• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 17 April 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Pergantian Musim

Eri Setiawan by Eri Setiawan
6 February 2021
in Puisi
0
Pergantian Musim

Sumber gambar: https://amirzand.cgsociety.org/h8e2/lonely-rock

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Sepasang Mata

tiadalah senja di muka semesta
sebab hujan lebih dulu menghasut langit
untuk menepikan kau-aku pada ruang
atap bambu
yang alasnya kecil, dilingkari batu-batu

kita yang menggigil cukup kaku
mengeja kata-kata
apalagi musti merangkaikannya
menjadi kalimat-kalimat baku
pun dengan sepatah frasa lugu

tetapi, pandang matamu begitu kata-kata
ada yang begitu cantik selaksa lirik
yang muncul dari bola-bola itu
menghasut menjadi kehangatan
menjelmakan hujan menjadi derai-derai
sebuah kasih lahir terurai

tetapi, kulihat senyummu begitu rekah
ada yang begitu merah selaksa api
yang menemui puncaknya
menghasutku mendekat cepat
lalu kudengarlah sayup-sayup
getar bibirmu yang basah kuyup

“mencintaimu adalah muruah, yang rintik-rintiknya abadi”.

 

Purwokerto, 2020

 

Pergantian Musim

pada kemarau yang membentang
sepanjang semesta itu
telah habis dipukul gerimis-gerimis
rumput-rumput kecil dan
pepohonan setengah napas
yang tak lagi hendak bicara itu
kembali mencintai kata-kata
tubuhnya berangsur semi
akar-akarnya lepas dari cemas
merambat ke penjuru mana saja
tanpa resah gundah berkala

pun dengan keringnya telaga-telaga
yang ruhnya sempat tertunduk
sebab sejuknya yang telah menjadi luka itu
perlahan tergenang oleh rinai-rinai
dan sepasang dua pasang mata air
yang mengucur selaksa hati yang
telah pulih dari gersang yang
tak henti-hentinya melanglang

semesta pun dikabarkan selamat
wajah-wajah berseri kian melekat
seperti halnya hidup yang lama sekarat
ada selamat datang dari senyum
dan cinta yang dahsyat.

 

Rindu

jika kota Jakarta telah rawan banjir,
lalu bagaimana dengan sungai batinmu,
yang tiap malam dihujani rindu?
akankah bumi percintaan akan tenggelam,
dan perasaan-perasaanmu tunggang langgang mencari pengungsian?

aku cemas
jarak Bandung-Yogya menjadi kilometer api
dan kau tak hendak memaklumi lagi.

 

Purwokerto, 2020

Tags: banjirkemaraupergantian musimpuisirindu
ShareTweetSendShare
Previous Post

Resolusi Parmin

Next Post

Gejala Kebudayaan Hilang di Era Pandemi

Eri Setiawan

Eri Setiawan

Guru di SMPN 2 Pangadegan, Purbalingga. Pria kelahiran Banjarnegara ini aktif bergelut di KPI.

Artikel Terkait

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Tempat: Kenangan dan Seisinya

Tempat: Kenangan dan Seisinya

28 January 2021
Gambar Artikel Ketan Memang 'Keraketan'

Ketan Memang ‘Keraketan’

25 November 2020
Di Balik Senyum Warga Desa

Di Balik Senyum Warga Desa

13 July 2021
Melawan Tirani Kebahagiaan

Melawan Tirani Kebahagiaan

17 March 2026
Gambar Artikel Kedalaman dan Sajak untuk Novel Baswedan

Kedalaman dan Sajak untuk Novel Baswedan

3 December 2020
Kenapa Lagu Jawa Trending Terus Di Youtube? Ini Jawabannya

Kenapa Lagu Jawa Trending Terus Di Youtube? Ini Jawabannya

17 March 2022
Para Pengungsi Peradaban (1)

Para Pengungsi Peradaban (1)

23 January 2021
Haruskah Ulang Tahun Selalu Dirayakan?

Haruskah Ulang Tahun Selalu Dirayakan?

5 August 2021
Kultur Musiman

Kultur Musiman

1 October 2021
Gambar Artikel Kenapa Bahasa Inggris untuk Anak SD tidak boleh Dianggap enteng

Kenapa Bahasa Inggris untuk Anak SD Tidak Boleh Dianggap Enteng

25 April 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (226)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (145)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.