan alumni UIN Syarif Hidayatullah asal Kebumen. Suka bergurau dan senyum sok manis. Sekali waktu pernah dibotak hanya karena ketahuan memegang rokok (bukan merokok), dan kini memutuskan untuk merokok beneran. Bisa disapa di Instagram: @wiwidyapt

Artikel Terkait

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Facebook, Penyair, dan Lunatisme

Facebook, Penyair, dan Lunatisme

17 February 2021
Telur, Susu, dan Viagra di Cafe Puisi Mbeling

Telur, Susu, dan Viagra di Cafe Puisi Mbeling

27 January 2021
Eufemisme dan Sarkasme di Era Orla, Orba, dan Oref

Eufemisme dan Sarkasme di Era Orla, Orba, dan Oref

10 October 2021
https://unsplash.com/photos/WXeJcabNzhE

Bunuh Diri, Maut, dan Puisi

14 February 2021
Manfaat Memiliki Daily to Do List

Manfaat Memiliki Daily to Do List

19 November 2021
Akhirnya Aku Mati!

Akhirnya Aku Mati!

17 June 2021

Bahagia itu Sederhana

3 July 2021
Gambar Artikel Bulan yang Lahir dari Penderitaan

Bulan yang Lahir dari Penderitaan

30 December 2020
Peringati Hari Buku Nasional, Forum Buku Berjalan Adakan Temu Buku di Wisdom Park UGM Yogyakarta

Peringati Hari Buku Nasional, Forum Buku Berjalan Adakan Temu Buku di Wisdom Park UGM Yogyakarta

24 May 2024
Doa Pengembara

Doa Pengembara

1 July 2022
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (226)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (145)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.