• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Sunday, 31 May 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Selamanya Laut

Puisi-Puisi Faris Al Faisal

Faris Al Faisal by Faris Al Faisal
14 January 2021
in Puisi
0
Gambar Artikel Puisi Selamanya Laut. Kumpulan Puisi Faris Al Faisal

Sumber Gambar: https://web.500px.com/photo/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Membaca Puisi

Baru saja sepucuk puisi jatuh dari langit
Bukan wahyu, bukan dibawa malaikat
Namun puisi turun dengan kemuliaan

Di tanganku ada kata-kata
Pucuk rumput dengan larik-larik daun
Di awal kalimat kutemukan bunga
Aku terus merambah rimbunnya
Bait demi bait
Menyala di halaman buku

Maka dengan berseru aku membaca
Mengeja sunyi pada rima
Membakar ranting-ranting rindu
Tak seorang pun tahu

Mengigau aku:

  • Puisi adalah puncak gunung penyair
  • Puisi adalah pohon-pohon berbuah
  • Puisi adalah darah daging

Kepada kau aku berpuisi:
Hatiku telah ada pada jurang kelam
Bersuara pada batu-batu
Memantulkan suaraku sendiri
Gema tak reda
Gaung membumbung
Dan aku menyaksikan puisiku mengalir
Ke muara sungaimu

 

Indramayu, 2019

–

 

Selamanya Laut  

Laut adalah bahasa kami
Bersuara dengan gejolak ombak
Mendorong perahu ke lautan
Menepi ke daratan
Membawa sisik ikan
Sajak-sajak kaum nelayan

Selamanya kami adalah laut
Menautkan tali ke ujung kail
Melempar umpan ke tengah samudera
Mengejar gerombolan ikan
Daging-daging puisi putih segar
Memasuki teluk dan pantai

Kami hidup,
Gelombang dan karang
Tinggal di rumah-rumah terumbu
Tanpa selimut
Tanpa gaun unggun
Di palung terdalam
Meneguk asin garam
Dengan riang dan senang

 

Indramayu, 2019

–

 

Landasan Pacu

Setelah berlari di landasan pacu
Puisiku terbang dengan dua sayap mekar
Bandar udaramu ditinggalkan
Rindu mengental di gumpal awan
Tak ada lagi yang bisa kulihat
Selain gerimis tangis di jendela

Dalam jarak langit biru:
Angin menggetarkan ekor puisiku
Burung-burung bingung
Termenung di ranting yang terlipat
Pilot-pilot tak memiliki pesawat
Penumpang tak memiliki tiket
Berkendara angin dan dingin

Di lain waktu puisiku tiba
Senja rebah di pangkuan malam
Bandar udaramu entah ke mana
Seorang perempuan menyambutku
Di tangannya tertulis ucapan
“Selamat Datang”

Namun aku merasa asing
Sebentar lagi mungkin salju turun
Membungkus percakapan
Menimbun kenangan

 

Indramayu, 2019

–

 

Sebuah Wabah                

Ini bukan akhir
Ketika kota-kota mati
Orang-orang mengunci pintu
Mandi uap disinfektan
Dan bumi memakai masker

Menegangkan, sebuah wabah bagi dunia
Jalanan lengang dan satu demi satu
Tubuh-tubuh terkapar
Dalam ratap merdu kesunyian

Yang tak terbayangkan
Pun belum pada abad-abad yang telah lewat
Pandemi itu
: covid 19

Jangan keluar pun masuk
Dari dan ke, suatu daerah wabah
: sabda nabi—suatu petunjuk

Maka berdiam di rumah
Itulah pemutus rantai dan epidemi
Mengakhiri
Perjalanan virus

 

Indramayu, 2020 

–

 

Sesudah Wabah                 

Sesudah wabah, akan ada hari bahagia itu
Bumi penuh bunga-bunga
Tangan memetik larik-larik warna
Menjabat lagi kehangatan dan cerita baru

Di langit, awan-awan berpuisi
Kata-kata turun jadi hujan
Basah segala kemarau, musim berganti gaun
Pucuknya hijau seperti daun

Telah berakhir, berakhir
Dan kehidupan yang baru terlahir

 

Indramayu, 2020

Tags: lautpuisisajaksastraSelamanya Lautwabah
ShareTweetSendShare
Previous Post

Jejak Akhir Tahun Menuju Tahun Baru Api

Next Post

Advaitam Tagore dan Anasir Subtil D. Zawawi Imron

Faris Al Faisal

Faris Al Faisal

Lahir dan berdikari d(ar)i Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Bergiat di Komite Sastra, Dewan Kesenian Indramayu (DKI) dan Lembaga Kebudayaan Indramayu (LKI). Namanya masuk buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia” Yayasan Hari Puisi. Puisinya mendapat Hadiah Penghargaan dalam Sayembara Menulis Puisi Islam ASEAN 2020 di Malaysia. Buku puisi keduanya berjudul “Dari Lubuk Cimanuk ke Muara Kerinduan ke Laut Impian” (Rumah Pustaka, 2018). Bisa disapa di IG @ffarisalffaisal.

Artikel Terkait

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
Puisi

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

9 May 2026

Aku melihat ayah, di sana Aku melihat ayah pada setiap wanita yang terikat kakinya pada jalan-jalan mereka yang terjal dan...

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Sali dan Suli.

Sali dan Suli

6 November 2020
Sedih yang Diam

Sedih yang Diam

1 April 2022
Gambar Artikel Embun Asing Bagimu

Embun Asing Bagimu

15 November 2020
Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

9 May 2026
Gambar Artikel Kesetaraan atau Keadilan

Kesetaraan atau Keadilan?

31 December 2020
4 Nilai Humanistik dalam Film “Hotel Transylvania: Transformania”

4 Nilai Humanistik dalam Film “Hotel Transylvania: Transformania”

1 March 2022
Gambar Artikel Rekomendasi Playlist Lagu untuk mensyukuri Galau

Playlist Lagu Untuk ‘Mensyukuri’ Kegalauanmu

16 June 2021
Pengakuan

Pengakuan

11 March 2022
Tips Menjaga Kesehatan Mental Anak Muda di Masa Pandemi

Tips Menjaga Kesehatan Mental Anak Muda di Masa Pandemi

7 December 2021
Bersikap Maskulin dalam Gerakan Feminisme

Bersikap Maskulin dalam Gerakan Feminisme

13 October 2025
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
  • Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
  • Saung
  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (229)
    • Cerpen (58)
    • Puisi (147)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.