• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Wednesday, 14 January 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Bentang dan Jet Lag Blues

Puisi-Puisi Ichsan Nurseha

Ichsan Nurseha by Ichsan Nurseha
31 August 2021
in Puisi
0
Bentang dan Jet Lag Blues

https://owen-gent.squarespace.com/#/bbc-radio-4-sketches/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Bentang

masih setiaku menjaga
utas-pilinan tambang ihwal
yang telah Kau beri.

meski kerapkali jatuh
dan gontai
ketika beberapa ihwal
berpenampilan anggun
kerapkali buat langkah
menjadi ragu; kaku.

langkah-langkah yang
waktu, sebentar-sebentar
melambai dari kejauhan
yang hakikatnya dekat
dengan lajur anyir darah
di sekitar urat.
di pergelangan.
di setiap nafas
yang sebentar lagi karat.

masih setiaku menjaga
utas-pilinan tambang ihwal
yang masih Kau beri;
Aku cinta pada-Mu.

Tangerang, Agustus 2021

 

Rembulan

rembulan disandang semesta
malam berlalu yang ke-seribu
kembali menyembulkan air
menggelinang jatuh untuk dan kepada-Nya.

rembulan disanggul semesta
malam berlalu yang ke-sekian ribu
lanjut memantik kilat
menyambar beberapa kesadaran
untuk dan kepada-Nya.

rembulan-rembulan
kesadaran cahaya menyambar
dan jatuh
di malam ke-sekian ribu,
jadi cinta-agung kepunyaan-Nya.

Tangerang, 26 Ramadhan 1441

 

The Old

daun-daun yang tinggal
tersibak angin dalam
pangkuanmu

daun meranggas
yang kering
tidak menggigil
sunyi-setia pada rapuh.

Tangerang, 2020

 

Rose

beberapa tangkai mawar
yang sempat lari-hinggap
padamu merupakan
tanda & kemungkinan.

bahwa kemungkinan dan
tanda itu ialah sebuah
tanda-kemungkinan yang lain;
ketidaktahuan kita yang
masing-masing.

dan ketika tanda-kemungkinan
itu berdiri di hadapanmu;
kemudian, saat itu juga
kau layangkan padaku;
sebuah kegirangan yang khas anak-anak
tengah membuncah dan menampar
aku–yang tiada satu orang pun–
dapat menerimanya.

aku terkesiap dan kalah
dalam pelukanmu 

bahwa kemungkinan dan
tanda itu ialah sebuah
tanda-kemungkinan yang lain;
ketidaktahuan kita yang
masing-masing.

Tangerang, 2020

 

Jet Lag Blues

:Teruntuk, SJ

Percayakah kau, aku yang
semula tidak suka musik
jenis “blues” kini memulai
memasukinnya secara diam-diam?

Terang aku kemarin
sempat bercerita pada Syah,
bahwa blues adalah musik
dengan ciptaan tangga nada
yang seratus-persen ngawur!

Kita semula dinina-bobokan
dengan intro yang cukup
memikat, nada halus bermain.
Tetapi barang siapa yang
tidak siap kan terjungkal,
terpelanting, dan goyoh-goyoh
mabuk dalam suasana nada-nada
yang khas blues.

Aku terang menyatakan
sikap terhadap blues,
jika itu musti bertarung
kuda-kuda kesadaran
telah kupancangkan
sedari pagi hingga
bertemu pagi.

Aku terang menyatakan
sikap terhadap blues,
jika itu musti memerlihatkan
keok dan babak-belur
sekalipun,
akan kuladeni seribu-satu
lagu blues dalam seharian
suntuk dalam kepungan
kemungkinan yang tak menentu.

Tanpa disadari dengan begitu,
blues jenis musik
telah merasuk, mencercap, dan kemudian
menyublim di dalam edar darahku;
“dalam rimba aorta-ku“, seperti
apa yang diungkapan oleh
Mbah Sutardji dalam sajak kucingnya.

Jika Syah seringkali berkata
dalam bahasa-ungkapanku;
“aku telah mendapatkan blues!”

Itu berarti Blues adalah upaya,
sekaligus api yang menyala;
Api yang bersumber
pada cahaya.

Jika ia tidak mampu
menyeimbangi api,
ia habis terbakar.

Jika api itu mati,
maka bersiap dirinya
akan ditikam sepi.

Bagiku,
blues kiranya jadi sebuah jalan;
bahwa manusia hidup
tidak hanya sebatas kerja,
menikah, kawin, punya anak,
memiliki harta dan tidak ingin
ditimpa derita.

Kini, percayakah kau,
aku yang semula tidak suka musik
jenis “blues”  memulai
memasukinnya secara diam-diam?

Tangerang, 2020

Tags: bentang dan jet lag bluesichsan nursehapuisi
ShareTweetSendShare
Previous Post

Hadir itu Bukan Kamu

Next Post

Sastra: Sebuah Jalan Ritmis Menjadi Manusia

Ichsan Nurseha

Ichsan Nurseha

Pemuda kelahiran Jakarta yang sekarang singgah di Tangerang. Bisa dikunjungi melalui IG: @ichsannurseha

Artikel Terkait

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya
Puisi

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya

7 September 2025

Ketika Kita Sama-Sama Telanjur Tinggal kau mengikat sepatumu di teras aku mengikat napas agar tidak membentur kalimatmu di antara kita...

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya
Puisi

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya

14 August 2025

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya setiap malam ia menyetrika tubuhnya di depan kaca mencari lipatan-lipatan yang membuat lelaki itu malas pulang...

Hisap Aku hingga Putih dan Puisi Lainnya
Puisi

Hisap Aku hingga Putih dan Puisi Lainnya

3 August 2025

Hisap Aku hingga Putih bulan merabun serbuk langit bebal pohon dan batu tak bergaris hitam coreng malam yang sumuk punggung...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Gambar Artikel Teori Resep Rahasia Membuat Krabby Patty Laris

Teori Resep Rahasia yang Membuat Krabby Patty Laris

15 November 2020
Puasa dalam Pandangan Budaya Pop dan Gejala Pseudo-Spiritualisme

Puasa dalam Pandangan Budaya Pop dan Gejala Pseudo-Spiritualisme

6 April 2022
Gambar Artikel Idealisme dan Pembantaian

Idealisme dan Pembantaian

9 December 2020
Resiko Tinggal di Ujung Kalimantan

Resiko Tinggal di Ujung Kalimantan

4 June 2021
Maraknya Perundungan Tanda Rendahnya Budaya Literasi

Maraknya Perundungan Tanda Rendahnya Budaya Literasi

17 March 2024
Pemimpin yang Ibda’ Binafsik

Pemimpin yang Ibda’ Binafsik

19 June 2021
Multi Peran Guru

Multi Peran Guru

8 March 2021
Gambar Artikel Puisi Tentang Pandemi : Puisi-Puisi Fajar Sedayu (Yogyakarta)

Puisi-Puisi Fajar Sedayu (Yogyakarta)

31 October 2020
Tadabbur via Momentum Hujan

Tadabbur via Momentum Hujan

6 March 2022
Gambar Artikel El Diego di Luar Lapangan Hijau

El Diego di Luar Lapangan Hijau

30 November 2020
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
  • Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul
  • Perempuan yang Menghapus Namanya
  • Mempersenjatai Trauma: Strategi Jahat Israel terhadap Palestina
  • Antony Loewenstein: “Mendekati Israel adalah Kesalahan yang Memalukan bagi Indonesia”
  • Gelembung-Gelembung
  • Mengeja Karya Hanna Hirsch Pauli di Museum Stockholm
  • Di Balik Prokrastinasi: Naluri Purba Vs Tuntutan Zaman
  • Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar
  • Bersikap Maskulin dalam Gerakan Feminisme

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (67)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (54)
  • Metafor (219)
    • Cerpen (56)
    • Puisi (142)
    • Resensi (20)
  • Milenial (51)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (15)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.