• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Thursday, 05 November 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Bentang dan Jet Lag Blues

Puisi-Puisi Ichsan Nurseha

Ichsan Nurseha by Ichsan Nurseha
31 August 2021
in Puisi
0
Bentang dan Jet Lag Blues

https://owen-gent.squarespace.com/#/bbc-radio-4-sketches/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Bentang

masih setiaku menjaga
utas-pilinan tambang ihwal
yang telah Kau beri.

meski kerapkali jatuh
dan gontai
ketika beberapa ihwal
berpenampilan anggun
kerapkali buat langkah
menjadi ragu; kaku.

langkah-langkah yang
waktu, sebentar-sebentar
melambai dari kejauhan
yang hakikatnya dekat
dengan lajur anyir darah
di sekitar urat.
di pergelangan.
di setiap nafas
yang sebentar lagi karat.

masih setiaku menjaga
utas-pilinan tambang ihwal
yang masih Kau beri;
Aku cinta pada-Mu.

Tangerang, Agustus 2021

 

Rembulan

rembulan disandang semesta
malam berlalu yang ke-seribu
kembali menyembulkan air
menggelinang jatuh untuk dan kepada-Nya.

rembulan disanggul semesta
malam berlalu yang ke-sekian ribu
lanjut memantik kilat
menyambar beberapa kesadaran
untuk dan kepada-Nya.

rembulan-rembulan
kesadaran cahaya menyambar
dan jatuh
di malam ke-sekian ribu,
jadi cinta-agung kepunyaan-Nya.

Tangerang, 26 Ramadhan 1441

 

The Old

daun-daun yang tinggal
tersibak angin dalam
pangkuanmu

daun meranggas
yang kering
tidak menggigil
sunyi-setia pada rapuh.

Tangerang, 2020

 

Rose

beberapa tangkai mawar
yang sempat lari-hinggap
padamu merupakan
tanda & kemungkinan.

bahwa kemungkinan dan
tanda itu ialah sebuah
tanda-kemungkinan yang lain;
ketidaktahuan kita yang
masing-masing.

dan ketika tanda-kemungkinan
itu berdiri di hadapanmu;
kemudian, saat itu juga
kau layangkan padaku;
sebuah kegirangan yang khas anak-anak
tengah membuncah dan menampar
aku–yang tiada satu orang pun–
dapat menerimanya.

aku terkesiap dan kalah
dalam pelukanmu 

bahwa kemungkinan dan
tanda itu ialah sebuah
tanda-kemungkinan yang lain;
ketidaktahuan kita yang
masing-masing.

Tangerang, 2020

 

Jet Lag Blues

:Teruntuk, SJ

Percayakah kau, aku yang
semula tidak suka musik
jenis “blues” kini memulai
memasukinnya secara diam-diam?

Terang aku kemarin
sempat bercerita pada Syah,
bahwa blues adalah musik
dengan ciptaan tangga nada
yang seratus-persen ngawur!

Kita semula dinina-bobokan
dengan intro yang cukup
memikat, nada halus bermain.
Tetapi barang siapa yang
tidak siap kan terjungkal,
terpelanting, dan goyoh-goyoh
mabuk dalam suasana nada-nada
yang khas blues.

Aku terang menyatakan
sikap terhadap blues,
jika itu musti bertarung
kuda-kuda kesadaran
telah kupancangkan
sedari pagi hingga
bertemu pagi.

Aku terang menyatakan
sikap terhadap blues,
jika itu musti memerlihatkan
keok dan babak-belur
sekalipun,
akan kuladeni seribu-satu
lagu blues dalam seharian
suntuk dalam kepungan
kemungkinan yang tak menentu.

Tanpa disadari dengan begitu,
blues jenis musik
telah merasuk, mencercap, dan kemudian
menyublim di dalam edar darahku;
“dalam rimba aorta-ku“, seperti
apa yang diungkapan oleh
Mbah Sutardji dalam sajak kucingnya.

Jika Syah seringkali berkata
dalam bahasa-ungkapanku;
“aku telah mendapatkan blues!”

Itu berarti Blues adalah upaya,
sekaligus api yang menyala;
Api yang bersumber
pada cahaya.

Jika ia tidak mampu
menyeimbangi api,
ia habis terbakar.

Jika api itu mati,
maka bersiap dirinya
akan ditikam sepi.

Bagiku,
blues kiranya jadi sebuah jalan;
bahwa manusia hidup
tidak hanya sebatas kerja,
menikah, kawin, punya anak,
memiliki harta dan tidak ingin
ditimpa derita.

Kini, percayakah kau,
aku yang semula tidak suka musik
jenis “blues”  memulai
memasukinnya secara diam-diam?

Tangerang, 2020

Tags: bentang dan jet lag bluesichsan nursehapuisi
ShareTweetSendShare
Previous Post

Hadir itu Bukan Kamu

Next Post

Sastra: Sebuah Jalan Ritmis Menjadi Manusia

Ichsan Nurseha

Ichsan Nurseha

Pemuda kelahiran Jakarta yang sekarang singgah di Tangerang. Bisa dikunjungi melalui IG: @ichsannurseha

Artikel Terkait

Lelaki yang Menyimpan Hujan di Saku dan Puisi Lainnya
Puisi

Lelaki yang Menyimpan Hujan di Saku dan Puisi Lainnya

30 October 2026

Kamar yang Terlalu Penuh kita memasukkan terlalu banyak hal ke dalam kamar: buku, baju, koper, foto, dua gelas, tiga tanaman,...

Kebiasaan Masa Kecil dan Puisi Lainnya
Puisi

Kebiasaan Masa Kecil dan Puisi Lainnya

13 October 2026

Kebiasaan Masa Kecil masa kecil tak ingin kubayangkan lagi, menyesak tak berpihak membuatku terus-menerus terpencil sebagai anak kecil --hanya sebagai...

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya
Puisi

Khutbah Ibu sebelum Tidur dan Puisi Lainnya

26 August 2026

Kematian di Pulau Kosong Di pulau yang tak lagi mengenal jejak kaki kematian duduk serupa air pasang yang kehilangan laut...

Pustakawati dan Puisi Lainnya
Puisi

Pustakawati dan Puisi Lainnya

3 July 2026

pustakawati di tempat ini bohlam-bohlam telanjang pagi tersisa bertumpuk-tumpuk buku di kaca-kaca kau temui tak ada suara yang selama ini...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Kirsip

Kirsip

10 March 2021
Jenis-Jenis Garangan Paling Berbahaya bagi Kaum LDR

Jenis-Jenis Garangan Paling Berbahaya bagi Kaum LDR

9 January 2022
Gambar Artikel Komunikasi Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Ala Habermas

Komunikasi Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Ala Habermas

13 November 2020
Tips Menjaga Kesehatan Mental Anak Muda di Masa Pandemi

Tips Menjaga Kesehatan Mental Anak Muda di Masa Pandemi

7 December 2021
Maraknya Perundungan Tanda Rendahnya Budaya Literasi

Maraknya Perundungan Tanda Rendahnya Budaya Literasi

17 March 2024
Saung

Saung

28 April 2026
Dismorfia Kehidupan

Dismorfia Kehidupan

1 February 2022
Episodik: Depresi

Episodik: Depresi

5 April 2021
Fafifu John Mayer

Fafifu John Mayer

16 March 2021
Jika Pulang Selalu Tentang Pergi

Jika Pulang Selalu Tentang Pergi

22 June 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Lelaki yang Menyimpan Hujan di Saku dan Puisi Lainnya
  • Memikirkan Tubuh di Era Kecerdasan Buatan
  • Kebiasaan Masa Kecil dan Puisi Lainnya
  • 100 Tahun Kho Ping Hoo dan Jagad Cerita Silat Setelahnya
  • Tersesat di Venesia dan Satu Sruput yang Menebus Segalanya
  • Petang Syair: Puncak Pekan Kata Warung Sastra
  • Yang Tak Dikenali Anaknya, Yang Ditegur Putrinya: Diponegoro dan Motinggo
  • Siti Rukiah: “Aku Memang Dipenjara, tapi Bukan Manusia Kurungan”
  • Beras Satu Setengah Liter, Kelugasan, dan Ironi Idrus
  • Menafsir Sejarah sampai ‘Terbang ke Bulan’: Catatan Beasiswa Kelas Kritik Sastra Fiksi Sejarah
  • “Ngulandara”: Menyusuri Kali Code, Mengeja Sastrawan yang Nyaris Dilupakan Sejarah
  • Jembatan Literasi: Saat Sampah Jadi Buku dan Taman Baca di Tepi Sungai Oya

Kategori

  • Event (21)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (19)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (73)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (60)
  • Metafor (241)
    • Cerpen (63)
    • Puisi (152)
    • Resensi (25)
  • Milenial (55)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (19)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (71)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (20)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.