• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 17 April 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Kopi yang Tumpah Sebelum Diangkat

Ade Maulana Aji by Ade Maulana Aji
3 March 2021
in Puisi
0
Kopi yang Tumpah Sebelum Diangkat

https://unsplash.com/photos/6GDW9BVdmkw

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

kopi yang tumpah

sebelum diangkat

akan jadi badai

arus gelombang

yang menghantam sepi

ampasnya yang hitam

akan jadi pasir pantai

yang dibubuhi gula putih

tapi leleh oleh panasnya sendiri

semut-semut datang berpelesir

menyisir manisnya badai tadi

belum sember berjemur

di bawah matahari bergantung

semuanya telah dihapus bersih.

 

Bekasi, Desember 2020

 

Penjual Kopi Sepeda

roda sepeda itu berhenti

ditepian malam yang pekat

seperti kopi yang berhenti

setelah diaduk penjual itu

kendaraan berlalu-lalang

sepi pun kembali hilang

dan orang-orang

satu-persatu memesan malam

 

di tepian malam yang lain

roda itu kembali berputar

seperti bianglala di pasar malam

yang ditunggunya berhenti

oleh sepasang kekasih itu

 

penjual itu

mengayuh sepedanya

dengan termos air panas

yang tinggal setengah

dan tiga renceng malam

yang masih tersisa

di keranjang sepeda

 

lalu kabut datang menyerang

dan ia pun menghilang

di pelipir malam yang kelam.

 

Bekasi, Januari 2021

 

Penyair Itu

puisi itu sudah menemukan artinya

sedang penyair itu masih mencari dirinya

yang hilang diantara kata-kata

atau tenggelam dikedalaman makna

puisinya kini tak lagi tercipta

lantaran sibuk mencari dirinya

apa, mengapa, bagaimana, dan di mana?

penyair itu masih belum selesai dengan dirinya

biarkan saja, sampai ia menemukan waktunya.

 

Bekasi, 11 Agustus 2020

 

Hujan di Atas Kopi 

di atas kopi yang panas,

asap mengepul—menggumpal jadi awan hitam.

di kopi yang lain,

dikirimkannya awan yang tak kalah hitam.

turbulensi terjadi,

ketika kopi itu mulai ia seruput.

awan naik ke atas,

lalu tumpah di ufuk matanya.

hujan pun turun,

jatuh di atas kopi-kopi yang diseduh.

airnya terpadu,

sebab itulah kopi dan rindu bersekutu.

 

2020

Tags: hujan kopikopipenikmat kopipenjual kopipuisi dan kopi
ShareTweetSendShare
Previous Post

Memahami Puisi Instan “Malam Lebaran” Sitor Situmorang

Next Post

Mengotak-atik Singkatan Merk Rokok

Ade Maulana Aji

Ade Maulana Aji

Lahir di Bekasi 24 September 1997. Mulai menulis puisi sejak SMA dan puisinya terhimpun dalam antologi bersama: Senyuman Lembah Ijen (DKB 2018). Tribute To Soni (KKK 2020) Jazirah Lima Angin, Ombak dan Gemuruh Rindu (FISGB 2020).

Artikel Terkait

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Calon Kepala Desa

5 March 2024
Gambar Artikel Seringai Pedih yang Ia Tulis

Seringai Pedih yang Ia Tulis

28 December 2020
Gambar Artikel Puisi Selamanya Laut. Kumpulan Puisi Faris Al Faisal

Selamanya Laut

14 January 2021
Pasir Pantai

Pasir Pantai

16 May 2021
Violinis Caitlin

Violinis Caitlin

26 July 2021
Gambar Artikel Tiga P, Uraian Sajak Rendra Kesaksian Bapak Saijah

Tiga “P”

24 January 2021
Gambar Artikel Surat Cinta Awal Tahunku

Surat Cinta Awal Tahunku

5 January 2021
Gambar Artikel Tut Wuri Golek Rai

Tut Wuri Golek Rai

25 November 2020
Bukti Pemerintah Serius Menangani Pandemi Covid-19

Bukti Pemerintah Serius Menangani Pandemi Covid-19

9 August 2021
Tentang Kita di Laman Koran Pagi

Tentang Kita di Laman Koran Pagi

21 March 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (226)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (145)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.