• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Monday, 06 April 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Embun Asing Bagimu

Puisi-Puisi Febrian Kisworo

Febrian Kisworo by Febrian Kisworo
15 November 2020
in Puisi
1
Gambar Artikel Embun Asing Bagimu

Sumber Gambar: https://www.lenamacka.com/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Embun Asing Bagimu

Kau yang datang dalam hening
Begitu sekejap menjelang fajar menyingsing

Senyum-senyum semangat siap menyambut datangmu
Energi pulih kembali, setelah lelap mengistirahatkan ragaku

Udara sejuk pagi hari
Dalam waktu subuh yang tenteramkan hati

Melahirkan bulir-bulir embun yang menyejukkan
Menemanimu sebelum cahaya terang benderang

Begitu singkat, lalu saling meninggalkan
Kemudian menjadi asing

Aku embun sejuk di pagi hari
Untuk kamu yang mentari sebelum menjulang tinggi

Terima kasih
Setidaknya aku bisa menemani
Meski hanya sebentar, lalu pergi kembali

 

Gresik, 8 November 2020

 

 

Sudikah Kau Duduk di Sini

Sudikah kau duduk di sini?
Di antara lengang kursi-kursi
Kita cipta sebuah bincang
Dalam detik-detik juang
Tentang basa-basi, kisah-kasih,
dan kobaran emosi yang berapi-api

 

Sudikah kau duduk di sini?
Berdua, hanya duduk-duduk saja
Aku memesan pahitnya gaduh dalam kepala,
juga laparnya rasa asing yang terus bersuara
Entah kamu mau memesan apa

 

Surabaya, 11 Agustus 2020

 

Tempat Bersandar

Aku sudah lelah
Bertualang tanpa arah
Ingin merasakan  nikmatnya jeda
Mengistirahatkan segala payah

Wajar saja
Bila cemasku berujung marah
Emosi meluap tak terduga
Kasih, jangan meledakkan isi kepala

Izinkan aku berlabuh
Meredam gelisah
Terdekap dalam pelukmu
Tidak ada kata sia-sia

Kasih, izinkan aku bersandar
Kepadamu satu-satunya debar

Kasih, izinkan aku tertambat
Kepadamu satu-satunya pegangan yang erat

 

Gresik, 5 Juli 2020

Tags: hatikekasihpanggilanperasaanpuisi
ShareTweetSendShare
Previous Post

Teori Resep Rahasia yang Membuat Krabby Patty Laris

Next Post

Bias Kegelisahan dan Kenangan

Febrian Kisworo

Febrian Kisworo

Lahir di Gresik, 17 Februari 2000. Seorang bocah ingusan yang gemar riwa-riwi mencari ide, dan mengumpulkan inspirasi. Habis merantau di Jombang, kini ia bermukim sementara di Surabaya. Terjatuh dalam jurang tulis-menulis sejak usia belia dan kini sedang asyik menikmati ‘ketersesatannya’ dalam rimbunnya hutan sastra.

Artikel Terkait

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya
Puisi

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya

7 September 2025

Ketika Kita Sama-Sama Telanjur Tinggal kau mengikat sepatumu di teras aku mengikat napas agar tidak membentur kalimatmu di antara kita...

Comments 1

  1. Pingback: Anak-anak Afrika Sedang Makan di Warung Tegal - Metafor.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Mata Cinta

Mata Cinta

27 November 2021
Gambar Artikel Seringai Pedih yang Ia Tulis

Seringai Pedih yang Ia Tulis

28 December 2020

Senyum Pak No: Bekali Jiwa dengan Rasa Bahagia

7 September 2021
Gambar Artikel Sepasang Mata

Sepasang Mata

10 November 2020
Gambar Artikel Puisi Musafir yang Selesai

Musafir yang Selesai

25 January 2021
Gambar Artikel Lelaki yang Melukis di Waktu Senggang

Lelaki yang Melukis di Waktu Senggang

4 December 2020
Sisa Subuh

Sisa Subuh

14 September 2021
Membangun Literasi Peduli Bumi: Festival Buku Berjalan

Membangun Literasi Peduli Bumi: Festival Buku Berjalan

5 May 2024
Antony Loewenstein: “Mendekati Israel adalah Kesalahan yang Memalukan bagi Indonesia”

Antony Loewenstein: “Mendekati Israel adalah Kesalahan yang Memalukan bagi Indonesia”

24 November 2025
Puasa Puisi: Perayaan Sastra Lintas Bahasa

Puasa Puisi: Perayaan Sastra Lintas Bahasa

31 March 2024
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (225)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (144)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.