• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kerjasama
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
Thursday, 15 January 2026

Situs Literasi Digital - Berkarya untuk Abadi

Metafor.id
Metafor.id
  • Login
  • Register
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Hikmah
    • Sosok
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Tips & Trik
    • Kelana
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
No Result
View All Result
Metafor.id
No Result
View All Result
Home Metafor Puisi

Sedih yang Diam

dan puisi lainnya

Zikri Amanda Hidayat by Zikri Amanda Hidayat
1 April 2022
in Puisi
0
Sedih yang Diam

http://www.truebeautyphotog.com/

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Jauh di Mata 

Jika hadiah bukan barang dari berlian dan emas. Aku pungut
segala macam warna kenangan menjadi suatu kalung berliontin
kejujuran. Terlilit di lehermu nanti, niscaya cantik kau merekah,
membias biang adiwarna.

Terimalah segenap hadiah itu bersama pelukanku di surat jarak
yang bertanda tangan rindu. Sambutlah sebaik-baiknya, di tilas
genggammu, seperti dulu, yang pernah mengasuh belai di pipiku.
Sapu ragu kita, lipat sengketa menyelinap di dada. Lantangkan
doa cinta, semoga fasihnya sampai, kekasih.

Pesisir Selatan | 2022

 

Panen Akhir Tahun 

Waktu kian memakan hari
Menanti umur senja terpatri
Ringkih meniti harapan tiap petang dan pagi:
Gigil subuh menindik kulit
Terik siang mematuk tengkuk

Hulu padi menari angin menunggu patuk
Siasat petuah bahasa ibu
“jangan tunggu dimakan, kalau bisa teriak, itu setidaknya”

Sawah hidup adalah denyut
yang diperjuangkan
Kelakar nasib, bandar musim
menuai cukup

Pesisir Selatan | 2022

 

Sedih yang Diam

Di kerangkeng sungkan, mendungmu tertahan urai tanpa bahasa.
Menunggu gemiris jatuh di tubuh pikiranku adalah interpretasi
yang berkelana, sepanjang gelap, bukan teluk dengan desir
ombak, tetapi fajar terbelangah biru haru. Lantas, apa gerangan
yang membawa awanmu? Tidakkah malamku cukup sunyi
untuk rintih rintikmu yang demikian riuh?

 

Pesisir Selatan | 2022

Tags: puisisajaksastraSedih yang DiamZikri Amanda Hidayat
ShareTweetSendShare
Previous Post

4 Suguhan Apik yang Ditawarkan Film “Don’t Look Up”

Next Post

4 Alasan Fundamental Mengapa Kita Perlu Membaca

Zikri Amanda Hidayat

Zikri Amanda Hidayat

Lahir di Pesisir Selatan. Lulusan Administrasi Negara di Universitas Eka Sakti Padang. Sehari-hari membaca dan menulis. Buku yang telah terbit Sehimpun Rasa (Gupedia, 2021), Rentetan Tulisan Tentang Konsekuensi Cinta (guepedia, 2021) dan buku terbaru Tak Benar-benar Utuh (An-Nur Media, 2022). Selain itu, beberapa puisi terbit di media online dan media cetak, antaranya Scient.id, Gokenje.id dan Haluan serta Republika.

Artikel Terkait

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
Puisi

Secangkir Kopi di Penghujung Kalender

31 December 2025

Waktu  Serupa api yang melilit apa saja yang menghadangnya. Ia begitu kejam membakar setiap momen dalam hidup kita hingga menjadi...

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya
Puisi

Cinta yang Tidak Pernah Mandi dan Puisi Lainnya

7 September 2025

Ketika Kita Sama-Sama Telanjur Tinggal kau mengikat sepatumu di teras aku mengikat napas agar tidak membentur kalimatmu di antara kita...

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya
Puisi

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya dan Puisi Lainnya

14 August 2025

Perempuan yang Menyetrika Tubuhnya setiap malam ia menyetrika tubuhnya di depan kaca mencari lipatan-lipatan yang membuat lelaki itu malas pulang...

Hisap Aku hingga Putih dan Puisi Lainnya
Puisi

Hisap Aku hingga Putih dan Puisi Lainnya

3 August 2025

Hisap Aku hingga Putih bulan merabun serbuk langit bebal pohon dan batu tak bergaris hitam coreng malam yang sumuk punggung...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Buron dan Segelas Es Teh

Buron dan Segelas Es Teh

26 March 2022
Gambar Artikel Habis Sudah Setahun

Habis Sudah Setahun

31 December 2020
Gambar Artikel Mandiri Jalur Indomie

Mandiri Jalur Indomie

2 November 2020
Istirahat dan Pelukan Ibu

Istirahat dan Pelukan Ibu

29 June 2022
Ritus Kesunyian

Ritus Kesunyian

21 March 2021
Pendidikan, Multiple Intelligences dan Persoalan Era Digital

Pendidikan, Multiple Intelligences dan Persoalan Era Digital

25 June 2021
Gambar Artikel Ketersinggungan, Resolusi Hidup dan Stoisisme

Ketersinggungan, Resolusi Hidup dan Stoisisme

7 January 2021
When The Weather is Fine dan Puisi Kesakitan

When The Weather is Fine dan Puisi Kesakitan

12 November 2021
Ozzy Osbourne dalam Ingatan: Sebuah Perpisahan Sempurna

Ozzy Osbourne dalam Ingatan: Sebuah Perpisahan Sempurna

5 August 2025
4 Nilai Humanistik dalam Film “Hotel Transylvania: Transformania”

4 Nilai Humanistik dalam Film “Hotel Transylvania: Transformania”

1 March 2022
Logo Metafor.id

Metafor.id adalah “Wahana Berkarya” yang membuka diri bagi para penulis yang memiliki semangat berkarya tinggi dan ketekunan untuk produktif. Kami berusaha menyuguhkan ruang alternatif untuk pembaca mendapatkan hiburan, gelitik, kegelisahan, sekaligus rasa senang dan kegembiraan.

Di samping diisi oleh Tim Redaksi Metafor.id, unggahan tulisan di media kami juga hasil karya dari para kontributor yang telah lolos sistem kurasi. Maka, bagi Anda yang ingin karyanya dimuat di metafor.id, silakan baca lebih lanjut di Kirim Tulisan.

Dan bagi yang ingin bekerja sama dengan kami, silahkan kunjungi halaman Kerjasama atau hubungi lewat instagram kami @metafordotid

Artikel Terbaru

  • Secangkir Kopi di Penghujung Kalender
  • Berkelana dan Membaca Zürich dengan Kapal
  • Harga Buku, Nasib Penulis, dan IQ Kita yang Menghkhawatirkan
  • Menjajaki Pameran Seni Islam di Seoul
  • Perempuan yang Menghapus Namanya
  • Mempersenjatai Trauma: Strategi Jahat Israel terhadap Palestina
  • Antony Loewenstein: “Mendekati Israel adalah Kesalahan yang Memalukan bagi Indonesia”
  • Gelembung-Gelembung
  • Mengeja Karya Hanna Hirsch Pauli di Museum Stockholm
  • Di Balik Prokrastinasi: Naluri Purba Vs Tuntutan Zaman
  • Pulau Bajak Laut, Topi Jerami, dan Gen Z Madagaskar
  • Bersikap Maskulin dalam Gerakan Feminisme

Kategori

  • Event (14)
    • Publikasi (2)
    • Reportase (12)
  • Inspiratif (31)
    • Hikmah (14)
    • Sosok (19)
  • Kolom (67)
    • Ceriwis (13)
    • Esai (54)
  • Metafor (219)
    • Cerpen (56)
    • Puisi (142)
    • Resensi (20)
  • Milenial (51)
    • Gaya Hidup (26)
    • Kelana (15)
    • Tips dan Trik (9)
  • Sambatologi (72)
    • Cangkem (18)
    • Komentarium (33)
    • Surat (21)
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Tulisan
  • Kru
  • Kontributor
  • Hubungi Kami

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Metafor
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi
  • Sambatologi
    • Cangkem
    • Komentarium
    • Surat
  • Kolom
    • Ceriwis
    • Esai
  • Inspiratif
    • Sosok
    • Hikmah
  • Milenial
    • Gaya Hidup
    • Kelana
    • Tips & Trik
  • Event
    • Reportase
    • Publikasi
  • Tentang Kami
    • Kru
  • Kirim Tulisan
  • Hubungi Kami
  • Kerjasama
  • Kontributor
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Sign Up

© 2025 Metafor.id - Situs Literasi Digital.