• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Monday, 02 March 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Revolusi Kurikulum

Umam Hudaya by Umam Hudaya
13 December 2021
in Puisi
0
Revolusi Kurikulum

https://blush.design/illustration/s/fnh4oXsxg

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Apakah kami kuliah dijadikan
kuli sawah? atau bisa jadi
kuli babu? atau bisa jadi
kuli bangunan? atau bisa jadi
kuli buruh? atau bisa jadi
kuli pabrik? atau bisa jadi
kuli pendidik? atau bisa jadi
kuli rebahan? atau bisa jadi
kuli pengangguran? atau bisa jadi
salahkah kami berbakat usaha? atau bisa jadi
salahkah kami berbakat bisnis? atau bisa jadi
salahkah kami berbakat dagang? atau bisa jadi
mimpi kami dibunuh kurikulum berpatok kuli

Bongkol, 21

Kuliah Jadi Kuli
Mahasiswa membabi buta
tak ada masa selain membaca
letih pun tak juga tiba
tak lama sadar telah wisuda
menghitung apa yang telah terlewat
di lawang taubat

teringat: “kampus tidak mendidik menjadi penguasa. kampus mendidik menjadi kuli terdidik. menjadi bawahan terpelajar”

ku terbangun hidup kian sulit
kebutuhan semakin menghimpit
jiwaku makin terjepit
ku mati di antara celah-celah sempit

Bongkol, 21

Pengemis Terdidik
Apa bedanya kami dengan peminta-minta di seberang jalan sana?
sama-sama mengarahkan kedua tangan untuk meminta belas kasihan
apa bedanya kami dengan pengemis di sela-sela bilik jembatan?
sama-sama merintih pada si pemilik uang yang berpesta dengan gelimang kekayaan

kami tak jauh berbeda
kaum pelajar peminta-minta
bedanya mereka tidak sekolah
sedang kami terdidik

kami masih tak jauh berbeda dengan segerombolan pengemis muda di antara redupnya lampu jalanan kota. bermimpi ada segelintir manusia melempar koin di kantong kosong melompong
bedanya…
kami menodong di gedung ber AC
kami menodong di gedung tinggi
kami menodong di gedung mewah
kami menodong secara terdidik
kami menodong dengan lembaran kertas

ketika kami dicerai berai interogasi
apa gerakan selepas itu?
kami menjawab,
“susah, recehan tidak ada…” atau mungkin
“susah, patron tidak ada..” atau mungkin
“susah kampus tidak mau memberi recehan..”

kami seumpama golongan peminta-minta bermental proposal
apa bedanya kami dengan pengemis bermental kasihan?
apakah demikian?
mahasiswa dididik bagaikan pengemis terdidik
berharap kelak kantong kami penuh recehan berlimpah, usah menabur proposal di gedung akademik.

Bongkol, 21

Tags: pengemis terdidikpuisi kritik pendidikanpuisi pendidikanrevolusi kurikulum
ShareTweetSendShare
Previous Post

Metropolis Berduli

Next Post

Buku Mengajak Bicara dengan Diri Sendiri

Umam Hudaya

Umam Hudaya

Lahir pada 1 Maret 2000. Kalau bisa menjadi orang yang luar biasa kenapa harus jadi orang biasa Kunjungi: IG Pribadi @umam.hudaya.

Artikel Terkait

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya
Puisi

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya

7 September 2025

Ketika Kita Sama-Sama Telanjur Tinggal kau mengikat sepatumu di teras aku mengikat napas agar tidak membentur kalimatmu di antara kita...

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya
Puisi

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya

14 August 2025

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya setiap malam ia menyetrika tubuhnya di depan kaca mencari lipatan-lipatan yang membuat lelaki itu malas pulang...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Tempat: Kenangan dan Seisinya

Tempat: Kenangan dan Seisinya

28 January 2021
Kidung Rindu

Kidung Rindu

11 June 2021
Anna Maria

Anna Maria

20 September 2021
Seni Memahami (Diri)

Seni Memahami (Diri)

11 April 2022
Gambar Artikel Penjelas Masa Lalu

Penjelas Masa Lalu

10 January 2021
Gambar Artikel Jempolmu, Harimaumu

Jempolmu, Harimaumu

2 November 2020
Gambar Artikel Puisi Dengan Angin

Dengan Angin

19 January 2021
Menguak Kebodohanmu Melalui Rekomendasi Netflix-ku

Menguak Kebodohanmu Melalui Rekomendasi Netflix-ku

29 March 2023
Gambar Artikel Kemarin dan Rindu

Kemarin dan Rindu

31 October 2020
Perempuan di Mata Asghar Ali Engineer

Perempuan di Mata Asghar Ali Engineer

29 June 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
  • Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul
  • Perempuan yang Menghapus Namanya
  • Mempersenjatai Trauma: Strategi Jahat Israel terhadap Palestina
  • Antony Loewenstein: “Mendekati Israel adalah Kesalahan yang Memalukan bagi Indonesia”

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (69)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (56)
  • Metafor (222)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (143)
    • Resensi (21)
  • Milenial (51)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (15)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.