• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Sunday, 29 March 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Kasihan Manusia

Puisi-Puisi Madno Wanakuncoro

M. Naufal Waliyuddin by M. Naufal Waliyuddin
4 November 2020
in Puisi
0
Gambar Artikel Kasihan Manusia

Sumber Gambar : https://id.pinterest.com/pin/404198135302148346/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Ketukan Pintu Dariku

ingin ke manakah hatiku berlabuh
jika tak ada pintu yang terbuka

pelarianku menyusuri pagi yang lain
berderu ombak di karang batin

masih adakah sejengkal halaman
yang sudi menadahiku
sebagai hujan
di saat sandyakala semakin muram

kau mungkin adalah ingatan
atau barangkali persimpangan
ruang pertemuan para musafir
yang haus dan kelaparan

semusim lagi, aku akan tiba
di teras sedihmu
akan kuketuk pintu
menjemput rindu
dan menjerit dalam kebisuanmu.

Kembangsore, 23 Jan 2019

 

Kasihan Manusia

ada yang berlaga seperti waktu
menyusupi ruang-ruang basah
tempat orang buangan sepertiku
ringkuh mendekap resah

kesadaran hanyalah palsu
seperti kelinci di topi pesulap
atau lelucon para pejabat
mirip suara nurani yang tersekap

linangan nasib mengaliri sekujur tubuh pertiwi
becek lumpur mengotori sanubari
dan sampah-sampah plastik khusyuk merasuki
pencernaan kami

cukup ingatkah kau
pada kenangan hangat
semasih di rahim ibu?
rasa aman dan waktu
belum menipu kita

tak ada peluru dan perundungan para pembenci
sosmed belum kau kenal
dan politik adalah alien

tapi di sana kau tak berpikir, sayang

: hanya gumpalan malam yang kedap suara
dan tak pernah merasa ada.

Yogyakarta, 2020

Titik yang Sama

hutan sedang layu
saat kau tatap senja
di buritan perahu bunga

dada mendayung angin sepi
menyonsong sarang mentari
dan kau tiba-tiba berpaling
dari jingga yang emas
menuju mataku

lantas berucap, “mungkin kecewa adalah
hela napas yang panjang.”

aku menyahut tanpa kedip
dan tempias suara cicit burung
isyarat menguping perbincangan kita
“dan putus asa barangkali adalah hujan deras
yang ingin menghibur si buta.”

kita kembali menatap titik yang sama
dan pandangan kita
bersipeluk di ufuk renjana.

Pacet, 2019

Tags: ibu pertiwiilusikasihan manusiakecewakesadaranmanusianasibpuisiputus asasajaksastra
ShareTweetSendShare
Previous Post

Ketika Seorang Perempuan Membaca Nawal el-Saadawi

Next Post

Puisi-Puisi Kemas Ferri Rahman

M. Naufal Waliyuddin

M. Naufal Waliyuddin

Tim Redaksi Metafor

Artikel Terkait

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya
Puisi

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya

7 September 2025

Ketika Kita Sama-Sama Telanjur Tinggal kau mengikat sepatumu di teras aku mengikat napas agar tidak membentur kalimatmu di antara kita...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Tindak Korupsi di Mata Ahmad Hassan

Tindak Korupsi di Mata Ahmad Hassan

11 January 2021
Siasat Bersama Wong Cilik dan Upaya Menginsafi Diri: Sebuah Perjamuan dengan Sindhunata

Siasat Bersama Wong Cilik dan Upaya Menginsafi Diri: Sebuah Perjamuan dengan Sindhunata

15 June 2025
Tiada yang Bakal Dirindu

Tiada yang Bakal Dirindu

28 January 2022
Bersetubuh dengan Kata

Bersetubuh dengan Kata

24 March 2021
Puisi Siap Saji

Puisi Siap Saji

22 February 2021
Gambar Artikel Menghindari Kata Sibuk

Menghindari Kata Sibuk

22 January 2021
Ada Apa dengan “Manusia Indonesia”?

Ada Apa dengan “Manusia Indonesia”?

22 March 2023
Monolog Rayap Terbang di Lantai 13

Monolog Rayap Terbang di Lantai 13

18 May 2021
Surat Terbuka untuk Sunyi

Surat Terbuka untuk Sunyi

15 February 2021
Mata Cinta

Mata Cinta

27 November 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (224)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (144)
    • Resensi (22)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.