• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Wednesday, 14 January 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Cerpenis Itu Bernama Raa

dan puisi-puisi lainnya

Delfianty Martin by Delfianty Martin
15 September 2021
in Puisi
0
Cerpenis Itu Bernama Raa

https://www.we-heart.com/2019/02/25/charlotte-edey-interview/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Cerpenis Itu Bernama Raa

Tanyaku membentuk bulan penuh
Pada kenapa yang aku pun tak tau
Jawabnya,
Di ujung tulisanmu yang kerap buatku terpaku,
Jatuh sejatuh-jatuhnya,
Berkali-kali.
Aku pun kembali bertanya
Pada kenapa-kenapa-kenapa lainnya.
Kau tahu?

Ruang Tengah, tiga hari penghujung Agustus

 

Kisahmu

Kisahmu sudah kusampaikan,
Pada sobat yang juga bernama sama
;Raa pada awal namanya,
Haha.
Jangan marah,
Biarkan kau jadi tokoh segala aksara,
Agar tiada lagi sepi dalam diksi

Kisahmu sudah kusampaikan,
Pada sesiapa yang tengah membacanya,
Mungkin juga kau. Semoga saja.

Ruang Tengah, tiga hari penghujung Agustus

 

Media

Petang rabu lalu kutulis tentangmu,
Lagi.
Dengan percaya diri yang tanpa gengsi
Pada media daring yang mungkin kau tahu
Jelas tak asing bagimu.
Tulisanmu lebih dulu bertengger di sana,
Seketika kesal dalam kepalaku,
Tangan membentur pena dan buku.
Bagaimana jika kau tahu?

Di kamar, Agustus 2021

 

Petak Umpet

Seperti sedang bersembunyi,
Lalu ditemukan dan terpaksa unjuk gigi.
Malu.
Bagaimana kau bisa tahu?
Tidak kusebut namamu pada komentar di foto itu, Ra.
Lalu satu hati terlihat di notifikasi,
Ya tentu saja,
Kaget bukan main tau itu namamu.
Ah, payah!
Apakah tulisan ini bernasib sama?

Dengan tanya, Agustus 2021

Tags: cerpenis itu bernama raadelfianty martinmetaforpuisisajak
ShareTweetSendShare
Previous Post

Sisa Subuh

Next Post

Anna Maria

Delfianty Martin

Delfianty Martin

Lahir di Tanjungpinang tahun 2001. Ia tergila-gila pada aroma tanah seusai hujan. Karya tunggal pertamanya diberi nama "Kolase Dikau". Beberapa tulisannya juga dimuat pada antologi yang salah satunya berjudul "Diorama Asmara". Kini sedang studi di sebuah Sekolah Tinggi di Pekanbaru. Senang berbincang, bisa dihubungi melalui Instagram: @delpiaaaaaaaa

Artikel Terkait

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya
Puisi

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya

7 September 2025

Ketika Kita Sama-Sama Telanjur Tinggal kau mengikat sepatumu di teras aku mengikat napas agar tidak membentur kalimatmu di antara kita...

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya
Puisi

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya

14 August 2025

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya setiap malam ia menyetrika tubuhnya di depan kaca mencari lipatan-lipatan yang membuat lelaki itu malas pulang...

Hisap Aku hingga Putih dan Puisi Lainnya
Puisi

Hisap Aku hingga Putih dan Puisi Lainnya

3 August 2025

Hisap Aku hingga Putih bulan merabun serbuk langit bebal pohon dan batu tak bergaris hitam coreng malam yang sumuk punggung...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Pentingnya Literasi Kepribadian pada Buku Cerita Anak

Pentingnya Literasi Kepribadian pada Buku Cerita Anak

2 March 2022
Upaya Menemukan Kepastian Hidup Ala Spinoza

Upaya Menemukan Kepastian Hidup Ala Spinoza

25 November 2021
Belajar Menulis

Belajar Menulis

1 April 2021
Pembaharuan Pendidikan Muhammadiyah di Indonesia: Refleksi Pemikiran K.H. Ahmad Dahlan

Pembaharuan Pendidikan Muhammadiyah di Indonesia: Refleksi Pemikiran K.H. Ahmad Dahlan

11 February 2021
Soledad

Soledad

7 September 2021
Gambar Artikel Kucing Liar

Kucing Liar

18 November 2020
Gambar Artikel Belajar Mencintai Allah Secara Merdeka

Belajar Mencintai Allah Secara Merdeka

19 December 2020
Membakar Usia

Membakar Usia

4 April 2021
Bulan Memancar di Rambutmu

Bulan Memancar di Rambutmu

8 March 2021
Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal

Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal

27 December 2025
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
  • Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul
  • Perempuan yang Menghapus Namanya
  • Mempersenjatai Trauma: Strategi Jahat Israel terhadap Palestina
  • Antony Loewenstein: “Mendekati Israel adalah Kesalahan yang Memalukan bagi Indonesia”
  • Gelembung-Gelembung
  • Mengeja Karya Hanna Hirsch Pauli di Museum Stockholm
  • Di Balik Prokrastinasi: Naluri Purba Vs Tuntutan Zaman
  • Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar
  • Bersikap Maskulin dalam Gerakan Feminisme

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (67)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (54)
  • Metafor (219)
    • Cerpen (56)
    • Puisi (142)
    • Resensi (20)
  • Milenial (51)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (15)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.