• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Wednesday, 14 January 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Inspiratif Hikmah

Mendikte dan Menyombongi Tuhan

Chintya Amelya P. by Chintya Amelya P.
12 February 2021
in Hikmah
1
Mendikte dan Menyombongi Tuhan

https://unsplash.com/photos/YFhGIQhZsTU

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Kala senja menghadang

Muram pucat awan hitam datang

Menyeka kebisuan malam

Dengan pinta ingin didengar

Hati meronta pinta

Pula menyombong ria

Sehelai tiada batas

Air mata hanya jadi bekas

***

Tuhan memberikan kita kebebasan untuk meminta apapun yang ingin dipinta. Namun, tanpa sadar kadang kehilangan etika dalam meminta. Terkadang sikap sungkan tergantikan oleh ketamakan. Kesoktauan  akan segala hal tak jarang kita bawa dihadapan Tuhan.

Saat duduk di bangku SMA, tepatnya kelas 3, kita disibukkan dengan perencanaan ingin melanjutkan pendidikan atau memulai kerja dan menabung uang. Sepertinya masa depan kita akan ditentukan di masa itu. Kalau salah memilih jalur, maka harus siap menanggung rasa kehilangan masa depan.

Misalnya saja, teman yang memilih untuk tidak kuliah. Beberapa orang menghardiknya bahwa keputusannya salah. Masa depannya tidak jelas. Keputusannya egois untuk dirinya sendiri. Padahal mereka tidak tahu seberapa ramai isi kepalanya untuk mengambil keputusan tersebut. Seolah mereka menganggap bahwa tidak menjadi mahasiswa adalah pilihan yang goblok.

Pada saat itu saya memilih untuk melanjutkan kuliah karena tuntutan orang tua dan tuntutan egoisme saya yang tidak ingin kalah dengan teman-teman saya. Saya menyombong diri meski di luar saya tak pernah menampakkan itu.

Kepercayaan diri saya meningkat saat nilai saya tinggi dan peringkat saya baik. Saya masuk dalam daftar siswa yang boleh mengikuti SNMPTN. Jalur masuk kuliah yang paling diharapkan oleh banyak siswa karena tidak lagi pusing mengerjakan soal yang bikin meledak isi kepala.

Saya hitung persentase kemungkinan saya akan diterima di universitas tujuan saya. Saya makin percaya diri mengetahui saingan saya tidak ada di satu sekolah. Hingga betapa leha-lehanya saya tinggal menantikan masa di mana saya akan mendapat kabar kelolosan saya nanti.

Kala senja menghadang

Muram pucat awan hitam datang

Menyeka kebisuan malam

Dengan pinta ingin didengar

 

Dari matahari malu-malu terbit, senja datang, hingga waktu tahajud dengan langit hitam remang-remang penuh bintang, tiada henti kita mendoa dengan penuh kesungguhan. Seolah tiada hari tanpa berdoa. Berusaha merayu-Nya sekuat yang kita bisa. Memohon agar segala pinta didengar dan dikabulkan oleh-Nya.

Hati meronta pinta

Pula menyombong ria

Meski hati menuntun bibir mengucapkan segala pinta. Memohon seolah tak berdaya. Namun, tanpa sadar kita mendikte-Nya atas apa-apa yang terbaik menurut kita. Seolah Tuhan tak tahu apa yang terbaik. Sehingga kita perlu menuntun-Nya.

Jika Tuhan tak mengabulkan doa kita, maka kita pikir Tuhan tak mendengarkan doa. Saat Tuhan berikan pilihan yang lain, kita menuntut-Nya bahwa itu tak baik untuk kita. Apa perlahan kita ingin menggantikan posisi-Nya?

Sehelai tiada batas

Air mata hanya jadi bekas

Rentetan doa terlontar. Air mata bercucuran membuat kuyup wajah. Namun, sayang sungguh sayang air mata yang menetes ini hanya jadi alat untuk mencoba merayu-Nya. Ia tak berguna layaknya barang bekas saja.

Namun, wallahu ‘alimun bidzatis-sudur, Allah Maha mengetahui atas segala isi hati kita. Meski kesombongan itu bersemayam dalam hati walau sebesar titik pun, Ia akan mengetahuinya.

Ya, Tuhan membalas kesoktauan saya dengan balasan yang setimpal. Saya ditolak meski kalau berdasarkan perhitungan dan keyakinan guru-guru saya, saya akan diterima. Saya mencari penyebab ini semua. Dan yang saya temukan adalah kesombongan di balik ketidakberdayaan saya.

Pun dengan teman-teman saya. Mereka mulai menyadari dari apa yang saya ceritakan pada mereka. Mereka mulai memasrahkan diri untuk langkah selanjutnya. Dan betapa baiknya Tuhan, Ia memaafkan dan tetap menuntun menuju pilihan terbaik menurut-Nya.

Berbagai kegagalan saya alami. Tapi, tiada yang membuat saya sedih seperti dulu. Sebab saya tak lagi mendikte-Nya dalam berdoa. Segala hal yang saya usahakan, saya pasrahkan saja pada-Nya.

Ketika kepasrahan diri tertunjuk oleh-Nya, maka hanya ketentraman batin yang akan kita terima. Bahkan meski dalam usaha kita menemui gagal, diri selalu punya cara untuk kembali tegar. Mendikte bukan hanya perihal tidak punya sungkan, tapi itulah yang mendorong kita pada jurang kesengsaraan.

Tags: hikmah dari kesombonganmemintasnmptnsombong
ShareTweetSendShare
Previous Post

Suaka Rasa dan Derita

Next Post

Pengguna VPN Bukan Berarti Pecinta Bokep

Chintya Amelya P.

Chintya Amelya P.

Mahasiswa asal Tuban, Jawa Timur, yang merasa salah jurusan. Kuliah di Yogyakarta. Kesibukan sekarang kuliah dan menulis saja. Bisa disapa di Instagram @chintyaamelyaa.

Artikel Terkait

Tadabbur via Momentum Hujan
Hikmah

Tadabbur via Momentum Hujan

6 March 2022

Sebuah pepatah mengatakan bahwa barang siapa mengenal dirinya, maka dia akan mengenali Tuhannya. Namun, permasalahannya adalah tingkat kesadaran terhadap diri...

Meneladani Sufi Jenaka: Nashrudin Hoja & Keledainya
Hikmah

Meneladani Sufi Jenaka: Nashrudin Hoja & Keledainya

3 January 2022

Nashrudin Hoja adalah seorang tokoh sufi jenaka yang hampir sama tenarnya seperti Abu Nawas. Ia terkenal dengan kecerdasan, celetukan-celetukan dengan...

Ritual Pulang Kerja dan Manusia yang Terlupakan
Hikmah

Ritual Pulang Kerja dan Manusia yang Terlupakan

15 July 2021

Bagi orang orang yang bekerja from nine to five, momen pulang kerja tentu sangat ditunggu. Yang sudah hidup bersama pasangan...

Hikmah

Bahagia itu Sederhana

3 July 2021

Sore ini awan hitam menutupi langit yang semula cerah. Mendadak gelap dan seakan kelam. Sesekali terdengar suara guntur meski tidak...

Comments 1

  1. bahis says:
    3 years ago

    There is visibly a lot to know about this. I feel you made various good points in features also. Ward Wendeln

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Senja Carita

Senja Carita

24 April 2021
Cosmic Hospitality dan Puisi Lainnya

Cosmic Hospitality dan Puisi Lainnya

26 May 2025
Gambar Artikel Jahm bin Shafwan: Sosok Ekstremis Klasik di Islam

Jahm bin Safwan: Sosok Ekstremis Klasik di Islam

28 December 2020
Gambar Artikel Ibnu Al-Haitham adalah Ilmuwan Muslim, Tokoh Penemu Lensa, Optik, Kamera

Kilas Balik Tokoh Penemu Lensa: Ibnu al-Haitham

26 May 2021
Jumat Berkah dan Kelahiran

Jumat Berkah dan Kelahiran

18 March 2022
Sandalku Dicuri Tuhan | Puisi-puisi Widya Prayoga T.

Sandalku Dicuri Tuhan | Puisi-puisi Widya Prayoga T.

24 May 2023
Apa Tidak Eman-eman?

Apa Tidak Eman-eman?

1 March 2021
Meneladani Sufi Jenaka: Nashrudin Hoja & Keledainya

Meneladani Sufi Jenaka: Nashrudin Hoja & Keledainya

3 January 2022
Pilih Masjid yang Tarawih 8 atau 20? Ada yang Dua-duanya lo!

Pilih Masjid yang Tarawih 8 atau 20? Ada yang Dua-duanya lo!

13 April 2022
Pencarian di Sudut Rindu

Pencarian di Sudut Rindu

1 December 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
  • Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul
  • Perempuan yang Menghapus Namanya
  • Mempersenjatai Trauma: Strategi Jahat Israel terhadap Palestina
  • Antony Loewenstein: “Mendekati Israel adalah Kesalahan yang Memalukan bagi Indonesia”
  • Gelembung-Gelembung
  • Mengeja Karya Hanna Hirsch Pauli di Museum Stockholm
  • Di Balik Prokrastinasi: Naluri Purba Vs Tuntutan Zaman
  • Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar
  • Bersikap Maskulin dalam Gerakan Feminisme

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (67)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (54)
  • Metafor (219)
    • Cerpen (56)
    • Puisi (142)
    • Resensi (20)
  • Milenial (51)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (15)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.