• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Saturday, 10 January 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Penulis Muda yang Pernah Putus Asa

dan puisi lainnya

Madno Wanakuncoro by Madno Wanakuncoro
6 April 2022
in Puisi
0
Penulis Muda yang Pernah Putus Asa

https://www.tizaylapiz.com/2015/04/concursos-literarios-para-jovenes.html

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Penulis Muda yang Pernah Putus Asa

pada Rabu yang lapuk
termakan jam kerja dan taring cita-cita
ada sisa pertemuan
antara isi kepala dan
kompromi dunia nyata

seperti di meja kafe tempatku mengetik ini
masih membekas jejak cangkir
yang panas dan basah
berisi setuang kegelisahan
dan pahit nasib seorang penulis
yang tak kunjung berhasil
memikat masyarakatnya

maka apa yang musti kuperbuat
di masa yang kebak musik ajeb-ajeb
dan foto-foto palsu di instastory

sedang kata sejawat–yang sama putus asanya,
“era tulisan sudah mati”
jurnalis banyak yang frustrasi
katanya audiovisual sudah
membikin punah para munsyi
dan juru aksara

juga infografis, sajian TikTok
dan unggahan reels
kepalang menjadi konsumsi pokok
setiap hari

tapi memang survival of the fittest
tidak beradaptasi berarti mati
memilih berubah atau menjadi arsip sejarah

tapi apa yang musti kuperbuat
di zaman berkalang kompetisi
yang bertopeng kolaborasi

sementara waktu hanyalah penipu
: detak detik ajal yang tak kehabisan cara
untuk membunuhku


Blandongan, Maret 2022

 

 

Ketika Temanku Bertanya

semalaman aku berjibaku dengan lampu
di keremangan usia
bersama ponsel, derit suara kasur tetangga,
dan gorengan dingin

keheningan kosan mendadak dipecah
oleh tamu yang langkah kakinya tak terdengar
dan dengan tenangnya ia pun masuk
tanpa merasa perlu mendapat izin dariku

setelah mengedarkan mata
mengeja kumpulan kolase tempel sobekan koran,
tulisan tangan, dan buku-buku bisu
ia bertanya padaku, “kenapa kau menulis?”

“kenapa kau tak menulis?” jawabku ketus
sebab pertanyaannya terdengar di telingaku
: kenapa aku bernapas

dan orang idiot di kolong langit manakah
yang memerlukan alasan
untuk sekadar menghirup
gerak udara

dan selain demi melanjutkan kehidupan
—yang tak pernah kita minta
maka alasan apa lagi yang perlu kita karang
selain keabadian dan ingin terkenang

 

Umbulharjo, Maret 2022

 

 

Mitos Puisi yang Harus Diberangus

puisi yang baik adalah
yang tidak kau mengerti
kalimatnya gelap
dan sama sekali gaib
bagi akalmu

puisi yang bagus adalah
yang membuatmu minder bin insekyur
dan seperti ingin berkata, “duh, ini bukan maqomku
untuk memahaminya
karena terlalu tinggi bahasanya”

puisi yang indah adalah
yang selalu bersajak dan berima
sehingga satu bait sekali baca
mulutmu bisa mangap, mecucu,
atau mangap mecucu – mangap mecucu

puisi yang wow dan mindblowing adalah
yang diberi kata pengantar oleh penyair senior
sampai membuatmu beriman padanya
dan mencocok-cocokkan nalarmu
untuk mengamininya

padahal bagiku, puisi hanyalah
nama seorang anak—yang lahir
dari pertemuan antara mataku
dengan senyummu

lalu kau bilang: hilih, mbelgedes!

 

Yogya, 2022

 

Hombilahompimpah Alaihom Ledung

hombilahom

bilahom
hom hom

bilahom
bilahom
hom hom

pimpah alaihom
gambreng

cak nDlahom makan sate tengkleng
mangapo lambemu
meremo matamu
mekrok’o irungmu

 

lalu tak lelo lelo lelo ledung

cup menengo mantanku sing manis

kangmas-mu lagi lungo menyang kali

nyangking watu lan krikil

kanggo balang jumroh ning senayan

 

wes cep menengo mantanku

kae korupsi ndadari

koyo buto nggegilani

lagi ngecapi bidadari

 

tak lelo lelo lelo ledung

cep menengo yok hompimpah bareng

dolanan mending rame-rame

yen sepi mending nyolong wae

 

(Yogya, 2022)

Tags: madno wanakuncoromitos puisiPenulis Muda yang Pernah Putus Asapuisisajaksastra
ShareTweetSendShare
Previous Post

Puasa dalam Pandangan Budaya Pop dan Gejala Pseudo-Spiritualisme

Next Post

Membaca Cara Kerja Pikiran

Madno Wanakuncoro

Madno Wanakuncoro

Menulis apa saja, melukis sebisanya. Bermimpi menulis banyak buku melebihi usianya. Ingin mengurai tabu-tabu dalam karyanya namun resiko tidak laku. Judul bukunya yang terbit: kumcer "Kepala Negara Babi" (2020), kumpulan surat esai "Suara-Suara yang Tersekap" (2020), dan sisanya buku puisi yang kurang bagus untuk dicantumkan.

Artikel Terkait

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya
Puisi

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya

7 September 2025

Ketika Kita Sama-Sama Telanjur Tinggal kau mengikat sepatumu di teras aku mengikat napas agar tidak membentur kalimatmu di antara kita...

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya
Puisi

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya

14 August 2025

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya setiap malam ia menyetrika tubuhnya di depan kaca mencari lipatan-lipatan yang membuat lelaki itu malas pulang...

Hisap Aku hingga Putih dan Puisi Lainnya
Puisi

Hisap Aku hingga Putih dan Puisi Lainnya

3 August 2025

Hisap Aku hingga Putih bulan merabun serbuk langit bebal pohon dan batu tak bergaris hitam coreng malam yang sumuk punggung...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Alasan Kenapa Self-Love Sulit Dilakukan

Alasan Kenapa Self-Love Sulit Dilakukan

29 October 2021
Kebanyakan Fafifu

Kebanyakan Fafifu

3 May 2021
Diam dan Merapal Hujan

Diam dan Merapal Hujan

6 July 2022
Di Balik Prokrastinasi: Naluri Purba Vs Tuntutan Zaman

Di Balik Prokrastinasi: Naluri Purba Vs Tuntutan Zaman

31 October 2025
Mengenal Thasykubro Zadah: Sejarawan Penulis Ensiklopedia Islam

Mengenal Thasykubro Zadah: Sejarawan Penulis Ensiklopedia Islam

10 March 2022
Gambar Artikel Puisi Hikayat Jenderal Koruptor

Hikayat Jenderal Koruptor

31 January 2021
Dalam Buku untuk Bersikap Mangap

Dalam Buku untuk Bersikap Mangap

11 February 2021
Gambar Artikel Pesona dan Kuliner Kepulauan Anambas

Pesona dan Kuliner Kepulauan Anambas

19 November 2020
Tempat: Kenangan dan Seisinya

Tempat: Kenangan dan Seisinya

28 January 2021
Mawar Hitam Praja Buana

Mawar Hitam Praja Buana

29 April 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
  • Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul
  • Perempuan yang Menghapus Namanya
  • Mempersenjatai Trauma: Strategi Jahat Israel terhadap Palestina
  • Antony Loewenstein: “Mendekati Israel adalah Kesalahan yang Memalukan bagi Indonesia”
  • Gelembung-Gelembung
  • Mengeja Karya Hanna Hirsch Pauli di Museum Stockholm
  • Di Balik Prokrastinasi: Naluri Purba Vs Tuntutan Zaman
  • Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar
  • Bersikap Maskulin dalam Gerakan Feminisme

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (67)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (54)
  • Metafor (219)
    • Cerpen (56)
    • Puisi (142)
    • Resensi (20)
  • Milenial (51)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (15)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.