• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 17 April 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Selamanya Laut

Puisi-Puisi Faris Al Faisal

Faris Al Faisal by Faris Al Faisal
14 January 2021
in Puisi
0
Gambar Artikel Puisi Selamanya Laut. Kumpulan Puisi Faris Al Faisal

Sumber Gambar: https://web.500px.com/photo/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Membaca Puisi

Baru saja sepucuk puisi jatuh dari langit
Bukan wahyu, bukan dibawa malaikat
Namun puisi turun dengan kemuliaan

Di tanganku ada kata-kata
Pucuk rumput dengan larik-larik daun
Di awal kalimat kutemukan bunga
Aku terus merambah rimbunnya
Bait demi bait
Menyala di halaman buku

Maka dengan berseru aku membaca
Mengeja sunyi pada rima
Membakar ranting-ranting rindu
Tak seorang pun tahu

Mengigau aku:

  • Puisi adalah puncak gunung penyair
  • Puisi adalah pohon-pohon berbuah
  • Puisi adalah darah daging

Kepada kau aku berpuisi:
Hatiku telah ada pada jurang kelam
Bersuara pada batu-batu
Memantulkan suaraku sendiri
Gema tak reda
Gaung membumbung
Dan aku menyaksikan puisiku mengalir
Ke muara sungaimu

 

Indramayu, 2019

–

 

Selamanya Laut  

Laut adalah bahasa kami
Bersuara dengan gejolak ombak
Mendorong perahu ke lautan
Menepi ke daratan
Membawa sisik ikan
Sajak-sajak kaum nelayan

Selamanya kami adalah laut
Menautkan tali ke ujung kail
Melempar umpan ke tengah samudera
Mengejar gerombolan ikan
Daging-daging puisi putih segar
Memasuki teluk dan pantai

Kami hidup,
Gelombang dan karang
Tinggal di rumah-rumah terumbu
Tanpa selimut
Tanpa gaun unggun
Di palung terdalam
Meneguk asin garam
Dengan riang dan senang

 

Indramayu, 2019

–

 

Landasan Pacu

Setelah berlari di landasan pacu
Puisiku terbang dengan dua sayap mekar
Bandar udaramu ditinggalkan
Rindu mengental di gumpal awan
Tak ada lagi yang bisa kulihat
Selain gerimis tangis di jendela

Dalam jarak langit biru:
Angin menggetarkan ekor puisiku
Burung-burung bingung
Termenung di ranting yang terlipat
Pilot-pilot tak memiliki pesawat
Penumpang tak memiliki tiket
Berkendara angin dan dingin

Di lain waktu puisiku tiba
Senja rebah di pangkuan malam
Bandar udaramu entah ke mana
Seorang perempuan menyambutku
Di tangannya tertulis ucapan
“Selamat Datang”

Namun aku merasa asing
Sebentar lagi mungkin salju turun
Membungkus percakapan
Menimbun kenangan

 

Indramayu, 2019

–

 

Sebuah Wabah                

Ini bukan akhir
Ketika kota-kota mati
Orang-orang mengunci pintu
Mandi uap disinfektan
Dan bumi memakai masker

Menegangkan, sebuah wabah bagi dunia
Jalanan lengang dan satu demi satu
Tubuh-tubuh terkapar
Dalam ratap merdu kesunyian

Yang tak terbayangkan
Pun belum pada abad-abad yang telah lewat
Pandemi itu
: covid 19

Jangan keluar pun masuk
Dari dan ke, suatu daerah wabah
: sabda nabi—suatu petunjuk

Maka berdiam di rumah
Itulah pemutus rantai dan epidemi
Mengakhiri
Perjalanan virus

 

Indramayu, 2020 

–

 

Sesudah Wabah                 

Sesudah wabah, akan ada hari bahagia itu
Bumi penuh bunga-bunga
Tangan memetik larik-larik warna
Menjabat lagi kehangatan dan cerita baru

Di langit, awan-awan berpuisi
Kata-kata turun jadi hujan
Basah segala kemarau, musim berganti gaun
Pucuknya hijau seperti daun

Telah berakhir, berakhir
Dan kehidupan yang baru terlahir

 

Indramayu, 2020

Tags: lautpuisisajaksastraSelamanya Lautwabah
ShareTweetSendShare
Previous Post

Jejak Akhir Tahun Menuju Tahun Baru Api

Next Post

Advaitam Tagore dan Anasir Subtil D. Zawawi Imron

Faris Al Faisal

Faris Al Faisal

Lahir dan berdikari d(ar)i Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Bergiat di Komite Sastra, Dewan Kesenian Indramayu (DKI) dan Lembaga Kebudayaan Indramayu (LKI). Namanya masuk buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia” Yayasan Hari Puisi. Puisinya mendapat Hadiah Penghargaan dalam Sayembara Menulis Puisi Islam ASEAN 2020 di Malaysia. Buku puisi keduanya berjudul “Dari Lubuk Cimanuk ke Muara Kerinduan ke Laut Impian” (Rumah Pustaka, 2018). Bisa disapa di IG @ffarisalffaisal.

Artikel Terkait

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Puisi Maret, Masihkah Kau Ingat Namaku

Maret, Masihkah Kau Ingat Namaku?

28 January 2021
Gambar Artikel Pengungsi Peradaban, Para Pencari Mbah Nun

Pengungsi Peradaban (2)

23 January 2021
Pentingnya Literasi Kepribadian pada Buku Cerita Anak

Pentingnya Literasi Kepribadian pada Buku Cerita Anak

2 March 2022
Gambar Artikel Kenapa Bahasa Inggris untuk Anak SD tidak boleh Dianggap enteng

Kenapa Bahasa Inggris untuk Anak SD Tidak Boleh Dianggap Enteng

25 April 2021
Anosmia Bukan Insomnia, Apalagi Amsenia

Anosmia Bukan Insomnia, Apalagi Amsenia

18 February 2021
Kenangan, Bahasa, dan Pengetahuan

Kenangan, Bahasa, dan Pengetahuan

26 April 2025
Mengapa Perlu Membaca Sastra?

Mengapa Perlu Membaca Sastra?

23 September 2022
Main Tanah dari Langit

Main Tanah dari Langit

28 November 2021
Kelas Merindu

Kelas Merindu

4 January 2022
Cerpenis Itu Bernama Raa

Cerpenis Itu Bernama Raa

15 September 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (226)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (145)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.