• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Friday, 10 April 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya

Salman Alade by Salman Alade
14 August 2025
in Puisi
0
Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya

Sumber ilustrasi: Pinterest

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya

setiap malam
ia menyetrika tubuhnya di depan kaca
mencari lipatan-lipatan
yang membuat lelaki itu malas pulang

dengan pelan
ia ratakan bekas luka persalinan
dan bekas jari lelaki yang kini hanya dikenangnya
di antara tumpukan sprei

namun tak ada setrika
yang bisa meluruskan
tubuh yang pernah dilipat oleh pengkhianatan

ia mencoba merapikan payudara kirinya
yang sudah lama tak dielus dengan cinta

lalu perutnya—
tempat anak-anak dulu tertidur,
kini hanya menjadi lembar kosong
tempat suaminya tak sudi menulis lagi

ia menyetrika,
seperti menahan air mata
yang hendak menguap
seperti suara lirih dalam dirinya
yang tak ingin lagi didengar

dan ketika akhirnya
tubuhnya terasa licin dan mulus kembali,
ia tahu—
cinta yang pulang
tidak pernah kembali
dengan pakaian yang sama.

—

 

Lubang yang Dikhianati

di ujung ranjang
ada lubang yang tidak ingin disentuh lagi
bukan karena ia bau
bukan karena ia longgar
tapi karena di dalamnya
tersimpan suara yang terus berkata:

“aku pernah kau sebut rumah.”

tapi kini kau lebih memilih
pelacur yang hanya tahu pintu,
bukan ruang tamu

—

 

Kenapa Mereka Tak Lagi Memandang Mata

karena mata
tidak bisa dilapisi krim pengencang
tidak bisa disuntik hormon
tidak bisa dibubuhi pewangi

mata
selalu menjadi saksi
tentang lelaki yang menjelajahi tubuh
tanpa pernah pulang pada hati

—

 

Pasangan di Ranjang Hotel

di kamar bernomor genap
seorang istri sah sedang ditiduri
oleh suaminya sendiri
tapi yang dipanggil bukan namanya

di ranjang itu,
mereka bukan pasangan
melainkan dua tubuh asing
yang saling berhutang orgasme

mereka tak saling bicara
karena hanya desah yang dibutuhkan
untuk menyamarkan
bahwa cinta telah lama keluar kamar

—

 

Obat Kuat Terbaik: Kejujuran

tidak ada yang lebih mengeras
dari hati yang mencinta sepenuhnya

tidak ada yang lebih basah
dari mata yang jujur menangisi
tubuh yang kian dijadikan komoditi

cinta tak butuh stamina
cinta hanya butuh keberanian
untuk tetap saling membuka diri
meski kulit mulai keriput
dan malam kian singkat

lelaki itu—
menyembunyikan pil di bawah bantal
seolah cinta bisa ditambah dosisnya
seperti menambah daya listrik
agar lampu tetap menyala sepanjang malam

perempuan itu—
menyemprotkan pewangi di celah paha
seolah surga bisa dibeli
dalam bentuk botol kecil berlabel “mawar putih”

padahal,
cinta sejati
tak pernah mempersoalkan
wangi atau tahan lama
tapi apakah setelah malam panjang,
kita masih mau saling melihat mata
tanpa merasa kalah?

dan bukankah
kejujuran adalah pelumas terbaik
dalam tubuh yang lelah
tapi tetap ingin pulang?

tak ada gel yang bisa mengganti percakapan
tak ada kapsul yang menyembuhkan diam

hanya kejujuran—
yang membuat tubuh rapuh
tetap ingin menyentuh
meski tak lagi sempurna

cinta,
seperti pohon tua
tak selalu rindang
tapi kau tetap ingin berteduh di bawahnya
karena rindunya tak dibuat-buat

 

(Yogyakarta, Juli 2025)

Tags: metaforpuisisajaksalman aladesastra
ShareTweetSendShare
Previous Post

Perjalanan Menuju Akar Pohon Kopi

Next Post

Merebut Kembali Kembang-Kembang Waktu dari Tuan Kelabu

Salman Alade

Salman Alade

Mahasiswa Doktoral Ilmu Pendidikan Bahasa, yang berasal dari Gorontalo dan sedang berdomisili sementara di Yogyakarta. Senang menulis puisi, sesekali menulis cerpen, esai, dan opini. Beberapa waktu terakhir, tertarik menulis dan meneliti buku cerita anak. Lebih sering menulis untuk bertanya daripada menjawab. Instagram: @salmenulis_

Artikel Terkait

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
Puisi

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya

9 April 2026

Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi 1. Aku membuka ponsel, mencari-Mu di kolom pencarian. Tidak ada notifikasi dari langit. Hanya...

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
Puisi

Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya

29 March 2026

Risalah Gufran: Al-Ma’arri  Sejak lama al-qarih jenuh sebagai tokoh rekaan dan membentang peta perjalanan baru menuju surga. demi sebuah liburan...

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Puasa Puisi: Perayaan Sastra Lintas Bahasa

Puasa Puisi: Perayaan Sastra Lintas Bahasa

31 March 2024
Gambar Artikel Puisi Dengan Angin

Dengan Angin

19 January 2021
Resiko Tinggal di Ujung Kalimantan

Resiko Tinggal di Ujung Kalimantan

4 June 2021

Senyum Pak No: Bekali Jiwa dengan Rasa Bahagia

7 September 2021
Gambar Artikel Kehutanan yang Maha Hijau

Kehutanan yang Maha Hijau

20 November 2020
Bekas Kecupan

Bekas Kecupan

28 April 2021
Bintang Kecil Tetaplah Bernyanyi

Bintang Kecil Tetaplah Bernyanyi

17 March 2021
Di Bandara Boston ke Jenewa dan Puisi Lainnya

Di Bandara Boston ke Jenewa dan Puisi Lainnya

21 December 2023
Gambar Artikel Embun Asing Bagimu

Embun Asing Bagimu

15 November 2020
Kirsip

Kirsip

10 March 2021
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Tuhan Tidak Online Pukul Tiga Pagi dan Puisi Lainnya
  • Membela Demokrasi dan Kemanusiaan di Tengah Prahara
  • Bait Hikmah: Al-Ma’mun dan Puisi Lainnya
  • Melawan Tirani Kebahagiaan
  • Membaca Rute Evolusi Otak Kita
  • Totem Kumbang: Karya Seni Jan Fabre yang Mengherankan di Leuven
  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (70)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (57)
  • Metafor (226)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (145)
    • Resensi (23)
  • Milenial (52)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (16)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.