• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Monday, 02 March 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Kolom Esai

Pendidikan, Multiple Intelligences dan Persoalan Era Digital

M. Naufal Waliyuddin by M. Naufal Waliyuddin
25 June 2021
in Esai
0
Pendidikan, Multiple Intelligences dan Persoalan Era Digital

https://www.behance.net/gallery/97691685/Coronavirus

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Sastrawan asal Kalkota, India, Rabindranath Tagore pernah mengungkapkan, “the highest education is that which does not merely give us information but makes our life in harmony with all existence.” Uraian tersebut memiliki anasir yang senada dengan pengertian Ki Hajar Dewantara. Pendidikan berposisi sebagai instrumen meningkatkan kualitas individu—melingkupi multiaspek dari budi pekerti, pikiran dan jasmani—supaya mampu menuju kesempurnaan hidup agar selaras dengan alam dan masyarakat. Sementara dalam khazanah intelektual Muslim, pendidikan dikenal mengandung tiga komposisi interdependen: tarbiyah (pengembangan dan pengayoman), ta’lim (pembelajaran), dan ta’dib (pemberadaban secara komprehensif dan berada dalam spektrum yang lebih luas).

Namun agaknya realitas pendidikan masyarakat modern saat ini justru menjauh dari keharmonisan yang dimaksud. Semenjak masuknya arus globalisasi, perkembangan pesat teknologi informasi tidak terhindarkan sehingga mencapai peradaban digital. Ini dapat ditengarai bahwa di samping efek positif, terdapat pula tiga gaya hidup yang berkembang dalam diri manusia modern: pola hidup materialistis, kecenderungan hedonistik, dan budaya kecepatan. Konsekuensi yang dikenyam adalah gelombang persaingan hidup yang ketat, hilangnya ritme hidup yang perlahan (untuk menikmati dan menghirup atmosfer proses), dan karena itu manusia rentan dilanda stress—apalagi ditambah masa pandemi Covid-19 begini.

Sedangkan geliat era digital di mana manusia yang mulanya berposisi sebagai subjek pengguna peranti teknologi, kini secara ironis justru beralih menjadi objek teknologi itu sendiri. Manusia yang pada mulanya menjadwal kegiatan keseharian, sekarang bergeser menjadi objek yang dijadwal oleh gawai, umpamanya. Berpijak dari fenomena itu, maka akan wajar belaka saat menemukan diskursus Erich Fromm dalam The Art of Loving yang jauh-jauh hari sudah mewejang bahwa manusia abad modern kelak akan mengalami ketidakstabilan jiwa. Hal itu merupakan resultan dari rasa teralienasi (terasing) manusia oleh cara berpikir industrial—dengan cara kerja yang harus serba-efisien, teratur, predictable, dan mekanis. Serangkum gejala yang oleh Ritzer disebut sebagai dampak dari McDonaldisasi.

Pola yang mirip itu, tragisnya, selama ini malah diberlangsungkan secara lestari dan cukup prominen dalam dunia pendidikan modern. Manusia selaku individu yang utuh (holistic) dengan pusparagam dimensinya, dalam dunia pendidikan formal masa kini sering kali merasa tertekan oleh usaha penyeragaman dan penyamarataan. Para peserta didik dituntut agar serba-efisien, mekanis, dan teratur dalam cara pandang yang parsial.

Kecerdasan sains matematis masih menjadi idola di kalangan pendidik dan orang tua. Sedang kecerdasan lainnya, seperti sosial dan musikal, seakan dianak-tirikan dalam dunia pendidikan formal dan belum diberi ruang eksploratif secara luas. Padahal upaya ini penting agar setiap individu berkesempatan menggali potensi uniknya sesuai kecenderungan masing-masing.

Maka muncul paradigma multiple intelligences (MI) dari Howard Gardner. Sebagai antitesis dari ‘monopoli’ dan dominasi paradigma IQ, kecerdasan majemuk menawarkan cara pandang berbeda dalam menyikapi setiap potensi individu manusia—terutama peserta didik—yang variatif. Terdapat setidaknya sembilan macam kecerdasan dalam paradigma kecerdasan majemuk, yaitu: matematika, linguistik, spasial, musikal, naturalistik, kinestetik, intrapersonal, interpersonal, dan eksistensial. Di samping mencermati distingsi individual dalam ihwal potensi, paradigma kecerdasan majemuk juga menaruh perhatian kepada tipe kepandaian secara integratif. Selain peran intelektual (IQ), dalam diri individu juga menyimpan anasir emosional (EQ) dan spiritual (SQ) yang ketiganya tidak terpisahkan dan memiliki relasi mutual yang komplementer.

Cara pandang multiple intelligences, dengan demikian, menjadi krusial agar semakin diimplementasikan dalam peta pendidikan secara luas dan sistemik. Kelengkapan multipotensi manusia dalam mencapai tujuan utama pendidikan akan menjadi kurang maksimal apabila atmosfer dan lingkungan pendidikan tidak mendukung kesemua potensi tersebut. Sebuah suguhan yang tidak berlebihan apabila kecerdasan majemuk perlu mendapat sorotan lebih—dan tentunya diambil-terapkan—secara bertahap, komprehensif, untuk kemudian sustainable dan tetap berorientasi pada kebermanfaatan sosial.[]

Tags: era digitalKi Hajar Dewantaramultiple intelligencespendidikanRabindranath Tagore
ShareTweetSendShare
Previous Post

Perempuan Sumba dan Budaya Kawin Tangkap

Next Post

Abbas Ibn Firnas: ‘Manusia Terbang’ Pertama dari Andalusia

M. Naufal Waliyuddin

M. Naufal Waliyuddin

Tim Redaksi Metafor

Artikel Terkait

Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
Esai

Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains

12 February 2026

Ketika hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada tahun 2025 dari murid-murid kelas 12 Sekolah Menengah Atas dan sederajat dikatakan rendah,...

Memanusiakan Teknologi
Esai

Memanusiakan Teknologi

31 January 2026

Ada satu ironi yang sering luput kita sadari. Semakin canggih teknologi yang kita banggakan, semakin sering pula kita menemukan manusia...

Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
Esai

Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan

17 December 2025

Ada satu hal yang selalu membuat saya terdiam lama setiap kali mampir ke toko buku: harga buku yang makin hari...

Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar
Esai

Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar

21 October 2025

Penulis: Jean-Luc Raharimanana Penerjemah: Ari Bagus Panuntun   2002. Buku-buku dibakar di depan rumah ayahku. Adalah militer. Adalah milisi. Mereka...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar

Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar

21 October 2025
Gambar Artikel Jembatan Lamper

Jembatan Lamper

2 November 2020
Hujan Musim Kemarau

Hujan Musim Kemarau

25 October 2021
Truk Berlin: Bincang Cerpen Karya Hassan Blasim

Truk Berlin: Bincang Cerpen Karya Hassan Blasim

26 May 2023
Konsep Tuhan di Benak Saya Sendiri

Konsep Tuhan di Benak Saya Sendiri

5 May 2021
Mawar Hitam Praja Buana

Mawar Hitam Praja Buana

29 April 2021
Homo Digitalis dan Kebutuhan Kita pada Filsafat

Homo Digitalis dan Kebutuhan Kita pada Filsafat

17 January 2022
Kisah Penjual Jamu dan Hukum yang Aneh

Kisah Penjual Jamu dan Hukum yang Aneh

29 May 2021
Dua Jam Sebelum Bekerja

Dua Jam Sebelum Bekerja

21 September 2025
Gambar Artikel Filsuf yang Curhat dan Nasehat Seorang Jomblo

Filsuf yang Curhat dan Nasehat Seorang Jomblo

11 January 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
  • Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul
  • Perempuan yang Menghapus Namanya
  • Mempersenjatai Trauma: Strategi Jahat Israel terhadap Palestina
  • Antony Loewenstein: “Mendekati Israel adalah Kesalahan yang Memalukan bagi Indonesia”

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (69)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (56)
  • Metafor (222)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (143)
    • Resensi (21)
  • Milenial (51)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (15)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.