• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Wednesday, 19 August 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Kasihan Manusia

Puisi-Puisi Madno Wanakuncoro

M. Naufal Waliyuddin by M. Naufal Waliyuddin
4 November 2020
in Puisi
0
Gambar Artikel Kasihan Manusia

Sumber Gambar : https://id.pinterest.com/pin/404198135302148346/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Ketukan Pintu Dariku

ingin ke manakah hatiku berlabuh
jika tak ada pintu yang terbuka

pelarianku menyusuri pagi yang lain
berderu ombak di karang batin

masih adakah sejengkal halaman
yang sudi menadahiku
sebagai hujan
di saat sandyakala semakin muram

kau mungkin adalah ingatan
atau barangkali persimpangan
ruang pertemuan para musafir
yang haus dan kelaparan

semusim lagi, aku akan tiba
di teras sedihmu
akan kuketuk pintu
menjemput rindu
dan menjerit dalam kebisuanmu.

Kembangsore, 23 Jan 2019

 

Kasihan Manusia

ada yang berlaga seperti waktu
menyusupi ruang-ruang basah
tempat orang buangan sepertiku
ringkuh mendekap resah

kesadaran hanyalah palsu
seperti kelinci di topi pesulap
atau lelucon para pejabat
mirip suara nurani yang tersekap

linangan nasib mengaliri sekujur tubuh pertiwi
becek lumpur mengotori sanubari
dan sampah-sampah plastik khusyuk merasuki
pencernaan kami

cukup ingatkah kau
pada kenangan hangat
semasih di rahim ibu?
rasa aman dan waktu
belum menipu kita

tak ada peluru dan perundungan para pembenci
sosmed belum kau kenal
dan politik adalah alien

tapi di sana kau tak berpikir, sayang

: hanya gumpalan malam yang kedap suara
dan tak pernah merasa ada.

Yogyakarta, 2020

Titik yang Sama

hutan sedang layu
saat kau tatap senja
di buritan perahu bunga

dada mendayung angin sepi
menyonsong sarang mentari
dan kau tiba-tiba berpaling
dari jingga yang emas
menuju mataku

lantas berucap, “mungkin kecewa adalah
hela napas yang panjang.”

aku menyahut tanpa kedip
dan tempias suara cicit burung
isyarat menguping perbincangan kita
“dan putus asa barangkali adalah hujan deras
yang ingin menghibur si buta.”

kita kembali menatap titik yang sama
dan pandangan kita
bersipeluk di ufuk renjana.

Pacet, 2019

Tags: ibu pertiwiilusikasihan manusiakecewakesadaranmanusianasibpuisiputus asasajaksastra
ShareTweetSendShare
Previous Post

Ketika Seorang Perempuan Membaca Nawal el-Saadawi

Next Post

Puisi-Puisi Kemas Ferri Rahman

M. Naufal Waliyuddin

M. Naufal Waliyuddin

Tim Redaksi Metafor

Artikel Terkait

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari...

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
Puisi

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

9 May 2026

Aku melihat ayah, di sana Aku melihat ayah pada setiap wanita yang terikat kakinya pada jalan-jalan mereka yang terjal dan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Nanda dan Kisah Pilunya

Nanda dan Kisah Pilunya

19 July 2021
Cik Dian

Cik Dian

4 August 2026
Cerpenis Itu Bernama Raa

Cerpenis Itu Bernama Raa

15 September 2021
Menulis Puisi

Menulis Puisi

31 March 2021
Gambar Artikel Kutukan Ilmu dan Tipologi Ulama Menurut Al-Ghazali

Kutukan Ilmu dan Tipologi Ulama Menurut Al-Ghazali

10 December 2020
Gambat Artikel Abbas Ibn Firnas : Manusia Terbang Pertama dari Andalusia

Abbas Ibn Firnas: ‘Manusia Terbang’ Pertama dari Andalusia

29 June 2021
Gambar Artikel Penjelas Masa Lalu

Penjelas Masa Lalu

10 January 2021
Ketipu Diri Sendiri Saat Bermedsos

Ketipu Diri Sendiri Saat Bermedsos

12 September 2021
Lukisan "Frukostdags" karya Hanna Hirsch Pauli

Mengeja Karya Hanna Hirsch Pauli di Museum Stockholm

15 November 2025
Gambar Artikel Puisi Semua Semau

Semua Semau

7 January 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Dari Jakarta ke Borobudur: 20 Hari Jalan Kaki
  • Cik Dian
  • Pustakawati dan Puisi Lainnya
  • Ruang Mimpi
  • Jalan Keluar Atas Jebloknya Matematika
  • Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
  • Di Teras St. Carolus
  • Manusia dalam Sengkarut Jejaring Informasi
  • Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
  • Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
  • Saung
  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (71)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (58)
  • Metafor (235)
    • Cerpen (61)
    • Puisi (149)
    • Resensi (24)
  • Milenial (53)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (17)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.