• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Thursday, 15 October 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Pergantian Musim

Eri Setiawan by Eri Setiawan
6 February 2021
in Puisi
0
Pergantian Musim

Sumber gambar: https://amirzand.cgsociety.org/h8e2/lonely-rock

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Sepasang Mata

tiadalah senja di muka semesta
sebab hujan lebih dulu menghasut langit
untuk menepikan kau-aku pada ruang
atap bambu
yang alasnya kecil, dilingkari batu-batu

kita yang menggigil cukup kaku
mengeja kata-kata
apalagi musti merangkaikannya
menjadi kalimat-kalimat baku
pun dengan sepatah frasa lugu

tetapi, pandang matamu begitu kata-kata
ada yang begitu cantik selaksa lirik
yang muncul dari bola-bola itu
menghasut menjadi kehangatan
menjelmakan hujan menjadi derai-derai
sebuah kasih lahir terurai

tetapi, kulihat senyummu begitu rekah
ada yang begitu merah selaksa api
yang menemui puncaknya
menghasutku mendekat cepat
lalu kudengarlah sayup-sayup
getar bibirmu yang basah kuyup

“mencintaimu adalah muruah, yang rintik-rintiknya abadi”.

 

Purwokerto, 2020

 

Pergantian Musim

pada kemarau yang membentang
sepanjang semesta itu
telah habis dipukul gerimis-gerimis
rumput-rumput kecil dan
pepohonan setengah napas
yang tak lagi hendak bicara itu
kembali mencintai kata-kata
tubuhnya berangsur semi
akar-akarnya lepas dari cemas
merambat ke penjuru mana saja
tanpa resah gundah berkala

pun dengan keringnya telaga-telaga
yang ruhnya sempat tertunduk
sebab sejuknya yang telah menjadi luka itu
perlahan tergenang oleh rinai-rinai
dan sepasang dua pasang mata air
yang mengucur selaksa hati yang
telah pulih dari gersang yang
tak henti-hentinya melanglang

semesta pun dikabarkan selamat
wajah-wajah berseri kian melekat
seperti halnya hidup yang lama sekarat
ada selamat datang dari senyum
dan cinta yang dahsyat.

 

Rindu

jika kota Jakarta telah rawan banjir,
lalu bagaimana dengan sungai batinmu,
yang tiap malam dihujani rindu?
akankah bumi percintaan akan tenggelam,
dan perasaan-perasaanmu tunggang langgang mencari pengungsian?

aku cemas
jarak Bandung-Yogya menjadi kilometer api
dan kau tak hendak memaklumi lagi.

 

Purwokerto, 2020

Tags: banjirkemaraupergantian musimpuisirindu
ShareTweetSendShare
Previous Post

Resolusi Parmin

Next Post

Gejala Kebudayaan Hilang di Era Pandemi

Eri Setiawan

Eri Setiawan

Guru di SMPN 2 Pangadegan, Purbalingga. Pria kelahiran Banjarnegara ini aktif bergelut di KPI.

Artikel Terkait

Kebiasaan Masa Kecil dan Puisi Lainnya
Puisi

Kebiasaan Masa Kecil dan Puisi Lainnya

13 October 2026

Kebiasaan Masa Kecil masa kecil tak ingin kubayangkan lagi, menyesak tak berpihak membuatku terus-menerus terpencil sebagai anak kecil --hanya sebagai...

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya
Puisi

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

26 August 2026

Kematian di Pulau Kosong Di pulau yang tak lagi mengenal jejak kaki kematian duduk serupa air pasang yang kehilangan laut...

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Kasihan Manusia

Kasihan Manusia

4 November 2020
Gambar Artikel Jejak Akhir Tahun Menuju Tahun Baru Api. Kasus di Akhir Tahun

Jejak Akhir Tahun Menuju Tahun Baru Api

12 January 2021
pameran seni Islam di Seoul

Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul

9 December 2025
Sastra, Memancing, Bunuh Diri: Mengenang Ernest Hemingway

Sastra, Memancing, Bunuh Diri: Mengenang Ernest Hemingway

28 July 2025
Dimensi Ketidakpastian

Dimensi Ketidakpastian

22 February 2021
Gubuk Sajak

Gubuk Sajak

16 March 2021
Gambar Artikel Aliran Sungai Maya

Aliran Sungai Maya

10 December 2020
Novel “Heaven”: Perundungan dan Pergulatan Hidup Penyintas

Novel “Heaven”: Perundungan dan Pergulatan Hidup Penyintas

28 March 2024
Bagaimana Laut Membuang Masa Kanak dan Remajamu?

Bagaimana Laut Membuang Masa Kanak dan Remajamu?

25 February 2021
Dua Lelaki

Dua Lelaki

23 April 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Kebiasaan Masa Kecil dan Puisi Lainnya
  • 100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
  • Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya
  • Tuba dan Hal-Hal yang Mungkin Nanti
  • Penyelamat Memoar di Zaman Penjajahan: Catatan Ziarah ke Makam Gladys di Spiez, Swiss

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (73)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (60)
  • Metafor (239)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (151)
    • Resensi (24)
  • Milenial (55)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (19)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (71)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (20)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.