• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Thursday, 16 July 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Kopi yang Tumpah Sebelum Diangkat

Ade Maulana Aji by Ade Maulana Aji
3 March 2021
in Puisi
0
Kopi yang Tumpah Sebelum Diangkat

https://unsplash.com/photos/6GDW9BVdmkw

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

kopi yang tumpah

sebelum diangkat

akan jadi badai

arus gelombang

yang menghantam sepi

ampasnya yang hitam

akan jadi pasir pantai

yang dibubuhi gula putih

tapi leleh oleh panasnya sendiri

semut-semut datang berpelesir

menyisir manisnya badai tadi

belum sember berjemur

di bawah matahari bergantung

semuanya telah dihapus bersih.

 

Bekasi, Desember 2020

 

Penjual Kopi Sepeda

roda sepeda itu berhenti

ditepian malam yang pekat

seperti kopi yang berhenti

setelah diaduk penjual itu

kendaraan berlalu-lalang

sepi pun kembali hilang

dan orang-orang

satu-persatu memesan malam

 

di tepian malam yang lain

roda itu kembali berputar

seperti bianglala di pasar malam

yang ditunggunya berhenti

oleh sepasang kekasih itu

 

penjual itu

mengayuh sepedanya

dengan termos air panas

yang tinggal setengah

dan tiga renceng malam

yang masih tersisa

di keranjang sepeda

 

lalu kabut datang menyerang

dan ia pun menghilang

di pelipir malam yang kelam.

 

Bekasi, Januari 2021

 

Penyair Itu

puisi itu sudah menemukan artinya

sedang penyair itu masih mencari dirinya

yang hilang diantara kata-kata

atau tenggelam dikedalaman makna

puisinya kini tak lagi tercipta

lantaran sibuk mencari dirinya

apa, mengapa, bagaimana, dan di mana?

penyair itu masih belum selesai dengan dirinya

biarkan saja, sampai ia menemukan waktunya.

 

Bekasi, 11 Agustus 2020

 

Hujan di Atas Kopi 

di atas kopi yang panas,

asap mengepul—menggumpal jadi awan hitam.

di kopi yang lain,

dikirimkannya awan yang tak kalah hitam.

turbulensi terjadi,

ketika kopi itu mulai ia seruput.

awan naik ke atas,

lalu tumpah di ufuk matanya.

hujan pun turun,

jatuh di atas kopi-kopi yang diseduh.

airnya terpadu,

sebab itulah kopi dan rindu bersekutu.

 

2020

Tags: hujan kopikopipenikmat kopipenjual kopipuisi dan kopi
ShareTweetSendShare
Previous Post

Memahami Puisi Instan “Malam Lebaran” Sitor Situmorang

Next Post

Mengotak-atik Singkatan Merk Rokok

Ade Maulana Aji

Ade Maulana Aji

Lahir di Bekasi 24 September 1997. Mulai menulis puisi sejak SMA dan puisinya terhimpun dalam antologi bersama: Senyuman Lembah Ijen (DKB 2018). Tribute To Soni (KKK 2020) Jazirah Lima Angin, Ombak dan Gemuruh Rindu (FISGB 2020).

Artikel Terkait

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
Puisi

Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya

13 June 2026

SEBUAH SAJAK YANG DIBACA BURUNG JALAK saat prediksi cuaca telah rampung ditata dalam ransel sejenak dunia berhenti menyusun tanggul dari...

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
Puisi

Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya

17 May 2026

Bidikan Sangkar Baja Bidikan sangkar baja, Berlabuh di pura karang yang memilih terhempas. Dalam rayuan kau cengang yang berterbangan Bidikan...

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
Puisi

Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya

9 May 2026

Aku melihat ayah, di sana Aku melihat ayah pada setiap wanita yang terikat kakinya pada jalan-jalan mereka yang terjal dan...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Menghindari Kata Sibuk

Menghindari Kata Sibuk

22 January 2021
Belajar Mengitari Israel

Belajar Mengitari Israel

19 April 2023
Dimensi Ketidakpastian

Dimensi Ketidakpastian

22 February 2021
Korelasi Pandangan Ilmu Kalam dan Kiri Islam Hassan Hanafi

Korelasi Pandangan Ilmu Kalam dan Kiri Islam Hassan Hanafi

21 June 2021
Di Bandara Boston ke Jenewa dan Puisi Lainnya

Di Bandara Boston ke Jenewa dan Puisi Lainnya

21 December 2023
Gambar Artikel Membersihkan Luka dengan Alkohol Vs Air Bersih

Membersihkan Luka dengan Alkohol Vs Air Bersih

23 November 2020
Pemimpin yang Ibda’ Binafsik

Pemimpin yang Ibda’ Binafsik

19 June 2021
Perempuan Sumba dan Budaya Kawin Tangkap

Perempuan Sumba dan Budaya Kawin Tangkap

23 June 2021
Gambar Artikel Kesetaraan atau Keadilan

Kesetaraan atau Keadilan?

31 December 2020
Dari Rongsokan ke Cambridge dan Harvard

Dari Rongsokan ke Cambridge dan Harvard

4 September 2022
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Pustakawati dan Puisi Lainnya
  • Ruang Mimpi
  • Jalan Keluar Atas Jebloknya Matematika
  • Manifesto Pisau dan Puisi Lainnya
  • Di Teras St. Carolus
  • Manusia dalam Sengkarut Jejaring Informasi
  • Bidikan Sangkar Baja dan Puisi Lainnya
  • Aku melihat ayah, di sana dan Puisi Lainnya
  • Saung
  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (71)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (58)
  • Metafor (234)
    • Cerpen (60)
    • Puisi (149)
    • Resensi (24)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.