• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Thursday, 02 April 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Dengan Angin

Serangkum Puisi

En. Aang MZ by En. Aang MZ
19 January 2021
in Puisi
0
Gambar Artikel Puisi Dengan Angin

Sumber Gambar: https://id.pinterest.com/pin/355573333080132903/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Puisi Dengan Angin

Puan, ikuti saja arah angin
jika angin di musim kemarau
kita harus berjalan menuju kiblat
sebelum arah pulang berkata dekat

jika angin di musim tanam
tanamkan apa yang kita harapkan
dan tegakkan apa yang sudah dijalankan

jika angin di musim kekeringan
kita tak boleh menentang
agar silau matahari tak semakin terang
sebab yang datang pasti pulang

jika angin di musim semi
kita jangan sembarangan dengan keadaan
sebab musim tatkala itu sering melahirkan nyawa kesakitan
maka dari itu kita harus berjalan sebagaimana tafsirannya.

November, 2020

 

Tuan-Puan  

di kota ini aku membaca dari silsilah
yang merupakan banyak nama bersejarah
dengan merangkai kata-kata di kedalaman mutiara

di kota ini yang bahari banyak taman-taman dan wisata-wisata
yang menjadikan bibir sorang tergelincir dalam kemewahan
dusta mana yang kau kecewakan bila kota sudah berkata istimewa

aku seorang pendatang yang ingin bersuara untuk kota ini
kota yang berpenyair dan nama-nama yang bermakna
laksana kelopak melati yang sunyi di atas air

taman dan wisata yang bisa melahirkan kata-kata
dari orang-orang yang bercinta diksi. Kepada keturunan yang masih bau anyir
meskipun yang sudah rela untuk bercinta kuingatkan untuk menjaga kelestarian dan kejayaan

kota yang bahari dengan taman-wisata yang kau bisa dijadikan kota diksi
kau sebagai tuan dan puan sajikanlah aroma-aroma tujuh rupa
sebagai hakikat penerus dalam kebenaran

2020.

 

Suatu Keindahan

ombak menciptakan debur keindahan di lautan
yang nelangsa mencatatkan reda di ujung manusia
dan pantai ialah batas datangnya pemberangkatan
bersimbah akan pembaringan dari berbagai tengkuk ikan
dan penumpangan

angin menyapu pasir mengajak memainkan keindahan
menjadi senyum pada yang datang membawa kejenuhan
dan angin yang membagi hangat pada yang datang dari kejauhan

Jember, 2020

Tags: dengan anginkeindahankotalautmusimpuisisastra
ShareTweetSendShare
Previous Post

Lirih Menangis

Next Post

Gurun Pasir di Indonesia: Pesona Gumuk Pasir Oetune

En. Aang MZ

En. Aang MZ

Lahir Mei-2001 di Pulau Gili Raja Sumenep. Kuliah di UIN KHAS Jember, prodi Komunikasi Penyiaran Islam. Alumni  Nurul Huda II, dan PP. Annuqayah daerah Lubangsa Selatan. Puisinya masuk pelbagai antologi bersama dan dimuat di beberapa media daring maupun cetak. Pernah bergiat di Sanggar Basmalah. IG: En. Aang MZ.

Artikel Terkait

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya
Puisi

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya

7 September 2025

Ketika Kita Sama-Sama Telanjur Tinggal kau mengikat sepatumu di teras aku mengikat napas agar tidak membentur kalimatmu di antara kita...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Lewat Tulisan Aku BerTuhan

Lewat Tulisan Aku BerTuhan

18 December 2020
Gambar Artikel Komunikasi Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Ala Habermas

Komunikasi Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Ala Habermas

13 November 2020
Tamu

Tamu

10 July 2022
Nirwana Khatulistiwa

Nirwana Khatulistiwa

3 August 2021
Hadir itu Bukan Kamu

Hadir itu Bukan Kamu

25 August 2021
Gambar Artikel Kenapa Bahasa Inggris untuk Anak SD tidak boleh Dianggap enteng

Kenapa Bahasa Inggris untuk Anak SD Tidak Boleh Dianggap Enteng

25 April 2021
Ode untuk Martir Pengetahuan: Puisi-puisi Moch Aldy MA

Ode untuk Martir Pengetahuan: Puisi-puisi Moch Aldy MA

11 January 2023
Alir-an

Alir-an

10 February 2021
Aku Pernah Melihatmu Tertidur

Aku Pernah Melihatmu Tertidur

17 May 2021
Maraknya Perundungan Tanda Rendahnya Budaya Literasi

Maraknya Perundungan Tanda Rendahnya Budaya Literasi

17 March 2024
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (224)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (144)
    • Resensi (22)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.