• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Tuesday, 03 March 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Mati dan Pagi Hari di Cikajang

dan puisi lainnya

Rizki Sanjaya by Rizki Sanjaya
24 April 2022
in Puisi
0
Mati dan Pagi Hari di Cikajang

Source: http://juncen.tumblr.com/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Pagi Hari di Cikajang

dari jendela dan kursi kayu
samar terlihat harapan-harapan
yang tergenang pada kolam ikan

dari jalan semen setapak
anak-anak SD riang saling sapa
bersahutan dengan kicau burung pipit

dari lubuk hati yang terdalam
aku sibuk menjaga rindu
menanak memori
yang bias tersilap kesibukan

Cikajang, 2018

 

Mati

dalam tiap kematian
tentu kita harus terus
sadar diri, bahwasanya
kita bisa mati kapan saja

dari balik risiko kerja
saat sedang beribadat
malah dewasa ini, konon
bersuara saja bisa mati

Bandung, 2019

 

Selisih

puji pemerintahan aku kau tuduh buzzer
kritik pemerintahan aku kau tuduh kadrun
bahkan komunis
hanya diam dan pasrah pada keadaan
niscaya aku mati perlahan

Bandung, 2020

 

Gelisah

dalam malamku
teringat akan mati
aku merenung

tak tentu arah
mengharap yang tak pasti
aku berpasrah

tersipu malu
tak sadar akan diri
diam membisu

Jatinangor, 2015

 

Kisah Secarik Kertas

sebelum terlambat
izinkan aku untuk bercerita tentang apa itu:
pengorbanan yang terlupa

leluhurku, dahulu primadona
yang hadir dalam kesepian, kesenangan
juga kisah cinta bagi kalian:
manusia yang disempurnakan

mendengar itu, sontak kubilang: tidak!
yang kulihat hanya sifat oportunis semata
tak ada itu makhluk sosial
aku dibodohi, rasanya

jika akhir benar adanya
ingin aku bermimpi bercinta dengan tinta
yang rela memberi goresan pada setiap ruas tubuhku
walau tak teliti,
meski tak bisa dihapus lagi:
izinkanlah Tuhan, meski hanya sekali

kini, dalam usia senja, aku tak berhenti berharap
meski perlahan dilupakan
oleh kalian yang tak menghiraukanku, lagi

Bandung, 2015

Tags: Kematianmetaforoportunispemerintahpuisisajaksastra
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pulang

Next Post

Takbiran Buruh, Hardiknas Ki Hadjar Dewantara dan Lebaran Pascapandemi

Rizki Sanjaya

Rizki Sanjaya

Alumnus Sastra Sunda UNPAD. Kini mengelola Rumah Baca Cibeunying. Bisa ditemui di semua akun dengan nama @rizkimasbox.

Artikel Terkait

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
Puisi

Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya

18 February 2026

Risoles Tahun Baru Pagi tadi aku masih berada di dalam kotak Dengar ceramah soal kemanusiaan, revolusi, resolusi, segala macam sampai...

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya
Puisi

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya

7 September 2025

Ketika Kita Sama-Sama Telanjur Tinggal kau mengikat sepatumu di teras aku mengikat napas agar tidak membentur kalimatmu di antara kita...

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya
Puisi

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya

14 August 2025

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya setiap malam ia menyetrika tubuhnya di depan kaca mencari lipatan-lipatan yang membuat lelaki itu malas pulang...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Mengeja Karya Hanna Hirsch Pauli di Museum Stockholm

Mengeja Karya Hanna Hirsch Pauli di Museum Stockholm

15 November 2025
Kalaulah Sebab Langit Tergelar Kembali

Kalaulah Sebab Langit Tergelar Kembali

16 April 2021
Menyulut Api Literasi dari Kediri: Mahanani Book & Art Festival

Menyulut Api Literasi dari Kediri: Mahanani Book & Art Festival

21 May 2024
Kiat Merawat Dendam ala Seneca

Kiat Merawat Dendam ala Seneca

3 November 2021
Pendidikan Psikosufistik dan Cara ‘Mengintip’ Kecerdasan Spiritual

Pendidikan Psikosufistik dan Cara ‘Mengintip’ Kecerdasan Spiritual

7 July 2021
Bukti Pemerintah Serius Menangani Pandemi Covid-19

Bukti Pemerintah Serius Menangani Pandemi Covid-19

9 August 2021
Gambar Artikel Pecel Lele Batas Kota

Pecel Lele Batas Kota

8 November 2020
Gambar Artikel Syafaat Rasul Menurut Abu Mansur al-Maturidi

Syafaat Rasul Menurut Abu Mansur al-Maturidi

3 December 2020
Kiriman Nasib dari Seseorang

Kiriman Nasib dari Seseorang

28 January 2021
Gambar Artikel Lewat Tulisan Aku BerTuhan

Lewat Tulisan Aku BerTuhan

18 December 2020
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Risoles Tahun Baru dan Puisi Lainnya
  • Membaca Ulang Kecakapan Matematika dan Sains
  • Salam Terakhir
  • Memanusiakan Teknologi
  • Warisan Luka dan Kepayahan Perempuan Sebatang Kara
  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
  • Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul
  • Perempuan yang Menghapus Namanya
  • Mempersenjatai Trauma: Strategi Jahat Israel terhadap Palestina
  • Antony Loewenstein: “Mendekati Israel adalah Kesalahan yang Memalukan bagi Indonesia”

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (69)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (56)
  • Metafor (222)
    • Cerpen (57)
    • Puisi (143)
    • Resensi (21)
  • Milenial (51)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (15)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.