• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Monday, 01 June 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Aku Pernah Melihatmu Tertidur

Imam Safwan by Imam Safwan
17 May 2021
in Puisi
0
Aku Pernah Melihatmu Tertidur

https://unsplash.com/photos/52AAiXWoVi0

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

aku pernah melihatmu tertidur

dalam lelap yang paling khusuk

ketika itu wajahmu terlihat sejuk

barangkali karena kau terlalu lama terjaga

oleh pikiranmu yang paling celaka

dan curiga yang paling purba

 

aku menemukan keheningan pada

rerimbun bulu matamu

dan ketenangan telaga pada hembus nafasmu

saat kau terlelap

jantungku berlari cepat

 

di luar air telaga bersenandung

langit bercermin dengan wajah mendung

aku menemukan diriku di langit

tergantung dengan pikiran terkurung

 

Tanjung, 2014.

 

Karena Sihirmu

kalau malam, kau membayang

dalam sihir dari pinggulmu

yang barangkali telah kau mantrai saat sore

saat hujan bersenggama dengan angin.

 

sungguh tiada yang lebih api dari matamu

hingga aku terbakar dalam dendam:

dendam separau teriak gelombang pada karang

yang menghambur jadi buih dalam perih.

 

inilah kematianku dalam nafas yang terjaga.

kalau sudah mulai larut, aku hanya memaknai waktu

karena sihir api dari pinggul dan matamu memburuku

sampaiku menghianati malam-menghianati iman.

 

Tanjung, 2014.

 

Hujan yang Berlari

hujan di gunung itu berlari seperti kuda-kuda abu

ia memberat dan merayap ke atap-atap

tidak ada rencana yang terbaca

selain memaku dalam lagu masa lalu

barangkali, kita menghangatkan diri

dalam segelas kopi atau tubuh permaisuri

membuat gerimis mendesis

mengalir dari tubuh sampai luluh.

 

Tanjung, 2017

Tags: aku pernah melihatmu tertidurhujan yang berlarikarena sihirmupuisi cinta
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pasir Pantai

Next Post

Monolog Rayap Terbang di Lantai 13

Imam Safwan

Imam Safwan

Lahir di Pemenang, Lombok Utara 12 April 1978. Merampungkan studi jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Mataram. Puisi-puisinya telah diterbitkan beberapa media seperti Indo Pos, Sinar Harapan, Bali Pos, banjar masin Pos, dll. Juga termaktub dalam antologi bersama Simpang Lima (2009), Dari Takhalli Sampai Temaram (Dewan Kesenian NTB, 2012) Indonesia di Titik 13 (2013) Tifa Nusantara (2013), dll. Buku puisinya yang sudah terbit adalah Gili Tiga Bidadari (2012) Rindu Desir Pada Pasir (2012),dan Langit Seperti Cangkang Telur Bebek ( 2014), Naskah Drama 3 babak Maling. Buku referensi tentang kebudayaan berjudul Memulang( Dikbudpora KLU, 2013).

Artikel Terkait

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
Puisi

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

9 May 2026

Aku melihat ayah, di sana Aku melihat ayah pada setiap wanita yang terikat kakinya pada jalan-jalan mereka yang terjal dan...

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Penjaring Ikan di Laut

Penjaring Ikan di Laut

2 April 2021
Penjual Susu dan Puisi Lainnya

Penjual Susu dan Puisi Lainnya

2 June 2024
Gambar Cerpen Sertifikat Hak Milik

Sertifikat Hak Milik

4 February 2021
Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara

Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara

11 January 2026
Surat dari Sekar

Surat dari Sekar

10 November 2021
Di Kemanggisan

Di Kemanggisan

22 December 2021
Gambar Artikel Mengapa Jamie Vardy Layak Jadi Guru Untuk Kaum Pekerja?

Mengapa Jamie Vardy Layak Jadi Guru untuk Kaum Pekerja?

20 November 2020
Gambar Artikel Teori Resep Rahasia Membuat Krabby Patty Laris

Teori Resep Rahasia yang Membuat Krabby Patty Laris

15 November 2020
Cerpenis Itu Bernama Raa

Cerpenis Itu Bernama Raa

15 September 2021
Gambar Artikel Tut Wuri Golek Rai

Tut Wuri Golek Rai

25 November 2020
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
  • Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
  • Saung
  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (229)
    • Cerpen (58)
    • Puisi (147)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.