• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 06 March 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Mencintaimu Bagi yang Mampu

Syaichon Ibad by Syaichon Ibad
16 March 2021
in Puisi
0
Mencintaimu Bagi yang Mampu

https://unsplash.com/photos/9_5TJeP4Rdk

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Naas! diantara jeda lebam hati dengan sayatannya yang masih basah menganga,
Ada rindu yang perlahan membuka mata, memudar dengan pasti dan melempar acuh selimutnya ke lantai.

Ia lekas menendang pintu, bergegas keluar, meradang amuk, meratap langit, lalu mengutuknya sesekali.
Perasaan yang rentang waktu telah syahid diperistirahatan, menolak untuk sekedar bercinta dengan biduan-biduan surgawi.

Atas nama ketulusan yang tertulis di batu nisan sebagai saksi gugur berkali-kali.
Ia bangkit dari ufuk cacat yang bersekat-sekat berahi berduri.

Kain kafan yang masih melekat pada tubuh rasa, terkoyak habis dengan sisa tanah liat di dahinya.
Patutlah, memang tidak ada yang lebih nirwana ketimbang mati di rindang dadanya.

Namun, lagi-lagi aku harus tertembak alum oleh selongsong cermin dalam kontak senjata dengan rasa.
Dan benar saja,
Mencintaimu bagi yang mampu meluluhlantakkan asa.

Gresik, 2021

 

Salik

Jasad menggeliat asik kala bunyi jam dinding ringkih membuat ruhku berhayat licik,
Malam itu sukma mengelupas melepas semua sisik.
batu-batu kecil diatas sajadah dan langit yang jatuh di balik bilik,
Leher niat disembelih berkali-kali saat sukmaku satu-persatu menaiki tangga Khaliq.
 
Menengok hati bersila, pendeta-pendeta melipat selendangnya dan tertawa,
Hanya hakikat yang menguap seakan tiada penghujungnya.

Nafsu terbirit-birit sembunyi pada punggung muksa,
Pikiran pu berlomba-lomba mempertontonkan jenis kelaminnya.

Hingga, “Hayya ‘alalfalaah..Hayya ‘alalfalaah.”
Ah Sudahlah, Memang banyak yang dipanggil, namun sedikit sekali yang terpilih.

Surabaya, 2021

Tags: mencintaimu bagi yang mampupuisi cintapuisi sufisalik
ShareTweetSendShare
Previous Post

Gubuk Sajak

Next Post

Bintang Kecil Tetaplah Bernyanyi

Syaichon Ibad

Syaichon Ibad

Lahir 11 Mei 1998 di Gresik. Mahasiswa Aktif prodi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) dan Kader PMII UIN Sunan Ampel Surabaya. Beberapa essai dan artikel sudah dimuat di media online (IbtimesId, Dorronlinenews, Gresikpos dan Ansorbp.) dan media cetak (Koran Radar Jember, Majalah Al-Mahrusy Lirboyo, Kediri.) lainnya. Ig: @syaichonibad_

Artikel Terkait

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya
Puisi

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya

7 September 2025

Ketika Kita Sama-Sama Telanjur Tinggal kau mengikat sepatumu di teras aku mengikat napas agar tidak membentur kalimatmu di antara kita...

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya
Puisi

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya

14 August 2025

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya setiap malam ia menyetrika tubuhnya di depan kaca mencari lipatan-lipatan yang membuat lelaki itu malas pulang...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven

Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven

27 February 2026
Gambar Artikel Percakapan Orang Sinting Tentang Kota bawah Tanah

Percakapan Orang Sinting

23 January 2021
Dari Pesisir

Dari Pesisir

12 August 2021
Ritual Pulang Kerja dan Manusia yang Terlupakan

Ritual Pulang Kerja dan Manusia yang Terlupakan

15 July 2021
Kultur Musiman

Kultur Musiman

1 October 2021
Ruang Tunggu: Puisi-puisi Habib Muzaki

Ruang Tunggu: Puisi-puisi Habib Muzaki

26 December 2022
Diri yang Tak Bersih dan Sejumlah Tegangan – Bagian 1

Diri yang Tak Bersih dan Sejumlah Tegangan – Bagian 1

1 April 2024
Gambar Artikel Mind Management

Mind Management

27 November 2020
https://unsplash.com/photos/g4I_Lq-p4o0

Pengguna VPN Bukan Berarti Pecinta Bokep

14 February 2021
Gambar Artikel Menghidupkan Tuhan yang Telah Mati

Menghidupkan Tuhan yang Telah Mati

26 December 2020
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
  • Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul
  • Perempuan yang Menghapus Namanya

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (69)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (56)
  • Metafor (223)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (143)
    • Resensi (22)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.